Film Monster Pabrik Rambut Karya Edwin Siap Tayang Perdana di Berlinale 2026
Film Monster Pabrik Rambut, karya terbaru sutradara Edwin, akan melakukan penayangan perdana dunia di Festival Film Internasional Berlin (Berlinale) 2026, menjanjikan misteri dan ketegangan dari pabrik PT Raga Abadi.
Jakarta, 17 Januari (ANTARA) - Sutradara kenamaan Indonesia, Edwin, mengumumkan bahwa karya terbarunya, Film Monster Pabrik Rambut, akan melakukan penayangan perdana dunia (world premiere) di Festival Film Internasional Berlin (Berlinale) 2026. Penayangan ini dijadwalkan berlangsung pada bulan Februari mendatang, menandai partisipasi ketiga Edwin dalam festival film bergengsi tersebut.
Pengumuman mengenai partisipasi film ini di Berlin, Jerman, pada Berlinale ke-76, dalam ajang bertajuk Special Midnight, dirilis setelah cuplikan perdana (trailer) internasional film kesembilan dari rumah produksi Palari Films ini tayang di YouTube pada Jumat (16/1). Edwin mengungkapkan rasa syukurnya dapat kembali menampilkan karyanya di Berlinale, sebuah pencapaian yang membanggakan bagi sinema Indonesia di kancah global.
Sebelumnya, Edwin telah memiliki rekam jejak yang kuat di Berlinale. Film panjang keduanya, "Kebun Binatang" (judul internasional "Postcards from the Zoo", 2012), berkompetisi di program utama (Main Competition) Berlinale ke-62, dan "Aruna & Lidahnya" (2018) pernah ditayangkan di program Culinary Cinema. Bahkan, film pendeknya, "Trip to the Wound" (2008), juga pernah diputar di Berlinale 2009, menegaskan konsistensinya di festival internasional.
Rekam Jejak Gemilang Edwin di Berlinale
Partisipasi Film Monster Pabrik Rambut dalam program Berlinale Special Midnight menjadi sorotan utama. Program ini dikenal sebagai salah satu dari empat rangkaian edisi khusus Berlinale yang mengeksplorasi berbagai genre sinema, mulai dari horor, thriller, fiksi ilmiah, hingga film-film klasik kultus instan. Penayangan larut malam ini menawarkan pengalaman sinematik yang mendebarkan, aneh, dan menegangkan bagi para penonton.
Sutradara Edwin bukan nama baru di panggung festival film internasional. Selain sukses di Berlinale, ia juga pernah meraih penghargaan prestisius Golden Leopard di Festival Film Locarno 2021 melalui film "Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas" ("Vengeance Is Mine, All Others Pay Cash"). Pengakuan internasional lainnya termasuk penghargaan Federasi Kritikus Film Internasional (FIPRESCI Award) di Festival Film Internasional Rotterdam untuk debut penyutradaraan film panjangnya, "Babi Buta yang Ingin Terbang" ("Blind Pig Who Wants To Fly"), serta predikat Sutradara Terbaik di Festival Film Indonesia untuk film "Posesif" (2017).
Pencapaian ini menunjukkan kualitas dan visi Edwin yang konsisten dalam menghasilkan karya-karya sinema yang diakui secara global. Kehadiran Film Monster Pabrik Rambut di Berlinale diharapkan dapat semakin mengukuhkan posisi Edwin sebagai salah satu sutradara paling berpengaruh dari Indonesia.
Misteri di Balik Pabrik PT Raga Abadi
Cuplikan perdana Film Monster Pabrik Rambut, yang memiliki judul internasional "Sleep No More", telah menarik perhatian publik dengan gambaran suram pabrik PT Raga Abadi. Para pekerja di pabrik tersebut terlihat mengalami kelelahan fisik yang ekstrem, menciptakan atmosfer tegang dan penuh misteri. Dialog dalam trailer mengisyaratkan insiden tragis yang menimpa ibu dari karakter Putri (Rachel Amanda), namun dicurigai bahwa ini bukanlah kejadian pertama di pabrik tersebut.
Pihak pabrik selalu memberikan penjelasan bahwa insiden-insiden yang terjadi selalu berkisar pada kasus bunuh diri atau kecelakaan kerja. Namun, narasi ini tampaknya tidak sepenuhnya meyakinkan. Putri kemudian memutuskan untuk bekerja di pabrik tersebut, didampingi oleh Ida (Lutesha) yang memiliki keyakinan kuat akan adanya kekuatan supranatural yang bersembunyi di balik dinding-dinding pabrik.
Di tengah situasi yang semakin membingungkan ini, manajemen pabrik mengumumkan tambahan upah lembur sebesar 20 persen bagi para pekerja. Namun, misteri justru semakin bertambah ketika beberapa pekerja mulai mengakui bahwa tubuh mereka seolah digerakkan oleh kekuatan misterius. Pihak pabrik dengan tegas membantah klaim tersebut, menyatakan bahwa perasaan itu hanyalah dampak dari kurang tidur dan menegaskan tidak ada makhluk supranatural di sana, menambah lapisan ketegangan pada plot film.
Kolaborasi Internasional dan Dukungan Produksi Film
Film Monster Pabrik Rambut merupakan hasil kolaborasi produksi yang luas, melibatkan Indonesia, Singapura, Jepang, Jerman, dan Prancis. Keterlibatan berbagai negara ini menunjukkan skala ambisius proyek serta dukungan internasional yang kuat terhadap visi Edwin. Produser Meiske Taurisia menjelaskan bahwa partisipasi di Berlinale merupakan tahap awal yang krusial untuk memperkenalkan film ini ke khalayak global, melalui kategori yang menyeleksi karya-karya dari berbagai negara.
Dukungan finansial dan produksi untuk film ini datang dari berbagai lembaga prestisius. Di antaranya adalah Singapore Film Commission, Berlinale World Cinema Fund, Visions Sud Est, dan Aide aux cinémas du monde. Selain itu, film ini juga mendapatkan dukungan signifikan dari dalam negeri melalui Dana Indonesiana Kementerian Kebudayaan RI dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan RI, menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendukung perfilman nasional.
Skenario film fantasi ini ditulis oleh trio berbakat: Edwin sendiri, bersama dengan penulis Eka Kurniawan dan Daishi Matsunaga, menjanjikan narasi yang kaya dan mendalam. Untuk distribusi internasional, film ini dipercayakan kepada Showbox dari Korea Selatan, sebuah perusahaan yang memiliki rekam jejak kuat dalam membawa film-film Asia ke pasar global.
Deretan Bintang dan Jadwal Tayang Film
Selain alur cerita yang menarik, Film Monster Pabrik Rambut juga dibintangi oleh deretan nama-nama besar di industri hiburan. Aktris Rachel Amanda dan Lutesha menjadi pemeran utama yang akan menghidupkan karakter Putri dan Ida. Keterlibatan mereka diharapkan dapat memberikan kedalaman emosional pada kisah misteri di pabrik tersebut.
Tidak hanya itu, film ini juga melibatkan musisi ternama seperti Iqbaal Ramadhan dan Sal Priadi, yang akan menambah daya tarik bagi penonton muda. Seniman tari legendaris Didik Nini Thowok turut ambil bagian, serta kreator konten media sosial Luqman Hakim (Kev), menunjukkan perpaduan talenta dari berbagai latar belakang. Kehadiran mereka diharapkan dapat memperkaya dinamika cerita dan menarik beragam segmen penonton.
Setelah penayangan perdana di Berlinale, Film Monster Pabrik Rambut dijadwalkan akan tayang di bioskop-bioskop Indonesia pada tahun 2026. Penantian panjang ini diharapkan akan terbayar lunas dengan pengalaman sinematik yang unik dan tak terlupakan, membawa penonton ke dalam dunia misteri dan ketegangan yang diciptakan oleh Edwin.
Sumber: AntaraNews