Ternyata Ini Alasan Warren Buffet Ogah Investasi Bitcoin
Investor tetap berpegang pada aset produktif adalah ide yang bijaksana.
Warren Buffett mengaku tidak memiliki keinginan untuk memiliki bitcoin. Alasannya, berinvestasi bitcoin tidak akan menghasilkan apa-apa. Sebaliknya, dia lebih memilih memiliki 2 aset yang sangat didambakan dan produktif ini.
"Meskipun koin kripto terbesar di dunia ini jelas telah menjadi arus utama, ada satu investor terkemuka yang tetap kritis terhadap peluang ini: Warren Buffett," tulis Yahoo Finance, dikutip Senin (4/10).
Pada rapat pemegang saham tahunan Berkshire Hathaway tahun lalu, Buffett mengatakan bahwa meskipun dia tidak tahu apakah bitcoin akan naik atau turun di masa depan, dia cukup yakin bahwa “itu tidak menghasilkan apa-apa.” Dan itulah mengapa dirinya tidak memiliki aset tersebut.
“Jika Anda mengatakan kepada saya bahwa Anda memiliki semua bitcoin di dunia dan Anda menawarkannya kepada saya seharga USD 25, saya tidak akan menerimanya karena apa yang akan saya lakukan dengannya?” dia bertanya. “Saya harus menjualnya kembali kepada Anda dengan cara apa pun. Itu tidak akan menghasilkan apa-apa," ujar Buffett.
Pilih Investasi Lahan dan Apartemen
Saat mengkritik bitcoin, Buffett menyinggung dua aset yang akan dia beli jika diberi kesempatan. Dia memilih untuk menginvestasikan uangnya dalam bentuk lahan pertanian.
Dia menyebut, pertanian dan bitcoin tidak memiliki banyak kesamaan. Meski Buffett tidak dikenal sebagai investor pertanian, namun ia melihat nilai dalam kelas aset yang penting bagi sektor ini yaitu lahan pertanian.
Maksudnya adalah jika membeli lahan pertanian, Anda memiliki aset berwujud yang menghasilkan pangan. Sementara bitcoin diciptakan pada tahun 2009 ketika komunitas pertanian mulai terbentuk sekitar 10.000 tahun yang lalu.
Selain pertanian, Buffett memilih untuk berinvestasi dalam aset gedung apartemen.
Dia menilai, baik perekonomian sedang booming atau resesi, masyarakat memerlukan tempat tinggal. Dan dengan harga real estat yang naik ke tingkat yang tidak terjangkau di banyak wilayah di negara ini, menyewa rumah menjadi satu-satunya pilihan bagi banyak orang.
“Apartemen akan menghasilkan uang sewa, dan pertanian akan menghasilkan makanan," bebernya.
Walaupun bitcoin menawarkan potensi kenaikan jangka panjang yang menarik. Namun bagi investor yang menghindari risiko dan ingin menghindari volatilitas sebanyak mungkin, tetap berpegang pada aset produktif adalah ide yang bijaksana.
Sebagai gambaran, bitcoin diperdagangkan dengan harga sekitar USD38,000 per unit ketika Buffett membuat komentar tersebut. Sekarang, cryptocurrency telah jatuh ke USD21,700.