Sepak Terjang Patrick Kluivert, Striker Legendaris Belanda yang Gagal Bawa Indonesia ke Piala Dunia 2026
Berikut adalah profil Patrick Kluivert yang nasibnya sebagai pelatih Timnas disudahi PSSI.
Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) resmi mengakhiri kerja sama dengan Patrick Stephan Kluivert sebagai pelatih kepala Tim Nasional Indonesia.
Keputusan itu diambil setelah kegagalannya membawa skuad Garuda lolos ke Piala Dunia 2026.
“PSSI dan Tim Kepelatihan Tim Nasional Indonesia secara resmi menyepakati pengakhiran kerja sama lebih awal melalui mekanisme mutual termination,” tulis pernyataan resmi PSSI, Kamis (16/10).
Awal Karier: Bintang Muda Ajax yang Bersinar di Final Liga Champions
Patrick Kluivert lahir di Amsterdam, Belanda, pada 1 Juli 1976. Ia memulai kariernya di akademi Ajax Amsterdam dan mencuri perhatian sejak usia muda.
Pada usia 18 tahun, Kluivert mencetak gol penentu kemenangan Ajax atas AC Milan di final Liga Champions 1995 — momen yang melejitkan namanya di kancah sepak bola dunia.
Selama memperkuat Ajax (1994–1997), ia meraih berbagai gelar bergengsi termasuk Piala Super Eropa dan Piala Interkontinental.
Petualangan di Klub Eropa: Dari Milan ke Barcelona
Setelah sukses di Ajax, Kluivert bergabung dengan AC Milan pada musim 1997–1998. Namun, kariernya di Italia tak berlangsung lama dan ia kemudian berlabuh ke Barcelona.
Bersama klub asal Catalan itu (1998–2004), Kluivert mencatat 124 gol dari 249 penampilan, serta mempersembahkan gelar La Liga musim 1998–1999.
Ia kemudian bermain untuk Newcastle United, Valencia, PSV Eindhoven, dan Lille sebelum pensiun pada 2008.
Perjalanan di Timnas Belanda
Di level internasional, Kluivert membela Belanda di berbagai kelompok umur sebelum akhirnya menembus tim senior pada 1994.
Bersama Oranje, ia tampil dalam 79 pertandingan dan mencetak 40 gol, menjadikannya salah satu striker tersubur dalam sejarah sepak bola Belanda.
Cedera dan Awal Karier Kepelatihan
Meski dikenal sebagai penyerang mematikan, Kluivert beberapa kali mengalami cedera yang memengaruhi performanya.
Setelah gantung sepatu pada 2008, ia mengambil lisensi kepelatihan di bawah Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB).
Ia memulai karier sebagai asisten pelatih di klub AZ Alkmaar (2008–2009), lalu melatih di Australia bersama Brisbane Roar, NEC Nijmegen, dan Jong Twente.
Puncaknya, ia menjadi asisten Louis van Gaal di Timnas Belanda yang meraih posisi ketiga di Piala Dunia 2014.
Pelatih Kepala: Dari Curaçao hingga Adana Demirspor
Kluivert juga pernah menukangi Timnas Curaçao dan membawa tim tersebut lolos ke Piala Karibia serta Piala Emas CONCACAF 2017.
Ia sempat menjadi Direktur Akademi Barcelona (2019–2021) dan menangani klub Turki, Adana Demirspor, sebelum akhirnya berpisah pada akhir 2023.
Karier di Indonesia: Berakhir Cepat
Kluivert resmi diperkenalkan sebagai pelatih Timnas Indonesia pada 8 Januari 2025. Namun, hasil buruk di kualifikasi Piala Dunia membuat masa jabatannya berakhir hanya dalam sembilan bulan.
Debutnya berakhir pahit saat Indonesia kalah 1–5 dari Australia pada 20 Maret 2025. Formasi 3-4-2-1 yang ia andalkan juga gagal membawa perubahan signifikan, hingga laga terakhir melawan Jepang berakhir dengan kekalahan telak 0–6.
Meski sempat membantah rumor pengunduran diri, PSSI akhirnya mengumumkan pemutusan kontrak secara resmi pada 16 Oktober 2025.
Reporter Magang: Adinda Washila Ma’o