Mengenal Jona Weinhofen, Gitaris Metalcore Eks BMTH yang Suka Ngonten Seru Bareng Keluarga
Jona Weinhofen adalah gitaris metalcore dari Australia yang telah meraih popularitas di tingkat internasional dan pernah menjadi anggota Bring Me the Horizon.
Nama Jona Weinhofen mungkin belum familiar bagi sebagian orang. Namun, di kalangan pecinta musik, khususnya di genre metal, Jona Weinhofen adalah salah satu musisi terkemuka yang memiliki peran signifikan.
Ia adalah seorang gitaris metalcore asal Australia yang telah menembus pasar internasional. Lahir pada 1 Januari 1983 di Adelaide, Australia Selatan, Jona Weinhofen telah memberikan kontribusi besar bagi beberapa band berpengaruh dalam dunia metal dan hardcore.
Selama berkarir di industri musik metalcore, Jona Weinhofen tidak hanya dikenal sebagai gitaris untuk band-band seperti I Killed the Prom Queen dan Bring Me the Horizon, tetapi juga sering berperan sebagai vokalis latar, penulis lagu, dan bahkan manajer. Di Indonesia, ia memiliki banyak penggemar yang setia. Dalam acara A Journey to Hammersonic 10th Year Anniversary yang berlangsung di Jakarta pada Minggu (4/5/2025), para penggemar menunjukkan antusiasme yang tinggi saat mendengarkan cerita-cerita dari Jona.
Menarik untuk dicatat, meskipun Jona Weinhofen berkarir sebagai gitaris metalcore, ia juga dikenal sebagai sosok yang mencintai keluarga. Hal ini terlihat jelas dari beberapa unggahannya di media sosial yang menampilkan momen-momen kebersamaannya dengan istri dan anaknya. Dengan kombinasi bakat musik yang luar biasa dan cinta kepada keluarganya, Jona Weinhofen menjadi inspirasi bagi banyak orang.
Jona Weinhofen Miliki Perjalanan Karier yang Menarik
Karier Jona Weinhofen dimulai pada akhir tahun 1990-an ketika ia menjadi salah satu pendiri dari band metalcore I Killed the Prom Queen. Bersama dengan band ini, Jona Weinhofen berhasil merilis beberapa karya penting, termasuk album Music for the Recently Deceased yang mendapatkan perhatian besar di kalangan penggemar metalcore di seluruh dunia.
Setelah I Killed the Prom Queen mengalami masa vakum, Weinhofen kemudian bergabung dengan band asal Amerika Serikat, Bleeding Through, di mana ia berperan sebagai gitaris dan berkontribusi pada album Declaration yang dirilis pada tahun 2008. Meskipun demikian, keterlibatan Jona Weinhofen dengan Bleeding Through bersifat sementara. Ia hanya bertahan selama dua tahun, dari tahun 2007 hingga 2009. "Ya, banyak kekacauan terjadi selama saya bersama dalam band ini," ungkap Jona dalam sesi intimate A Journey to Hammersonic 10th Year Anniversary.
Bergabung dengan Bring Me the Horizon
Kiprah internasionalnya semakin berkembang ketika ia bergabung dengan band metalcore asal Inggris, Bring Me the Horizon, sebagai gitaris ritme dan pemain keyboard. Dalam proses kreatifnya, ia turut serta dalam pembuatan album There Is a Hell Believe Me I've Seen It. There Is a Heaven Let's Keep It a Secret. (2010), yang memberikan sentuhan lebih atmosferik dan eksperimental pada musik band tersebut. Namun, sayangnya, Jona Weinhofen harus meninggalkan band ini setelah hanya empat tahun berkontribusi, dari tahun 2009 hingga 2013. "Saya memang sempat ikut mengerjakan album ketiga mereka, tapi kalau ditanya saya sebagai apa di BMTH, ya saya bukanlah member yang penting, cuma gitaris pendukung," ujarnya.
Suara Aktif dalam Angkat Isu-isu Sosial
Jona Weinhofen tidak hanya dikenal karena keterampilan teknisnya dalam bermain gitar, tetapi juga karena kepeduliannya terhadap isu-isu sosial. Ia secara aktif mendukung hak-hak binatang dan menjalani pola hidup vegan. Keterlibatannya dengan organisasi seperti PETA menunjukkan bahwa ia bukan hanya seorang musisi, tetapi juga seorang advokat yang peduli.
Setelah menyelesaikan masa baktinya dengan Bring Me the Horizon, Weinhofen kembali ke Australia dan ikut serta dalam reuni I Killed the Prom Queen, yang menghasilkan album Beloved pada tahun 2014. Selain itu, Jona juga terlibat dalam berbagai proyek musik lainnya, termasuk supergrup Deez Nuts. Dengan pengaruh yang besar di dunia metalcore, Jona Weinhofen akan selalu diingat sebagai seorang musisi yang memiliki keterampilan teknis yang luar biasa, visi kreatif yang tajam, serta komitmen sosial yang konsisten.
Kegiatan Bersama Keluarga
Jona aktif membagikan momen-momen seru dan hangat bersama keluarganya di media sosial, khususnya di Instagram. Ia sering menunjukkan sisi kehidupannya yang lebih pribadi dan menyenangkan, yang berbeda dari citra panggungnya yang keras. Dalam unggahannya, Jona kerap menampilkan kebersamaan dengan istrinya, Michelle Weinhofen, seorang instruktur yoga dan wellness coach. Dalam salah satu postingannya, ia menuliskan, "Wife and soul mate appreciation post. I love you @michelleweinhofen 1. A perfect trip, honeymoon in Sweden (Norway, Spain & Italy)." Pasangan ini juga sering terlihat bersama dalam berbagai acara, termasuk gala Animal Equality Global Action, yang menunjukkan komitmen Jona sebagai pendukung hak-hak hewan.
Di Reels-nya, Jona sering mengunggah video yang menampilkan sisi humoris dan menyenangkan dari kehidupannya. Ia menikmati momen-momen sederhana bersama keluarga dan teman-teman. Selain itu, ia juga beberapa kali memperlihatkan kemampuan Brazilian jiu-jitsu yang unik bersama putrinya yang masih kecil. Bahkan, putrinya terlihat berbakat untuk menjadi atlet Brazilian jiu-jitsu di masa depan. Dengan cara ini, Jona tidak hanya menunjukkan sisi profesionalnya, tetapi juga sisi personal yang hangat dan penuh cinta terhadap keluarganya.