3 Negara Muslim Mitra Dagang Utama Israel yang Baru Dikunjungi Prabowo di Timur Tengah
Politik mungkin memecah belah, tetapi bisnis tetap berjalan. Meski ada ketegangan regional, negara-negara muslim ini tetap menjadi mitra dagang utama Israel.
Di tengah ketegangan politik yang kerap mewarnai hubungan antara Israel dan dunia muslim serta aksi boikot terhadap Israel akibat genosida di Gaza, kerja sama ekonomi tetap berjalan—bahkan terus tumbuh.
Data terbaru menunjukkan beberapa negara mayoritas muslim justru menjadi mitra dagang penting bagi Israel. Ketiga negara itu baru-baru ini dikunjungi Presiden Prabowo Subianto dalam lawatan kenegaraan ke lima negara di Timur Tengah.
Siapa saja mereka? Berikut tiga besar negara muslim dengan hubungan dagang paling signifikan dengan Israel berdasarkan data yang diperoleh dari tradingeconomics.com yang berbasis pada database United Nations COMTRADE, diperbarui terakhir pada April 2025.
1. Turki
Total Perdagangan: USD 3,47 miliar (ekspor USD 599,14 juta + impor USD 2,87 miliar).
Impor Utama dari Turki: Kendaraan (USD 318,29 juta), peralatan listrik dan elektronik (USD 225 juta), besi dan baja (USD 210,77 juta), plastik (USD 206,87 juta), mutiara dan batu mulia (USD 162,23 juta), mesin (USD 154,89 juta), pakaian (USD 116,34 juta + USD 97,79 juta), bahan bangunan (USD 104,85 juta + USD 93,71 juta).
Ekspor Utama ke Turki: Produk kimia beragam (USD 248,20 juta), plastik (USD 59,01 juta), bahan kimia organik (USD 42,57 juta), besi dan baja (USD 36,31 juta), mesin (USD 35,01 juta), bahan bakar mineral (USD 33,52 juta), produk kertas (USD 23,58 juta), alat optik dan medis (USD 15,05 juta), bahan kimia anorganik (USD 11,89 juta), peralatan listrik (USD 10,97 juta).
Turki sebelumnya menghentikan perdagangan dengan Israel pada Mei 2024, tetapi data menunjukkan pemulihan, dengan impor dari Turki mendominasi total perdagangan. Hubungan ini mencerminkan ketergantungan pada komoditas industri dan teknologi.
2. Uni Emirat Arab (UAE)
Total Perdagangan: USD1,43 miliar (ekspor USD503,68 juta + impor USD925,20 juta).
Impor Utama dari UAE: Mutiara, batu mulia, logam, dan koin (USD 387,60 juta), peralatan listrik dan elektronik (USD 145,28 juta), plastik (USD 88,84 juta), minyak atsiri dan parfum (USD 64,68 juta), barang dari besi atau baja (USD 62,98 juta), besi dan baja (USD 33,13 juta), pupuk (USD 20,90 juta), aluminium (USD 20,77 juta), tembaga (USD 17,73 juta), bahan bakar mineral (USD 14,24 juta).
Ekspor Utama ke UAE: Mutiara, batu mulia, logam, dan koin (USD 227,23 juta), alat optik, foto, teknis, dan medis (USD123,46 juta), peralatan listrik dan elektronik (USD 65,40 juta), mesin (USD 30,24 juta), bahan kimia anorganik (USD 5,51 juta).
Hubungan dagang didukung oleh Perjanjian Abraham, dengan fokus pada barang mewah dan teknologi. Impor dari UAE lebih besar, menunjukkan ketergantungan pada produk strategis seperti mutiara dan peralatan elektronik.
3. Mesir
Total Perdagangan: USD 0,86 miliar (ekspor USD 306,64 juta + impor USD 555,72 juta).
Impor Utama dari Mesir: Garam, belerang, tanah, batu, plester, kapur, dan semen (USD 171,85 juta), peralatan listrik dan elektronik (USD 66,82 juta), bahan kimia anorganik (USD 55,89 juta), gula dan konfeksi gula (USD 42,66 juta), bahan bakar mineral (USD 28,20 juta), persiapan sayuran, buah, dan kacang (USD 27,76 juta), batu, plester, semen, dll. (USD 23,79 juta), plastik (USD 19,96 juta), pupuk (USD 18,78 juta).
Ekspor Utama ke Mesir: Produk kimia beragam (USD 170,88 juta), bahan bakar mineral (USD 37,59 juta), kain rajut atau crochet (USD 29,81 juta), kain tekstil yang diimpregnasi, dilapisi, atau dilaminasi (USD 25,07 juta), produk kertas dan papan (USD 12,06 juta).
Ekspor gas alam Israel ke Mesir signifikan, mendukung stabilitas energi kawasan. Impor dari Mesir didominasi oleh komoditas pertanian dan bahan bangunan.