Kembali Jadi Host, Desta Kenang Momen Tak Terlupakan dengan Mantan Istri
Desta merasa bangga karena kembali dipercaya untuk menjadi pembawa acara The Icon Indonesia setelah lama tidak terlibat dalam format pencarian bakat.
Presenter Deddy Mahendra Desta, yang lebih dikenal sebagai Desta, kembali tampil di layar kaca SCTV dengan program baru berjudul The Icon Indonesia. Kembalinya Desta ke SCTV menandai momen yang penuh makna, mengingat perjalanan panjang yang telah ia lalui di jaringan televisi tersebut. Ia mengungkapkan bahwa hubungan yang terjalin dengan SCTV telah berlangsung cukup lama.
"Ya, saya merasa senang sekali karena memang kerja sama dengan SCTV sudah terjalin sejak lama," katanya.
Desta melanjutkan, "Bahkan, karier TV pertama saya itu di SCTV lewat acara H2C (Harap-Harap Cemas). Saya sempat lama bermain di sinetron Biang Kerok sampai 400-an episode." Ia juga mengingat momen berharga saat bertemu dengan mantan istrinya, Natasha Rizky, di stasiun televisi ini.
"Hubungan saya dengan SCTV memang sangat baik. Saya bangga bisa bergabung lagi di sini dan dipercaya menjadi host, apalagi saya sudah cukup lama tidak memandu acara pencarian bakat seperti ini," tambah Desta saat ditemui di SCTV Tower, Jakarta, pada Senin (6/4/2026).
Chemistry bersama Ananda Omesh
Desta merasa sangat bangga karena kembali mendapatkan kepercayaan untuk memandu sebuah acara besar setelah lama tidak terlibat dalam format pencarian bakat. Dalam menjalankan tugasnya, Desta akan didampingi oleh Ananda Omesh.
"Kalau dengan Omesh, kami memang sudah berteman lama. Kami juga bersama di grup The Prediksi, jadi chemistry-nya sudah sangat cair. Saya sudah tahu dia mau bicara apa, dan dia juga tahu arah bicara saya ke mana. Jadi, kerja samanya sudah sangat enak," ujarnya.
Desta berpendapat bahwa The Icon Indonesia memiliki konsep yang berbeda dibandingkan dengan ajang pencarian bakat lainnya. Ia berharap ajang ini dapat melahirkan ikon-ikon baru di industri hiburan tanah air.
"Program pencarian bakat di SCTV itu sangat bagus untuk mencari talenta-talenta baru di Indonesia. Saya rasa SCTV memiliki konsep yang berbeda dibandingkan yang lain. Ini adalah sesuatu yang segar dan diharapkan bisa melahirkan ikon-ikon baru bagi industri hiburan Indonesia," jelasnya.
Kualitas
Terkait jalannya kompetisi, Desta memberikan pujian kepada kualitas yang ditunjukkan oleh ke-24 peserta yang akan berkompetisi. Ia menekankan bahwa kepercayaan diri para peserta merupakan modal krusial untuk bersaing di panggung semegah The Icon Indonesia.
"Menurut saya, potensi mereka luar biasa. Dari cara mereka berbicara saja sudah terlihat kalau kualitas suara mereka bagus. Selain itu, mereka memiliki kepercayaan diri yang tinggi, yang menurut saya adalah modal penting," tuturnya.
Dari pernyataan Desta, terlihat bahwa ia sangat menghargai kemampuan dan kepercayaan diri peserta. Hal ini menunjukkan bahwa tidak hanya bakat yang diperlukan, tetapi juga sikap percaya diri yang dapat mendukung mereka dalam meraih kesuksesan. Keberanian untuk tampil dan menunjukkan kemampuan terbaik menjadi nilai tambah yang signifikan dalam kompetisi ini. Dengan demikian, peserta diharapkan dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk menunjukkan potensi mereka secara maksimal.
The Icon Indonesia
Namun, Desta menyadari bahwa The Icon Indonesia tidak hanya mencari suara yang merdu, tetapi juga sosok yang mampu menjadi ikon bagi negara ini. Saat ini, ia belum dapat memprediksi siapa di antara peserta yang akan tampil paling menonjol.
"Saya belum bisa menilai secara menyeluruh karena saya baru melihat penampilan awal mereka. Saya juga di sini bukan sebagai juri, melainkan sebagai host. Namun, jika melihat dari sudut pandang mantan musisi, saya melihat mereka semua punya potensi yang luar biasa. Masih butuh waktu untuk melihat siapa yang paling menonjol," katanya.