Srikandi Mayantara-IWAPI Latih UMKM Wanita Manfaatkan AI, Dorong Efisiensi Bisnis Digital
Srikandi Mayantara dan IWAPI berkolaborasi melatih UMKM wanita dalam pemanfaatan AI. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan efisiensi operasional dan strategi pemasaran, membuka peluang baru di era ekonomi digital.
Organisasi pemberdayaan perempuan Srikandi Mayantara bersama Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) berkolaborasi menyelenggarakan pelatihan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) wanita. Program ini berfokus pada pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk mengoptimalkan operasional bisnis mereka.
Pelatihan ini bertujuan untuk membekali para pengusaha perempuan dengan keterampilan praktis dalam mengaplikasikan AI. Dengan demikian, mereka dapat meningkatkan efisiensi usaha, menyusun laporan keuangan otomatis, dan menciptakan konten promosi secara instan.
Inisiatif yang berlangsung di Jakarta pada Jumat, 13 Februari ini, diharapkan dapat menjembatani kesenjangan digital. Tujuannya adalah memberdayakan perempuan menjadi penggerak utama dalam perekonomian digital Indonesia yang inklusif dan berkelanjutan.
Keterampilan Praktis AI untuk Efisiensi Bisnis
Ketua Srikandi Mayantara, Iga Andita Lestari, menyoroti tantangan yang dihadapi banyak pelaku usaha dalam mengintegrasikan AI ke dalam operasional mereka. Padahal, teknologi ini sangat berpotensi menjadi asisten yang efektif untuk tata kelola usaha yang lebih efisien. Pelatihan ini dirancang untuk mengatasi kesulitan tersebut dengan memberikan pengetahuan praktis yang mudah diaplikasikan.
Materi pelatihan mencakup tiga topik utama yang krusial bagi UMKM wanita. Peserta diajarkan teknik pembuatan prompt AI yang benar, memungkinkan mereka berkomunikasi secara efektif dengan mesin untuk berbagai keperluan bisnis. Selain itu, mereka juga dibekali kemampuan membuat laporan keuangan otomatis dari data harian.
Aspek penting lainnya adalah pembuatan konten dan video promosi dalam waktu singkat menggunakan AI. Kemampuan ini sangat vital di era digital, di mana pemasaran yang cepat dan menarik menjadi kunci. Dengan demikian, para pengusaha dapat lebih fokus pada pengembangan strategi bisnis jangka panjang.
Visi Srikandi Mayantara: Pemberdayaan Digital Inklusif
Srikandi Mayantara menegaskan komitmennya untuk memastikan setiap pengusaha perempuan mampu mengubah data harian menjadi laporan keuangan siap pakai. Mereka juga didorong untuk memproduksi konten kreatif secara instan, sehingga dapat mengalokasikan lebih banyak waktu untuk strategi bisnis. Pelatihan ini terbuka bagi pengusaha perempuan dari berbagai latar belakang, memberikan akses teknologi cerdas untuk memajukan bisnis mereka.
Organisasi ini tidak hanya berhenti pada satu pelatihan, melainkan berencana untuk mengadakan lebih banyak program serupa. Pelatihan akan diperluas ke berbagai daerah di Indonesia, menjangkau lebih banyak UMKM wanita. Kolaborasi dengan berbagai pihak juga akan dijalin untuk memperluas akses terhadap teknologi dan pengetahuan.
Iga Andita Lestari menyampaikan visi besar Srikandi Mayantara untuk menjembatani kesenjangan digital. Ia berharap, melalui penguasaan AI praktis, perempuan Indonesia tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga penggerak utama ekonomi digital yang produktif dan efisien. Program pemberdayaan ini diharapkan menciptakan ekosistem digital yang inklusif dan berkelanjutan.
Peran IWAPI dalam Transformasi Digital Perempuan
Ketua Umum DPP IWAPI, Nita Yudi, menyatakan bahwa pemberdayaan perempuan melalui transformasi digital adalah langkah fundamental. Hal ini penting untuk memastikan perempuan Indonesia dapat berpartisipasi aktif dalam memajukan ekonomi digital nasional. Transformasi digital, menurut Nita, bukan sekadar adopsi teknologi, melainkan penciptaan peluang ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan bagi perempuan.
IWAPI memiliki keyakinan kuat bahwa masa depan ekonomi Indonesia yang maju sangat bergantung pada keterlibatan penuh perempuan. Dengan memanfaatkan teknologi dan digitalisasi, perempuan dapat memberikan kontribusi signifikan. Ini akan meningkatkan daya saing Indonesia di kancah global, memperkuat posisi ekonomi negara.
Untuk mencapai visi Indonesia Emas 2045, Nita Yudi menekankan pentingnya memastikan perempuan tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga pencipta dan inovator. Dengan mengintegrasikan teknologi di setiap sektor kehidupan, IWAPI yakin dapat mempercepat pencapaian tujuan ekonomi yang inklusif bagi seluruh rakyat Indonesia.
Sumber: AntaraNews