6 Fakta Perceraian Pratama Arhan dan Azizah Salsha
Setelah satu hari dari sidang perdana perceraian dengan Pratam Arhan, Azizah Salsha melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.
Pada 20 Agustus 2023, senyum bahagia Pratama Arhan dan Azizah Salsha terlihat manis di Masjid Indonesia Tokyo, Jepang, sebagai pasangan pengantin baru.
Namun, tidak ada yang menduga bahwa pada 25 Agustus dua tahun setelahnya, ikatan sehidup semati antara mereka harus berakhir dengan cara yang tragis.
Isu mengenai keretakan hubungan mereka mulai berhembus ketika foto-foto pernikahan mereka menghilang dari akun media sosial Arhan Pratama.
Dugaan penghapusan foto-foto tersebut muncul setelah Azizah Salsha mengunggah foto bersama teman-teman padelnya, di mana salah satu dari mereka adalah mantan kekasihnya, Philo Paz Armand.
Belum lama ini, di platform media sosial beredar cuplikan dokumen yang diklaim sebagai isi gugatan Pratama Arhan. Namun, keaslian dari dokumen tersebut masih belum dapat dipastikan.
Di samping itu, terdapat enam fakta penting yang perlu diketahui mengenai perceraian Pratama Arhan dan Azizah Salsha.
1. Terungkapnya 'Berkat' Andre Taulany
Proses perceraian Pratama Arhan dan Azizah Salsha sebenarnya terungkap secara tidak sengaja.
Berdasarkan tayangan Hot Shot yang disiarkan di kanal YouTube SCTV, hal ini diketahui ketika media menunggu jalannya sidang Andre Taulany di Pengadilan Agama Tigaraksa, Tangerang.
Tiba-tiba, nama Pratama Arhan dan Nurul Azizah Rosiade, nama lengkap Azizah Salsha, dipanggil untuk memasuki Ruang Sidang III.
Pendaftaran dilakukan pada tanggal 1 Agustus
Juru bicara Pengadilan Agama Tigaraksa, Sholahudin, telah mengonfirmasi bahwa Pratama Arhan mengajukan permohonan talak cerai terhadap Azizah Salsha pada tanggal 1 Agustus 2025.
"Ya. Kebetulan, kita konfirmasi ke majelis tadi. Di register kita, terdaftar tanggal 1 Agustus 2025. Sidang pertama tanggal 11, dan hari ini sidang yang kedua," ungkap Sholahudin saat dihubungi oleh awak media pada Senin (25/8).
"Sudah diputuskan tanpa hadirnya tergugat," tambahnya.
3. Proses Singkat, Tak Pernah Hadir
Sholahudin juga menyampaikan bahwa permohonan talak cerai tersebut telah disetujui. Ia menjelaskan bahwa proses yang berlangsung tergolong cepat.
"Ya (putus cerai). Cuman dua kali sidang," akunya.
Selama persidangan, baik Pratama Arhan maupun Azizah Salsha tidak pernah hadir secara langsung di ruang sidang.
Keduanya diwakili oleh kuasa hukum masing-masing, terutama Pratama Arhan.
"Kalau itu kuasanya, ya. Di sidang pertama kuasa, di sidang kedua juga kuasa karena beliau sedang ada di luar negeri dan bermain bola di sana. Majelis Hakim bilang begitu," lanjut Sholahudin.
Status Perceraian Belum Putus
Status Perceraian Pratama Arhan
Status perceraian Pratama Arhan belum mencapai tahap inkrah atau belum memiliki kekuatan hukum yang tetap.
Dengan kata lain, Azizah Salsha masih memiliki kesempatan untuk mengajukan banding dalam waktu 14 hari ke depan.
"Belum, ini kan baru dikabulkan untuk bacakan ikrarnya. Jadi belum, masih ada waktu 14 hari ke depan untuk mengajukan perlawanan," ujar Sholahudin.
5. Tentang Isi Gugatan
Akhir-akhir ini, beredar dokumen yang mengklaim sebagai isi gugatan dari Pratama Arhan. Ketika ditanya mengenai penyebab perceraian mereka, pihak pengadilan memberikan tanggapan yang hati-hati.
Sholahudin, saat diminta penjelasan lebih lanjut tentang alasan di balik gugatan cerai tersebut, mengungkapkan bahwa ia tidak dapat memberikan banyak informasi.
Ia menyatakan bahwa materi yang berkaitan dengan penyebab keretakan rumah tangga adalah hal yang bersifat privat.
"Alasannya, kami bukan di majelisnya. Itu materi yang tidak bisa kami sampaikan. Apa yang menjadi alasannya. Agenda saja yang kita pegang," tutup Sholahudin.
Azizah Salsha melaporkan dua pengguna media sosial
Pada tanggal 12 Agustus yang lalu, Azizah Salsha mengambil langkah untuk melaporkan dua akun yang sering menyebarkan informasi palsu mengenai kehidupan rumah tangganya.
Akibat dari tuduhan yang tidak berdasar tersebut, pelaku dapat menghadapi ancaman hukuman maksimal selama empat tahun penjara. Laporan ini diajukan sehari setelah berlangsungnya sidang perceraian perdana yang dihadapinya.