Sir Alex Ferguson Ungkap Tim Terkuat yang Pernah Dihadapi saat jadi Manajer MU, Begitu Sulit Ditaklukkan
Sir Alex Ferguson dan Manchester United adalah salah satu pasangan paling berhasil dalam dunia sepak bola.
Mantan manajer legendaris Manchester United, Sir Alex Ferguson, menyatakan tim terbaik yang pernah ia hadapi selama menjalani karier kepelatihannya. Pelatih yang berasal dari Skotlandia ini telah meraih 49 trofi dalam kurun waktu 36 tahun, menjadikannya salah satu manajer paling sukses dalam sejarah sepak bola Eropa. Di masa kejayaannya bersama MU, ia menunjukkan dominasi yang luar biasa di sepak bola Inggris, dengan banyak rekor yang tercipta serta prestasi besar seperti treble winner pada tahun 1999.
Sepanjang perjalanan kariernya, Ferguson berhadapan dengan berbagai tim hebat dari seluruh Eropa dalam pertandingan-pertandingan ikonik yang masih diingat hingga saat ini. Namun, di akhir kariernya, Ferguson berhadapan dengan salah satu tim terbaik dalam sejarah sepak bola. Pep Guardiola datang dengan Barcelona yang dipimpin oleh Lionel Messi, dan mereka berhasil mengubah wajah sepak bola Eropa melalui gaya permainan tiki-taka yang sangat mengesankan.
Tim Asal Spanyol
Manchester United (MU) berhadapan dengan Barcelona dalam dua final Liga Champions dalam kurun waktu tiga tahun. Pertemuan pertama terjadi pada final Liga Champions 2009, yang dikenal sebagai pertarungan antara Messi dan Cristiano Ronaldo dalam kompetisi Ballon d'Or. Dalam pertandingan itu, Barcelona berhasil mengalahkan Setan Merah dengan skor 2-0.
Dua tahun setelahnya, kedua tim kembali bertemu di final Liga Champions 2011 yang berlangsung di Wembley, di mana Barcelona menunjukkan performa terbaiknya. MU mengalami kekalahan telak 1-3 dalam pertandingan yang masih membekas di ingatan para pemainnya, sementara tim asuhan Guardiola mencatatkan sejarah yang gemilang.
Dalam sebuah wawancara dengan France Football, Sir Alex Ferguson diminta untuk menyebutkan tim terbaik yang pernah ia hadapi selama kariernya. Dengan tegas, ia menyebut Barcelona tahun 2011 sebagai jawaban. Tim tersebut diperkuat oleh pemain-pemain hebat seperti Messi, David Villa, Andres Iniesta, dan sejumlah legenda lainnya.
"Tim yang paling memberi kesan kepada saya adalah Barcelona yang kami hadapi di Wembley, bersama Manchester United, pada final Liga Champions 2011. Mereka tidak bisa dihentikan," ungkap Sir Alex dengan penuh kenangan.
Momen yang Tak Terlupakan
Dalam final tersebut, tim Barcelona yang diturunkan sebagai starter terdiri dari Victor Valdes, Dani Alves, Gerard Pique, Javier Mascherano, Eric Abidal, Sergio Busquets, Xavi, Andres Iniesta, Pedro, David Villa, dan Lionel Messi. Sementara itu, Carles Puyol, Seydou Keita, dan Ibrahim Afellay masuk sebagai pemain pengganti. Statistik pertandingan menunjukkan bahwa Barcelona menunjukkan dominasi yang sangat mengesankan dengan penguasaan bola mencapai 63%. Mereka mencatatkan 19 tembakan, di mana 12 di antaranya tepat sasaran, sementara Manchester United hanya dapat melepaskan empat tembakan, dengan satu yang mengarah ke gawang.
Edwin van der Sar, kiper MU, harus melakukan delapan penyelamatan, sedangkan Victor Valdes tidak perlu melakukan satu pun. Momen paling berkesan dari pertandingan itu adalah ketika kamera menangkap ekspresi Sir Alex Ferguson di bangku cadangan. Ia terlihat menggenggam tangan dan menunjukkan wajah frustrasi, mencerminkan ketidakberdayaan timnya dalam menghadapi permainan dominan Barcelona.
Rio Ferdinand Mengungkapkan Pendapatnya
Ketika ditanya oleh wartawan mengenai pemain Barcelona yang ingin ia datangkan jika memiliki anggaran tanpa batas, Ferguson menjawab dengan nada sarkastik. "Itu adalah salah satu pertanyaan paling konyol yang pernah saya dengar sepanjang hidup saya," ujarnya, menandakan bahwa jawabannya sudah sangat jelas, yaitu Lionel Messi.
Banyak pemain Manchester United yang terlibat dalam final tersebut juga mengungkapkan betapa beratnya pertandingan itu. Rio Ferdinand, yang merupakan salah satu bek andalan Setan Merah pada saat itu, memberikan pernyataan yang menarik.
"Saya tidak pernah merasa sehina itu dalam sebuah pertandingan," katanya. Ia menambahkan bahwa penampilan luar biasa dari Barcelona membuatnya merasa seperti pemain amatir, karena tim lawan mampu mendominasi permainan dengan penguasaan bola yang sangat baik.
Barcelona Meraih Prestasi Gemilang pada Musim 2010/2011
Di bawah kepemimpinan Pep Guardiola, Barcelona menyelesaikan musim 2010/2011 dengan meraih tiga gelar, yaitu La Liga, Liga Champions, dan Supercopa de Espana. Tim ini kemudian melanjutkan kesuksesannya dengan menambah empat trofi lagi di musim berikutnya.
Banyak pengamat sepak bola menganggap bahwa Barcelona pada tahun 2011 adalah salah satu tim terbaik dalam sejarah, setara dengan tim-tim legendaris seperti Ajax 1971/72, Real Madrid 1956/57, dan Real Madrid 2016/2017. Bahkan, Sir Alex Ferguson juga berpendapat bahwa Barcelona 2011 mungkin merupakan tim terbaik yang pernah ada.
Sumber: Give Me Sport