Unik! Pemkot Ambon Sulap Bekas Pasar Apung Jadi Tempat Parkir Ambon, Solusi Atasi Kemacetan Kota
Pemkot Ambon membangun **tempat parkir Ambon** di bekas Pasar Apung untuk mengatasi kemacetan dan menata kota. Fasilitas ini juga akan dilengkapi Papalele Square. Bagaimana dampaknya?
Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon sedang menggarap proyek pembangunan tempat parkir baru yang ambisius. Lokasi proyek strategis ini berada di bekas area Pasar Apung Ambon, sebuah langkah inovatif untuk penataan kota. Pembangunan ini merupakan bagian dari visi jangka panjang Pemkot Ambon untuk infrastruktur yang lebih baik.
Pembangunan ini bertujuan utama untuk mengurai kemacetan lalu lintas yang kerap terjadi di pusat kota Ambon. Selain itu, fasilitas ini diharapkan dapat menertibkan kendaraan yang selama ini parkir sembarangan di bahu jalan. Hal ini akan menciptakan lingkungan kota yang lebih tertata dan aman bagi pengguna jalan.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pemkot Ambon bertanggung jawab atas pelaksanaan proyek ini. Setelah rampung, Dinas Perhubungan akan melakukan uji coba untuk memastikan kelayakan dan kapasitasnya. Ini adalah prosedur standar untuk memastikan fasilitas publik berfungsi optimal sebelum digunakan masyarakat luas.
Strategi Penataan Kota dan Lalu Lintas
Pelaksana harian (Plh) Sekretaris Kota Ambon, Robby Sapulette, menjelaskan bahwa fasilitas parkir ini diperuntukkan bagi pengendara roda dua dan roda empat. Pekerjaan pembangunan saat ini sedang berlangsung intensif di lokasi eks (bekas) Pasar Apung. Langkah ini merupakan bagian dari upaya komprehensif Pemkot Ambon dalam menata infrastruktur kota secara menyeluruh.
Selain pembangunan tempat parkir, Dinas PUPR juga tengah membangun akses jalan masuk menuju area parkir tersebut. Penataan ini diharapkan dapat menciptakan alur lalu lintas yang lebih teratur dan efisien. Keberadaan areal parkir baru ini diharapkan mampu mengurangi kemacetan di pusat kota secara signifikan, terutama pada jam-jam sibuk.
“Setelah pembangunan selesai, Dinas Perhubungan melakukan uji coba penggunaan areal parkir tersebut untuk melihat kelayakan dan kapasitasnya,” kata Robby di Ambon, Jumat. Uji coba ini penting untuk mengevaluasi kelayakan operasional dan kapasitas maksimalnya, memastikan fasilitas ini dapat berfungsi optimal bagi masyarakat.
Papalele Square: Sentuhan Budaya di Pusat Kota
Di bagian depan lokasi bekas Pasar Apung, pemerintah berencana membangun sebuah ikon baru bernama “Papalele Square”. Proyek ini akan dianggarkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 sebagai bagian dari pengembangan kawasan. Papalele Square dirancang untuk menjadi pusat kegiatan ekonomi dan budaya yang unik.
Robby Sapulette menjelaskan bahwa Papalele Square akan diperuntukkan bagi para “mama-mama Ambon”. Mereka adalah pedagang dari kawasan gunung dan semenanjung Nusaniwe yang akan berjualan di sana. Mereka akan mengenakan baju Cele sebagai ciri khas warga Ambon, sesuai instruksi Wali Kota, menambah nilai budaya pada area tersebut.
Kehadiran Papalele Square tidak hanya memperindah tata ruang kota, tetapi juga diharapkan dapat memperkuat sektor ekonomi lokal di sekitar pusat kota Ambon. Ini adalah langkah strategis untuk mendukung kenyamanan warga, mempromosikan budaya lokal, dan memperkuat identitas kota Ambon.
Target dan Dampak Pembangunan
Pemerintah menargetkan pembangunan tempat parkir ini rampung sebelum akhir tahun 2025. Dengan demikian, fasilitas ini dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat untuk mengatasi masalah kemacetan. Percepatan pembangunan menjadi prioritas utama untuk segera memberikan solusi bagi permasalahan lalu lintas di kota Ambon.
Setelah tahap uji coba, akan dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap kapasitas dan efektivitas parkir yang baru dibangun. Evaluasi ini penting untuk memastikan pemanfaatan berjalan optimal dan sesuai harapan masyarakat. Penataan kawasan ini juga bertujuan agar bekas pasar tidak lagi menjadi area kumuh dan semrawut, melainkan area yang tertata rapi.
“Penataan kawasan ini merupakan langkah strategis untuk mendukung kenyamanan warga, memperindah tata ruang kota, sekaligus memperkuat sektor ekonomi lokal di sekitar pusat kota Ambon,” ucap Robby. Diharapkan, aktivitas masyarakat di pusat kota Ambon menjadi lebih lancar, tertib, dan lebih produktif dengan adanya fasilitas baru ini.
Sumber: AntaraNews