Resmi Pensiun! Maman Abdurahman Akhiri Karier sebagai Pemain Sepak Bola Profesional
Maman Abdurahman mengambil keputusan untuk pensiun dari dunia sepak bola profesional pada Rabu, 18 Juni 2025.
Keputusan penting diambil oleh Maman Abdurahman ketika ia memilih untuk pensiun dari dunia sepak bola profesional pada usia 43 tahun. Pengumuman mengenai pensiun tersebut disampaikan Maman pada Rabu, 18 Juni 2025. Klub terakhir yang dibela oleh Maman Abdurahman di level profesional adalah PSPS Pekanbaru, yang merupakan kebanggaan masyarakat Riau dan berlaga di Liga 2 2024/2025. Maman hampir mengakhiri kariernya dengan sangat baik, namun sayangnya, PSPS Pekanbaru gagal meraih tiket promosi ke Liga 1 2025/2026. Mereka harus menerima kekalahan tipis 0-1 dari Persijap Jepara dalam laga play-off promosi ke Liga 1 2025/2026, di mana Maman Abdurahman berperan sebagai kapten tim Askar Bertuah.
Maman Abdurahman adalah seorang bek tangguh dengan segudang prestasi, namun seperti bintang lainnya, Maman juga tidak terhindar dari berbagai kontroversi yang mewarnai perjalanan kariernya. Meskipun demikian, kontribusinya di dunia sepak bola tetap diingat dan dihargai oleh banyak penggemar. Karier Maman yang penuh warna ini menunjukkan dedikasi dan semangat yang tinggi dalam setiap pertandingan yang dijalaninya.
Maman Memiliki Kenangan yang Tak Terlupakan di Musim ini
Maman Abdurahman memulai perjalanan karier sepak bolanya pada pertengahan tahun 1990-an. Klub profesional pertama yang ia bela adalah Persijatim Jakarta Timur, yang menjadi langkah awal bagi pria asal Jawa Barat ini. Namun, momen puncak dalam kariernya mulai terlihat saat ia bergabung dengan PSIS Semarang. Selama tiga tahun, dari 2005 hingga 2008, Maman memperkuat klub yang dikenal dengan julukan Mahesa Jenar. Meskipun waktu bermainnya di PSIS Semarang terbilang singkat, prestasi yang diraihnya akan selalu dikenang. Ia berhasil meraih gelar sebagai pemain terbaik Divisi Utama Liga Indonesia pada tahun 2006.
Gelar yang didapat Maman Abdurahman tersebut memiliki makna yang istimewa. Pertama, ia adalah seorang pemain bertahan, dan pada saat itu, dominasi pemain asing di sepak bola Indonesia mulai meningkat. Sayangnya, meskipun kariernya di PSIS Semarang cukup cemerlang, Maman tidak berhasil membawa pulang gelar juara. Mahesa Jenar hanya mampu menempati posisi ketiga di Liga Indonesia 2005, dan menjadi runner-up di musim berikutnya setelah kalah dari Persik Kediri dengan skor 0-1 di babak final.
Juara Telah Diraih
Setelah menunggu cukup lama, Maman Abdurahman akhirnya merasakan manisnya gelar juara di liga tertinggi Indonesia. Ia berhasil meraih gelar tersebut bersama Persija Jakarta pada Liga 1 2018.
Maman Abdurahman menjadi pemain kunci di sektor pertahanan Persija Jakarta pada saat itu. Meskipun tidak selalu diturunkan sebagai starter, Maman selalu memberikan performa terbaiknya setiap kali diberi kesempatan.
Persija Jakarta berhasil memastikan gelar juara Liga 1 2018 pada pekan terakhir kompetisi. Tim yang dijuluki Macan Kemayoran itu mengumpulkan 62 poin, hanya unggul satu poin dari PSM Makassar yang menduduki posisi kedua.
Kontroversi Sering Kali Muncul
Seperti halnya karier para bintang, Maman Abdurahman juga tidak terhindar dari berbagai kontroversi. Bersama rekan-rekannya di Timnas Indonesia, Maman dituduh terlibat dalam pengaturan skor saat final Piala AFF 2010. Pada pertandingan leg pertama, Timnas Indonesia harus menelan kekalahan 0-3 di kandang Malaysia. Di leg kedua yang berlangsung di Jakarta, mereka hanya mampu meraih kemenangan tipis 2-1, sehingga gelar juara jatuh ke tangan Harimau Malaya.
Maman Abdurahman bersama beberapa pemain Timnas Indonesia yang berpartisipasi di Piala AFF 2010 sempat memberikan klarifikasi terkait tuduhan tersebut. Menurut Maman, kekalahan yang dialami oleh Tim Garuda adalah akibat dari kesalahan teknis para pemain.
"Saya harus akui saya melakukan kesalahan secara teknis, bahasanya blunder tapi tidak ada unsur apapun. Waktu itu Alfred Riedl setelah laga bilang, seingat saya, setiap pemain bisa saja melakukan kesalahan," ungkap Maman pada tahun 2018. Ia menegaskan, "Saya akui saya blunder, secara teknis. Tapi, tuduhan suap itu tidak benar. Demi Allah," tegasnya.
Sang Penerus
Maman Abdurrahman kini tampaknya dapat menikmati masa pensiunnya dengan tenang. Ia juga sedang mempersiapkan langkah selanjutnya dalam karier yang akan dijalani di masa depan. Saat ini, Maman telah memiliki penerus dalam dunia sepak bola, yaitu putranya, Rafa Abdurrahman, yang telah memasuki tahap sebagai pemain profesional.
Menariknya, Rafa berposisi sebagai bek tengah, sama seperti ayahnya. Saat ini, Rafa yang bermain untuk Persija Jakarta baru berusia 17 tahun, sehingga ia masih memiliki banyak peluang untuk mengembangkan kariernya di dunia sepak bola.