Tradisi Lebaran Inara Rusli, THR Sudah Disiapkan hingga Momen Silaturahmi
Inara Rusli melihat Idulfitri sebagai waktu yang ideal untuk merenungkan diri dan memperbaiki berbagai aspek dalam hidupnya. Ia pun menyiapkan sejumlah uang.
Inara Rusli menganggap Hari Raya Idul Fitri sebagai waktu yang tepat untuk melakukan introspeksi dan memperbaiki berbagai aspek dalam hidup.
Hal ini mencakup tidak hanya hubungan antar sesama manusia, tetapi juga memperbaiki ikatan dengan Sang Maha Pencipta.
"Pastilah, kita harus perbaikin ibadah juga, perbaikin amalan, kemudian juga perbaikin hubungan kita sama Allah, juga perbaikin hubungan kita sesama manusia," ungkap Inara Rusli di Kawasan Mampang, Jakarta Selatan, pada Minggu (15/3).
Meski interaksi sosial di era digital semakin mudah, Inara tetap mengedepankan sentuhan personal dalam bersilaturahmi. Ia merasa bahwa kunjungan fisik ke rumah kerabat jauh lebih bermakna dibandingkan hanya mengirimkan pesan permohonan maaf melalui ponsel.
"Kita temui siapa pun yang bisa kita temui, selama kita masih diberikan napas, diberi umur sama Allah, untuk perpanjang silaturahmi, itu lebih baik sih dibandingkan lewat WhatsApp," ujarnya.
Tradisi mengunjungi kerabat yang lebih tua adalah kebiasaan yang masih dijaga oleh perempuan yang lahir di Jakarta ini. Momen libur panjang menjadi kesempatan berharga bagi Inara untuk berkumpul dengan orang-orang tercintanya.
"Pasti, karena memang harus silaturahmi. Karena kalau hari-hari biasa kan kita pasti ada kesibukan kan? Di kerjaan atau apa," tuturnya.
Kemeriahan Lebaran sering kali diwarnai dengan tradisi membagikan angpao atau Tunjangan Hari Raya (THR) kepada sanak saudara. Inara pun selalu menjalankan tradisi ini untuk membahagiakan anggota keluarga yang masih kecil.
"Ada lah pasti, kan sebenarnya dalam rangka meningkatkan minat anak-anak ya, anak-anak kecil, supaya mereka selalu excited menyambut hari raya. Selalu excited untuk menjalankan ibadah puasa," ujarnya.
Rp100.000 untuk para keponakan
Inara menyadari bahwa penukaran uang baru dengan berbagai pecahan merupakan salah satu tugas yang harus diselesaikannya sebelum Lebaran. Ia juga menjelaskan mengenai jumlah uang yang biasanya ia persiapkan untuk dibagikan kepada keponakannya saat hari kemenangan tiba.
“Biasanya Rp20.000, masih Rp10.000-an, Rp50.000, kayak gitu. Rp100.000 buat yang ponakan-ponakan yang dekat banget,” ungkapnya. Dengan demikian, Inara memastikan bahwa setiap keponakannya mendapatkan angpao sesuai dengan kedekatan mereka.
Warna-warna yang termasuk dalam kategori Earth Tone
Inara Rusli memiliki selera khusus dalam hal busana untuk keluarganya, yang membuat penampilan mereka tampak elegan dan menyenangkan untuk dilihat. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak mudah terpengaruh oleh tren mode yang sedang populer saat ini.
Menurutnya, "Cenderungnya kita lebih suka warna-warna yang earth tone gitu ya, yang kalem atau pastel kayak gitu. Jadi mungkin ya nggak lepas dari tema itu aja sih. Aku dari tahun ke tahun nggak pernah ngikutin tren," ungkap Inara Rusli. Dengan prinsip ini, ia tetap konsisten dalam memilih busana yang mencerminkan karakter dan kepribadian keluarganya.