Pep Guardiola Sebut 3 Pelatih Sepak Bola Terbaik Sepanjang Masa, Sir Alex Ferguson Nomor Satu

Dalam wawancara bersama Sky Sports, Pep Guardiola menyebutkan tiga pelatih yang dianggapnya sebagai yang terbaik dalam sejarah sepak bola.

Rizki Hidayat
Oleh Rizki Hidayat - Reporter
Pep Guardiola Sebut 3 Pelatih Sepak Bola Terbaik Sepanjang Masa, Sir Alex Ferguson Nomor Satu
Kemenangan ini menjaga asa Manchester City untuk meraih banyak gelar musim ini. Selain masih bersaing ketat di Liga Primer Inggris, City juga sudah dinanti laga final Piala Liga dan masih ber (Kemenangan ini menjaga asa Manchester City untuk meraih banyak gelar musim ini. Selain masih bersaing ketat di Liga Primer Inggris, City juga sudah dinanti laga final Piala Liga dan masih ber)

Diskusi mengenai siapa pelatih terbaik dalam sejarah sepak bola selalu menjadi perdebatan yang menarik. Salah satu nama yang sering disebutkan dalam diskusi ini adalah Pep Guardiola, yang memiliki banyak prestasi gemilang selama karier kepelatihannya.

Namun, Guardiola sendiri memiliki pandangan yang berbeda mengenai hal ini. Ia mengungkapkan bahwa terdapat tiga pelatih yang menurutnya lebih pantas untuk disebut sebagai yang terbaik sepanjang masa, dan ia tidak termasuk dalam daftar tersebut.

Guardiola, yang berasal dari Spanyol, telah mengukir namanya sebagai salah satu pelatih terkemuka di dunia. Kariernya dimulai di Barcelona, dilanjutkan di Bayern Munchen, dan kini ia melatih Manchester City. Di setiap klub yang ditanganinya, Guardiola berhasil membawa pulang banyak trofi.

Bersama Manchester City, ia menciptakan era kejayaan yang luar biasa, termasuk sukses meraih empat gelar Premier League secara berturut-turut. Meskipun demikian, pelatih berusia 54 tahun ini merasa bahwa ia belum layak untuk dianggap sebagai salah satu pelatih terhebat sepanjang masa (GOAT), selama kariernya belum sepenuhnya berakhir. Dalam sebuah wawancara dengan Sky Sports, Guardiola menyebutkan tiga pelatih yang menurutnya berada di puncak dalam sejarah sepak bola.

Tak Pilih Dirinya, Pep Guardiola Sebut 3 Pelatih GOAT di Dunia Sepak Bola
Kemenangan ini menjaga asa Manchester City untuk meraih banyak gelar musim ini. Selain masih bersaing ketat di Liga Primer Inggris, City juga sudah dinanti laga final Piala Liga dan masih ber Kemenangan ini menjaga asa Manchester City untuk meraih banyak gelar musim ini. Selain masih bersaing ketat di Liga Primer Inggris, City juga sudah dinanti laga final Piala Liga dan masih ber

Nama pertama yang diungkapkan Guardiola adalah manajer legendaris Manchester United, Sir Alex Ferguson. Pilihan tersebut tentunya sangat beralasan.

Selama lebih dari dua dekade memimpin Manchester United, Ferguson berhasil mempersembahkan 13 gelar Premier League, yang merupakan rekor yang hingga saat ini belum ada yang mampu menandingi. Di bawah kepemimpinannya,

Tim Setan Merah juga sukses melampaui Liverpool dalam hal jumlah gelar liga Inggris yang dimiliki pada waktu itu. Pep Guardiola memberikan pujian terhadap konsistensi luar biasa yang ditunjukkan Ferguson sepanjang kariernya.

"Sir Alex nomor satu. Karena konsistensinya, jumlah gelarnya, dan kemampuannya membawa perubahan serta dinamika di tim," ujar Guardiola.

Tak Pilih Dirinya, Pep Guardiola Sebut 3 Pelatih GOAT di Dunia Sepak Bola
Kemenangan ini menjaga asa Manchester City untuk meraih banyak gelar musim ini. Selain masih bersaing ketat di Liga Primer Inggris, City juga sudah dinanti laga final Piala Liga dan masih ber Kemenangan ini menjaga asa Manchester City untuk meraih banyak gelar musim ini. Selain masih bersaing ketat di Liga Primer Inggris, City juga sudah dinanti laga final Piala Liga dan masih ber

Di dalam perjalanan karier Guardiola, terdapat sosok yang sangat berpengaruh, yaitu Johan Cruyff, seorang legenda sepak bola asal Belanda. Cruyff dikenal sebagai pemikir yang revolusioner dalam dunia sepak bola, dan filosofi permainannya telah mengubah wajah dua klub besar Eropa, yaitu Ajax Amsterdam dan Barcelona.

Guardiola, yang pernah menjadi anak didik Cruyff di Barcelona, mengakui betapa besar pengaruh sang legenda terhadap perkembangan sepak bola modern.

"Johan Cruyff mengubah dua klub: Ajax dan Barcelona," ungkap Guardiola.

Sebagai pelatih Barcelona pada awal tahun 1990-an, Cruyff berhasil menciptakan era kejayaan bagi klub tersebut dengan meraih empat gelar La Liga secara berturut-turut.

Selain itu, ia juga membawa Barcelona memenangkan Piala Champions pertama dalam sejarah klub, yang menjadi tonggak penting dalam perjalanan mereka di kompetisi Eropa. Keberhasilan ini tidak hanya mengukuhkan posisi Cruyff sebagai salah satu pelatih terbaik, tetapi juga meninggalkan warisan yang mendalam dalam dunia sepak bola.

Pelatih terakhir yang masuk dalam daftar GOAT versi Guardiola adalah Arrigo Sacchi, seorang pelatih asal Italia. Meskipun namanya mungkin tidak sering dibahas dalam konteks modern, pengaruhnya terhadap taktik sepak bola sangat signifikan. Sacchi pernah menangani beberapa tim besar, termasuk AC Milan, Timnas Italia, dan Parma.

Namun, masa kejayaannya terjadi saat melatih AC Milan, di mana ia berhasil membawa tim tersebut meraih dua gelar Piala Champions secara berturut-turut pada akhir tahun 1980-an. Walaupun jumlah trofi yang dimilikinya tidak sebanyak Sir Alex Ferguson atau Guardiola, Sacchi tetap diakui sebagai sosok yang telah mengubah paradigma pemikiran dalam dunia sepak bola.

Bahkan, Jurgen Klopp, mantan manajer Liverpool, menganggap Sacchi sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah sepak bola.

"Sacchi tidak memenangkan gelar sebanyak Sir Alex, tetapi dia mengubah generasi pelatih dan pemain," jelas Guardiola.

Penghormatan terhadap Sacchi tidak hanya datang dari Guardiola, tetapi juga dari banyak pelatih dan pemain lainnya yang mengakui kontribusinya dalam perkembangan strategi permainan.

Melalui pendekatan inovatifnya, Sacchi memperkenalkan konsep permainan yang lebih kolektif dan terorganisir, yang kemudian menjadi dasar bagi banyak pelatih modern. Metode pelatihannya yang mengutamakan pressing tinggi dan permainan cepat telah menginspirasi generasi pelatih selanjutnya untuk menciptakan gaya permainan yang lebih dinamis.

Dalam dunia sepak bola yang terus berkembang, pengaruh Sacchi tetap terasa, dan banyak yang sepakat bahwa tanpa pemikirannya, sepak bola mungkin tidak akan seperti sekarang ini.

Sumber: Give Me Sport

Rekomendasi