Rapor Seimbang: Performa Indonesia di Bawah Kluivert Vs Irak di Bawah Graham Arnold, Siapa Lebih Siap?
Timnas Indonesia siap bertanding di babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Tim Nasional Indonesia bersama Irak akan melanjutkan kompetisi di putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 yang akan berlangsung di Arab Saudi atau Qatar. Pertandingan terakhir untuk memperebutkan dua tiket terakhir dari zona Asia ini dijadwalkan pada tanggal 8, 11, dan 14 Oktober mendatang.
Selain Timnas Indonesia dan Irak, tuan rumah yang diusulkan adalah Arab Saudi dan Qatar, serta ada juga Uni Emirat Arab dan Oman. Dalam babak ini, peserta akan dibagi menjadi dua grup yang masing-masing terdiri dari tiga tim. Pada drawing yang diadakan di Malaysia pada 17 Juli 2025, karena Timnas Indonesia berada di pot ketiga, mereka tidak akan segrup dengan Oman.
Namun, skuad yang dilatih oleh Patrick Kluivert dipastikan akan tergabung dalam grup yang sama dengan Arab Saudi atau Qatar. Dengan demikian, satu negara lagi yang kemungkinan akan bergabung dengan Timnas Indonesia adalah antara Uni Emirat Arab atau Irak.
Jangan Takut
Bagaimana jika Timnas Garuda berhadapan dengan Irak? Tidak perlu merasa khawatir. Hal ini disampaikan oleh Toni Ho, pelatih senior yang berasal dari Makassar. "Jika undiannya mengharuskan kita bertemu Irak, ngapain harus takut? Meskipun catatan kita melawan Irak kurang baik, semua kemungkinan bisa terjadi di lapangan," ujarnya.
Toni Ho juga mengamati bahwa perubahan posisi pelatih di kedua tim sangat memengaruhi permainan serta hasil akhir pertandingan. Saat ini, Patrick Kluivert telah mengambil alih posisi pelatih menggantikan Shin Tae-yong, sementara Graham Arnold kini menjadi pelatih menggantikan Jesus Casas di tim Irak.
"Kedua tim telah mengalami perubahan. Baik dari segi pelatih maupun kualitas pemain. Ketika dilatih oleh Shin Tae-yong, Indonesia memang tidak pernah meraih kemenangan melawan Irak, tetapi kualitas pemain saat itu berbeda dengan yang kita miliki sekarang. Oleh karena itu, kita harus tetap optimis," tambahnya.
Rapor Seimbang
Mantan arsitek PSM Makassar dan Persipura Jayapura ini juga memberikan penilaian bahwa rapor Patrick Kluivert dan Graham Arnold seimbang. Pelatih asal Belanda, Kluivert, telah menjalani empat pertandingan dengan hasil dua kemenangan dan dua kekalahan, sementara Graham Arnold mencatat satu kemenangan dan satu kekalahan. Pada putaran ketiga lalu, Patrick Kluivert memimpin Timnas Indonesia untuk mengalahkan Bahrain dan China dengan skor identik 1-0 di SUGBK Jakarta.
Di sisi lain, mantan striker Timnas Belanda yang pernah bermain untuk Ajax dan Barcelona ini juga merasakan pahitnya kekalahan saat menyaksikan Timnas Indonesia dihancurkan oleh Australia dengan skor 1-5 dan Jepang 0-6 di luar kandang.
Debut Graham Arnold juga tidak berjalan baik. Di kandang, Irak harus menerima kekalahan dari Korea Selatan dengan skor 0-2. Namun, pelatih yang sebelumnya dipecat dari Timnas Australia itu berhasil membawa timnya mempermalukan Jordania dengan skor 1-0 saat bertanding di laga tandang.
"Statistik Patrick Kluivert dan Graham Arnold sama. Tapi PK punya kelebihan, yaitu lebih lama bersama Timnas Indonesia," ungkapnya. "Sedangkan Graham Arnold masih adaptasi dengan Timnas Irak. Ini juga harus jadi pertimbangan jika kita bertemu Irak nanti," tambahnya.
Manfaatkan Waktu untuk Merencanakan Strategi
Toni Ho mengharapkan agar Patrick Kluivert dan timnya memanfaatkan empat bulan ke depan untuk merancang taktik yang efektif dan melakukan persiapan yang optimal. "Keberhasilan Indonesia melawan Irak nantinya sangat bergantung pada seberapa maksimal usaha Patrick Kluivert dalam memanfaatkan waktu dan mempersiapkan para pemain Timnas Indonesia," ungkap Toni Ho.
Ia juga menambahkan, "Saya percaya Graham Arnold juga bekerja keras untuk mengembangkan Timnas Irak. Tim yang memiliki taktik yang lebih baik akan keluar sebagai pemenang," tuturnya.