Rafa Abdurrahman Bersyukur Ikuti TC Timnas U-20, Ungkap Filosofi Latihan Nova Arianto
Pemain debutan Persija Jakarta, Rafa Abdurrahman, mengungkapkan rasa syukurnya bisa bergabung dalam pemusatan latihan (TC) Timnas U-20 di Surabaya, di mana ia juga membeberkan filosofi kepelatihan Nova Arianto yang menuntut kerja keras dan disiplin.
Pemain muda Persija Jakarta, Rafa Raditya Abdurahman, menyatakan rasa syukurnya atas kesempatan berharga mengikuti pemusatan latihan (TC) bersama skuad Tim Nasional Indonesia U-20 di Surabaya. Kesempatan ini menjadi bonus atas kerja kerasnya di liga, dan ia bertekad memberikan yang terbaik.
Rafa Abdurrahman, yang merupakan putra dari mantan pemain timnas Maman Abdurahman, tidak merasa terbebani dengan latar belakang keluarganya. Fokus utamanya adalah menunjukkan kemampuan maksimal di lapangan selama TC berlangsung.
Selama sekitar dua minggu TC, para pemain diperkenalkan pada filosofi permainan tim nasional yang selaras dengan tim senior. Pelatih Nova Arianto menekankan aspek taktik, kekuatan fisik, dan kesiapan mental.
Filosofi dan Intensitas Latihan Timnas U-20
Rafa Abdurrahman menjelaskan bahwa Coach Nova Arianto memperkenalkan filosofi permainan yang sama antara tim senior dan U-20. Latihan mencakup cara bertahan dan menyerang, serta sesi fisik di gym untuk meningkatkan kebugaran pemain.
Pola latihan yang diterapkan oleh pelatih kepala Timnas Indonesia U-20 ini menuntut para pemain untuk bekerja keras dan menunjukkan disiplin tinggi. Coach Nova menginginkan pemain yang agresif dan memiliki kemauan untuk terus bekerja.
Setiap sesi latihan dirancang untuk mengoptimalkan potensi pemain, dengan penekanan pada keseriusan dan pemanfaatan setiap kesempatan. Hal ini mengingat banyaknya pemain lain yang juga berambisi untuk masuk tim nasional.
Pendekatan tegas dari Nova Arianto bertujuan untuk meningkatkan kualitas individu pemain. Rafa merasakan metode latihan yang berbeda namun efektif dalam mencapai tujuan tersebut.
Mentalitas dan Semangat Juang Pemain Muda
Coach Nova Arianto secara eksplisit menyatakan tidak menginginkan pemain yang hanya bercanda atau membuang-buang waktu selama TC. Ia mencari pemain yang serius dan memiliki dedikasi tinggi.
Rafa Abdurrahman menegaskan bahwa ia tidak merasa terbebani dengan nama besar ayahnya, Maman Abdurahman, yang juga merupakan mantan pemain timnas. Ia memilih untuk fokus pada performanya sendiri.
Bagi Rafa, yang terpenting adalah memberikan penampilan terbaik di lapangan, tanpa memikirkan ekspektasi dari luar. Sikap profesional ini menunjukkan kematangan mental pemain muda tersebut.
Kesempatan di Timnas U-20 ini menjadi ajang pembuktian diri bagi Rafa Abdurrahman. Ia bertekad untuk memanfaatkan setiap momen latihan untuk berkembang dan berkontribusi bagi skuad Garuda Muda.
Sumber: AntaraNews