Tahukah Anda, 90% UMKM Belum Optimalkan AI? Kemenparekraf Dorong Pemanfaatan AI untuk UMKM Perluas Pasar Global
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) gencar mendorong Pemanfaatan AI untuk UMKM agar dapat memperluas jangkauan pasar. Bagaimana AI membantu UMKM bersaing?
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Indonesia secara aktif mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk mengadopsi teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam operasional bisnis mereka. Inisiatif ini bertujuan untuk memperkuat sektor UMKM di era digital.
Langkah strategis ini bertujuan membantu UMKM memperluas jangkauan pasar mereka secara signifikan, baik di tingkat nasional maupun global. Dengan pemanfaatan AI untuk UMKM, diharapkan produk-produk lokal dapat bersaing lebih efektif di pasar internasional dan meningkatkan daya saing ekonomi kreatif Indonesia.
Inisiatif ini merupakan bagian integral dari upaya Kemenparekraf untuk menciptakan ekosistem ekonomi kreatif yang tangguh, inovatif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi terkini. Sebagai wujud nyata, pelatihan khusus mengenai penggunaan AI juga telah diselenggarakan di berbagai daerah.
Strategi Kemenparekraf Dorong Pemanfaatan AI untuk UMKM
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menegaskan bahwa pemanfaatan AI untuk UMKM bukan sekadar adopsi teknologi semata, melainkan sebuah instrumen transformatif.
Menurutnya, AI adalah alat baru yang esensial untuk memberdayakan pelaku ekonomi kreatif, memacu peningkatan kreativitas, efisiensi operasional, serta daya saing produk di pasar yang semakin kompetitif.
Dengan penguasaan digital yang memadai, UMKM diharapkan mampu menembus pasar yang lebih luas tanpa kehilangan identitas khas kreasi Indonesia. Hal ini menjadi fokus utama Kemenparekraf dalam mengembangkan potensi ekonomi kreatif nasional.
KreasiAI: Pelatihan Praktis Pemanfaatan AI untuk UMKM
Direktur Teknologi Digital Baru Kemenparekraf, Dandy Yudha Feryawan, menambahkan bahwa AI dapat menjadi instrumen praktis untuk meningkatkan kapasitas talenta ekonomi kreatif.
Namun, Dandy menekankan bahwa kreativitas dan orisinalitas dari para pelaku usaha tetap menjadi prioritas utama. Ini penting untuk menjaga keunikan serta nilai tambah produk-produk UMKM di tengah persaingan pasar yang ketat.
Terkait hal tersebut, Kemenparekraf telah menyelenggarakan pelatihan bertajuk "KreasiAI" bagi pelaku UMKM di Kota Depok, Jawa Barat. Peserta pelatihan berasal dari sub-sektor kuliner, kriya, dan fesyen, dengan sesi yang mencakup mentoring dan demonstrasi dari startup AI lokal.
Melalui KreasiAI, peserta diajarkan berbagai keterampilan digital esensial. Mereka belajar bagaimana membuat foto produk yang menarik dan video promosi yang efektif, mengembangkan strategi branding yang kuat untuk produk mereka, serta memahami uji orisinalitas empat langkah untuk menghindari pelanggaran hak cipta. Ini adalah langkah krusial mengingat data menunjukkan lebih dari 90 persen UMKM di Indonesia belum mengoptimalkan penggunaan AI dalam operasional mereka.
Dandy Feryawan berharap bahwa melalui program KreasiAI ini, para pelaku ekonomi kreatif di Depok akan semakin siap dan kompetitif dalam mengadopsi teknologi AI. Harapan besar adalah agar ekonomi kreatif dapat terus menjadi mesin pertumbuhan baru bagi perekonomian Indonesia secara keseluruhan.
Sumber: AntaraNews