Persija Bangga 14 Pemainnya Terpilih Masuk Timnas Indonesia, Termasuk 6 Pemain di Timnas Senior
Persija Jakarta merasa bangga karena 14 pemainnya terpilih untuk membela Timnas Indonesia di berbagai kategori usia.
Persija Jakarta merasa bangga karena 14 pemainnya telah mendapatkan kepercayaan untuk bergabung dengan Timnas Indonesia di berbagai tingkat usia. Di antara mereka, enam pemain dipanggil untuk memperkuat timnas senior dalam ajang FIFA Series yang akan diadakan pada Maret 2026. Pemain-pemain tersebut adalah Rizky Ridho, Dony Tri Pamungkas, Fajar Fathur Rahman, Jordi Amat, Witan Sulaeman, dan Mauro Zijlstra.
Selain itu, lima pemain dari tim ibu kota juga dipilih untuk memperkuat timnas U-20, yang terdiri dari Ahmad Mujadid, Theodore Evan Leeming, Fabio Azkairawan, Ibrah Ohorella, dan Radityo Raharjo.
Tak hanya itu, tiga pemain lainnya dari Persija Jakarta juga menghiasi skuad timnas U-17, yaitu Abdillah Ishak, Ridho, dan Peres Akwila Tjoe. Dengan pencapaian ini, Persija menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan bakat muda di dunia sepak bola Indonesia.
Hasil Pembinaan Usia Dini
Direktur Persija, Mohamad Prapanca, mengungkapkan keberhasilan ini merupakan hasil dari pengembangan usia dini tim Macan Kemayoran serta proses perekrutan yang dilakukan di tengah musim BRI Super League 2025/2026.
"Ada dua hal yang saya sampaikan. Satu, kebenaran rekrutmennya bagus. Ya kan? Pas putaran kedua rekrutmennya bagus. Begitu di-observe sama Timnas Indonesia, terpilih. Nah itu kan kebetulan saja, jalan Tuhan," jelas Prapanca saat acara Ngopi Bareng Persija di Kantor Persija, Jakarta Selatan, pada Selasa (10/3/2026).
Lebih lanjut, Prapanca menekankan bahwa Persija ingin menjadi lebih dari sekadar klub sepak bola, melainkan juga menjadi bagian dari gaya hidup.
"Saya kan selalu menjelaskan bahwa Persija ini mau menjadi sportainment, menjadi olahraga itu menjadi lifestyle. Mau di mana saja, everyone suka Persija, silakan."
Ia juga menambahkan pentingnya menjaga prestasi tim dengan membangun fondasi yang kuat melalui Sekolah Sepak Bola (SSB) dan akademi. "Kita juga berusaha untuk memelihara prestasi. Untuk bisa memelihara prestasi, kita kan harus bangun fundamentalnya, yaitu SSB sama akademi. Nah alhamdulillah sampai hari ini banyak ke Timnas Indonesia terus," tutup Prapanca.
Komitmen Persija
Komitmen yang ditunjukkan oleh Persija dapat dilihat dari kehadiran tiga pemain dari akademi mereka yang berhasil masuk ke dalam Timnas Indonesia U-17, sementara lima pemain lainnya juga mendapatkan kesempatan untuk bergabung dengan timnas U-20.
"Itu banyak dari akademi berarti kan bagus perkembangannya, pembibitannya. Dan kita tidak mau berpuas diri sampai situ. Kita ingin terus sampai peak-nya," ujar Prapanca.
Ini menunjukkan bahwa mereka berusaha untuk tidak hanya berhenti di situ saja, tetapi berambisi untuk terus meningkatkan kualitas pemain yang dihasilkan.
"Ada klub yang, sorry maksudnya di luar negeri juga, klubnya gede tapi akademinya tidak bagus karena pemainnya juga dari akademi yang lain."
Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya pengembangan akademi yang berkualitas untuk menghasilkan pemain yang dapat bersaing di tingkat internasional. Dengan demikian, mereka bertekad untuk memaksimalkan program pembibitan, sehingga diharapkan ke depan, hasil dari akademi ini mampu berkontribusi di level global.
"Jadi kita berusaha untuk semaksimal mungkin, mudah-mudahan sampai ke depan nanti program pembibitan ini bisa laku untuk level internasional. Itu juga nanti kan bisa membawa nama Persija juga menuju global," tutup Prapanca.
Tak Boleh Diam Saja
Kesadaran akan ketatnya persaingan dalam pengembangan akademi mendorong Persija untuk melakukan perbaikan dalam aspek infrastruktur dan seleksi pemain muda.
"Contoh, one of the best infrastruktur akademi hari ini, Bali United, punya sekian puluh hektar untuk persiapan dia pembibitan ke depan." Hal ini menunjukkan bahwa Persija tidak bisa berdiam diri dan perlu beradaptasi," tutur Prapanca.
"Persija tidak boleh diam saja. Dan saya rasa klub-klub lain juga tidak bisa diam saja. Kalau tidak, title the best academy in Indonesia akan diambil orang, akan diambil Bali United," tambahnya.
Prapanca juga mengungkapkan bahwa secara finansial dan kemampuan, Persija sedang mempersiapkan diri dengan matang.
"Secara finansial, secara kemampuan, lagi dipersiapkan. Kita dari sisi Direktur Olahraga untuk tim akademi ya udah tidak boleh main-main rekrutmennya," ungkapnya. Ini menandakan bahwa klub sedang berusaha untuk meningkatkan kualitas akademi agar tidak kalah bersaing dengan klub lain, terutama Bali United. Ke depan, langkah-langkah yang diambil oleh Persija diharapkan dapat membawa hasil positif dalam pengembangan pemain muda dan infrastruktur akademi.
Bukti Nyata
Keberhasilan 14 pemain dari Persija yang berhasil masuk ke berbagai level Timnas Indonesia menjadi bukti nyata bahwa investasi yang serius dalam pengembangan akademi dapat memberikan hasil yang memuaskan.
"Hal-hal ini yang orang tidak ada yang melihat. Tapi di dunia sepak bola, ini menjadi satu di antara sumber. Satu sumber prestasi, satu sumber finansial. Nanti harus dipahami. Kira-kira begitu," jelas pria yang akrab disapa Panca.
Prestasi yang diraih oleh para pemain tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan akademi yang baik dapat menghasilkan talenta berkualitas. Dengan adanya dukungan dan perhatian yang tepat, potensi yang ada di dalam akademi sepak bola dapat dioptimalkan untuk mencapai kesuksesan di tingkat nasional maupun internasional.