Workshop AI Terapan Dorong Produktivitas UMKM Blitar dengan Augmenta AI-Labs
Pelaku UMKM Blitar mengikuti workshop AI terapan yang diinisiasi Augmenta AI-Labs untuk meningkatkan produktivitas dan menjembatani kesenjangan keterampilan digital.
Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta industri kreatif di Kota Blitar, Jawa Timur, baru-baru ini berpartisipasi dalam workshop kecerdasan buatan (AI) terapan. Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong peningkatan produktivitas kerja melalui pemanfaatan berbagai platform AI yang terintegrasi. Workshop ini difokuskan pada aplikasi "Augmenta AI-Labs" yang digelar di Kafe Selasar, Pasar Legi, Kota Blitar.
Workshop AI terapan ini diinisiasi oleh tim Augmenta AI Labs dan dilaksanakan dalam tiga batch. Batch pertama telah sukses diselenggarakan pada Jumat (26/12), sementara batch kedua dan ketiga dijadwalkan pada Minggu (28/12). Acara ini berlangsung di Kafe Selasar, sebuah tempat nongkrong pecinta kopi arabika nusantara yang berlokasi di Lantai 2 Pasar Legi, Kota Blitar.
Pendiri Augmenta AI Labs, Cahyo Inda Wahono, menjelaskan bahwa pelatihan tersebut dirancang untuk menjembatani kesenjangan keterampilan digital di tengah pesatnya perkembangan teknologi AI. Melalui pendekatan praktis, peserta diajak memaksimalkan AI bukan hanya untuk tugas dasar, melainkan untuk mengoptimalkan alur kerja secara menyeluruh.
AI sebagai Mitra Produktivitas UMKM Blitar
Cahyo Inda Wahono, pendiri Augmenta AI Labs, menegaskan filosofi di balik inisiatif ini, yakni menjadikan AI sebagai mitra kerja manusia, bukan pengganti. Aplikasi Augmenta dirancang sebagai "co-pilot" agar pengguna bisa bekerja lebih efisien dan fokus pada aspek strategis dan kreatif. Dengan demikian, pelaku UMKM Blitar dapat lebih fokus pada aspek strategis dan kreatif dalam bisnis mereka.
Konsep ini diharapkan mampu mendorong adopsi AI yang lebih mendalam dan berkelanjutan. Aplikasi Augmenta mengintegrasikan berbagai platform AI ke dalam satu ekosistem kerja yang mudah diakses. Target penggunanya sangat luas, mulai dari jurnalis, kreator konten, pelaku UMKM, pendidik, hingga profesional lintas sektor.
Menjawab Tantangan Kesenjangan Keterampilan Digital
Workshop AI terapan ini juga merespons data dari "Future of Jobs Report 2025" yang dirilis World Economic Forum (WEF). Laporan tersebut memproyeksikan AI akan menciptakan sekitar 170 juta peran kerja baru pada 2030, meskipun di sisi lain 92 juta pekerjaan berisiko tergeser. Kondisi ini menyoroti pentingnya peningkatan literasi dan kompetensi AI di tingkat lokal, termasuk bagi UMKM Blitar.
Cahyo menambahkan bahwa 63 persen pemberi kerja menganggap kesenjangan keterampilan sebagai tantangan utama. Banyak pekerja sudah mulai menggunakan AI, namun sebagian besar masih sebatas pemanfaatan permukaan dan belum menyentuh transformasi alur kerja. Peningkatan produktivitas tidak akan tercapai hanya dengan membeli lisensi perangkat lunak, melainkan membutuhkan ekosistem manusia yang mampu mengorkestrasi teknologi.
Implementasi Praktis dan Dampak Lokal-Nasional
Workshop AI terapan di Blitar ini dikemas dengan suasana diskusi yang interaktif dan aplikatif. Peserta tidak hanya mendapatkan materi konseptual, tetapi juga langsung mempraktikkan penggunaan AI untuk kebutuhan kerja harian. Materi yang diajarkan meliputi pengolahan data, produksi konten, hingga efisiensi administrasi, memberikan keterampilan nyata bagi UMKM Blitar.
Pemilihan Pasar Legi Blitar sebagai lokasi kegiatan menjadi simbol penting dalam upaya mempertemukan ekonomi tradisional dengan inovasi digital. Augmenta AI Labs berharap inisiatif dari komunitas lokal ini dapat menjadi contoh bahwa pengembangan teknologi berbasis daerah mampu memberi dampak nasional. Dari Blitar, Augmenta AI Labs ingin memastikan talenta lokal tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga pemain utama dalam ekonomi digital.
Melalui rangkaian workshop ini, Augmenta AI Labs menargetkan terbentuknya komunitas pengguna AI yang lebih adaptif. Komunitas ini diharapkan siap menghadapi transformasi dunia kerja menuju 2030, dengan pendekatan yang menempatkan manusia sebagai pusat pemanfaatan teknologi.
Sumber: AntaraNews