MD Entertainment Bawa 'Pabrik Gula' ke Fans Pavilion Pasar Film Cannes 2025
Film Pabrik Gula yang digarap MD Entertaimnet akan ditampilkan di Pasar Film Cannes 2025.
Kompetisi film Lebaran 2025 di bioskop hampir mencapai akhir. Film Pabrik Gula berhasil meraih 4,7 juta penonton.
Meski demikian, perjalanan film yang disutradarai Awi Suryadi ini masih memiliki banyak langkah ke depan. MD Pictures telah mengumumkan kerjasama strategis dengan Globalgate Entertainment untuk film Pabrik Gula, yang dibintangi Arbani Yasiz dan Erika Carlina. Film ini dipresentasikan di Fantastic Pavilion dalam Pasar Film Cannes, yang menjadi momen penting bagi perfilman Indonesia untuk menjangkau audiens internasional.
MD Pictures memilih bermitra dengan Globalgate Entertainment karena keduanya memiliki visi yang sejalan, yaitu membawa film Indonesia ke panggung dunia. Dalam acara Cannes 2025, Globalgate Entertainment melalui MorbidoGate meluncurkan IP Showcase yang menampilkan pilihan film horor dari berbagai negara yang siap untuk diadaptasi ulang.
Meningkatkan kehadiran di kancah internasional
Founder dan CEO MD Entertainment, Manoj Punjabi memberikan penjelasan Pabrik Gula akan menjadi bagian dari konten yang ditawarkan Globalgate Entertainment.
"Dengan langkah MD untuk memperluas jangkauan internasional, kemitraan dengan Globalgate bukan hanya merupakan aliansi yang strategis, tetapi juga mencerminkan keyakinan bersama akan kekuatan cerita yang bersifat lokal namun tetap memiliki daya tarik yang universal," ujarnya.
Film Tentang Trauma yang Diwariskan
Pewakilan dari Globalgate Entertainment, William Pfeiffer mengungkapkan film Pabrik Gula menyajikan sebuah narasi yang kuat dan atmosferik, yang dapat melintasi batas-batas budaya berkat akarnya yang dalam pada sejarah kelam industri gula di Indonesia pada masa kolonial. Daya tarik film ini sangat sulit untuk diabaikan.
"Tema-tema seperti trauma lintas generasi, keruntuhan industri, dan daya tahan manusia adalah hal-hal yang bersifat universal---menjadikannya kandidat utama untuk diadaptasi," tambah William Pfeiffer.
Reimajinasi Antarbudaya
Pengumuman ini menandai dimulainya kolaborasi yang lebih luas antara MD dan Globalgate, yang akan fokus pada identifikasi serta pengembangan IP (intellectual property -red) dari Asia Tenggara, yang memiliki potensi besar untuk memasuki pasar global.
"Kisah ini memiliki potensi untuk direinterpretasikan dalam berbagai budaya, mencakup latar belakang dari Amerika Latin, Eropa Selatan, bagian Selatan Amerika Serikat, hingga Asia. Dengan kekayaan visual dan kekuatan emosional yang mendalam, Pabrik Gula menjadi dasar yang sempurna untuk sebuah remake yang memiliki daya tarik secara global," ungkapnya.