Ada Aroma Balas Dendam jika Timnas Indonesia Hadapi Irak di R4 Kualifikasi Piala Dunia, Benarkah?
Timnas Indonesia masih memiliki peluang besar di putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 yang akan datang.
Timnas Indonesia masih memiliki peluang dalam putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026. Meskipun Arab Saudi dan Qatar telah ditetapkan oleh AFC sebagai tuan rumah untuk perebutan dua tiket terakhir dari Zona Asia, undian grup dan penjadwalan akan dilakukan pada 7 Juli mendatang di Malaysia. Ini berarti bahwa Jay Idzes dan rekan-rekannya masih berkesempatan untuk berada dalam grup yang sama dengan Irak.
Satu lawan lainnya akan diisi oleh salah satu dari Arab Saudi atau Qatar. Tentu saja, suasana akan sangat mendebarkan jika Timnas Indonesia kembali bertemu dengan Irak. Dalam setahun terakhir, di bawah kepelatihan Shin Tae-yong, Timnas Indonesia telah empat kali tidak berdaya melawan tim yang dijuluki Singa Mesopotamia tersebut. Bagaimana catatan pertemuan mereka sejauh ini?
Masih Punya Peluang
Jay Idzes dan rekan-rekannya pernah mengalami kekalahan dari Irak dua kali dalam putaran kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026, dengan skor 5-1 dan 2-0. Dalam fase grup Piala Asia 2024, Timnas Indonesia juga harus mengakui keunggulan Irak yang menang dengan skor 3-1. Meskipun demikian, Timnas Indonesia masih memiliki peluang untuk melaju ke babak perempat final sebagai salah satu peringkat ketiga terbaik dari Grup D.
Di level U-23, Irak kembali menghalangi langkah Timnas Indonesia di semifinal Piala Asia U-23 dengan hasil akhir 1-2. Akibatnya, Rizki Ridho dan kawan-kawan tidak berhasil mencapai Olimpiade Paris 2024 setelah kalah dari Guinea dengan skor 0-1 di babak playoff Konfederasi Antarbenua yang berlangsung di Prancis.
“Kalau ingin tahu perbedaan racikan Patrick Kluivert dengan Shin Tae-yong, sebenarnya asyik juga bila Timnas Indonesia ketemu Irak,” ungkap Toni Ho.
Namun, untuk membalas kekalahan dari empat pertemuan sebelumnya, pelatih senior asal Makassar ini berpendapat bahwa Timnas Indonesia memerlukan keberanian yang besar dan usaha yang ekstra keras untuk menghadapi Irak.
“Tekanan mentalnya memang lebih berat bila satu grup dengan Irak. Tapi jika takdir menentukan seperti itu harus dijalani. Tapi pemain Timnas Indonesia harus punya spirit berlipat ganda untuk menghilangkan trauma sekaligus memperbaiki rekor buruk,” jelasnya.
Ada Aroma Balas Dendam?
Menurut Toni Ho, faktor Graham Arnold diperkirakan akan menjadi tantangan berikutnya bagi Timnas Indonesia. Pelatih asal Australia ini pasti menyimpan rasa sakit hati akibat hasil imbang tanpa gol di Jakarta yang mengakibatkan dia harus mengundurkan diri dari jabatannya di Timnas Australia. Hal ini membuat Graham Arnold tidak dapat menambahkan prestasi berharga dalam karirnya untuk tampil di Piala Dunia. Terlebih lagi, penerusnya, Tony Popovic, berhasil membawa Socceroos lolos ke Piala Dunia yang akan diselenggarakan di AS, Kanada, dan Meksiko tahun depan.
“Sebagai sesama pelatih, saya kira Graham Arnold pasti punya rasa jengkel dengan Timnas Indonesia. Dia pasti ingin revans untuk menebus kegagalannya di Timnas Australia lalu,” tuturnya.
Dengan situasi seperti ini, pertemuan antara Timnas Indonesia dan Graham Arnold akan menjadi sangat menarik untuk disaksikan. Arnold tentu akan berusaha keras untuk membuktikan kemampuannya dan mendapatkan kembali kepercayaan setelah kegagalan sebelumnya. Ini adalah kesempatan bagi Arnold untuk menunjukkan bahwa dia masih layak untuk memimpin tim di pentas internasional.