Ramadan Paling Berat bagi Inara Rusli, Tapi Penuh Hikmah yang Menguatkan
Inara Rusli mengungkapkan bahwa tahun ini merupakan salah satu periode paling sulit dalam hidupnya.
Inara Rusli tengah menghadapi tantangan besar di bulan Ramadan tahun ini. Mantan istri Virgoun itu mengungkapkan bahwa saat ini merupakan salah satu periode terberat dalam hidupnya, terutama terkait dengan masalah hukum yang sedang ia jalani bersama Insanul Fahmi dan Wardatina Mawa.
Meskipun merasa tertekan, Inara berusaha mencari sisi baik dari setiap peristiwa yang terjadi.
Menurutnya, masa-masa sulit ini justru berfungsi sebagai penyaring alami untuk mengetahui siapa saja yang benar-benar tulus mendukungnya.
"Berat, aku dalam hidup sudah sekitar 3 kali ya mengalami Ramadan yang berat. Ramadan berat pertama itu waktu aku kehilangan ayah aku. Ramadan berat kedua adalah ketika aku pertama kali menjalani Ramadan dalam status single mother. Ramadan ketiga ya yang kali ini," ujar Inara Rusli di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Senin (16/3).
"Alhamdulillah. Karena banyak yang support juga ya. Iya, jadi memang masalah itu sebenarnya ada hikmahnya. Salah satunya ya kita jadi bisa melihat lebih jelas mana-mana saja orang yang benar-benar tulus men-support dan mendoakan kita, dan percaya sama kita," Inara menambahkan.
Ia mengungkapkan bahwa ia telah terbiasa menghadapi berbagai kesulitan, mulai dari didikan orang tua yang keras hingga kehilangan sosok ayah. Pengalaman-pengalaman tersebut membuatnya tidak mudah menyerah dalam menghadapi tantangan saat ini.
"Karena dari kecil hidup aku sudah keras sih. Hidup aku tuh keras banget. Mama Papa aku tuh termasuk orang yang otoriter. Jadi... sudah terbiasa sih menghadapi situasi yang sulit ya. Harus mandiri," kenang Inara.
Pertemanan
Inara menyatakan bahwa lingkaran pertemanannya mulai menjauh ketika ia menghadapi masalah. Ia menganggap situasi ini sebagai kesempatan untuk merenungkan diri dan berusaha untuk lebih selektif dalam memilih teman di masa depan.
"Ya, pasti. Itu menjadi refleksi ke diri sendiri untuk lebih, ya, selektif," katanya.
Dengan pengalaman tersebut, Inara berharap dapat membangun hubungan yang lebih bermakna dan saling mendukung di antara teman-temannya. Ia menyadari pentingnya memiliki teman yang benar-benar peduli dan siap membantu dalam situasi sulit.
Semoga kesalahan saya diampuni
Menyambut hari raya Idul Fitri, Inara tidak memiliki keinginan yang berlebihan. Ia hanya berharap agar semua dosanya dapat diampuni, dengan cara bersabar menghadapi situasi yang sedang dialaminya saat ini.
"Harapan bahwa terampuninya dosa, insya Allah dengan hati lebih lapang, mudah-mudahan menjadi sebab terampuninya semua dosa dan terkabulnya semua doa dan harapan," ungkap Inara Rusli.
Inara merasa bahwa di momen spesial ini, penting untuk memiliki sikap yang tulus dan penuh harapan. Ia percaya bahwa dengan kesabaran dan ketulusan hati, segala permohonan dan doa akan didengar. Dengan semangat yang positif, Inara berharap bisa menjalani Idul Fitri dengan penuh makna dan harapan untuk masa depan yang lebih baik.