Ternyata Begini Masalah Utama Industri Telur Global, Apa Solusinya?
Ini adalah realita menyedihkan yang perlu diketahui oleh publik, dengan pesan yang jelas bagi perusahaan.
Act for Farmed Animals bakal menggelar pameran dokumentas yang mengangkat isu telur yang diproduksi dengan sistem sangkar sempit. Pameran berlangsung di Jakarta dari tanggal 20 hingga 22 Juni ini menghadirkan 37 spanduk raksasa setinggi 2 meter. Masing-masing spanduk menunjukkan dokumentasi asli dari ayam betina yang terkurung dalam sangkar sempit, diambil di 37 negara dari berbagai penjuru dunia.
“Ini adalah koleksi foto yang terlengkap, yang mendokumentasikan penderitaan ayam betina dari banyak negara" ujar Elfha Shavira, pemimpin kampanye di Act for Farmed Animals.
"Ini adalah realita menyedihkan yang perlu diketahui oleh publik, dengan pesan yang jelas bagi perusahaan, bahwa masyarakat tidak ingin mendukung praktik ini," tambahnya.
Sejak tahun 2020 Act for Farmed Animals telah mengajak 51 perusahaan lokal dan global untuk memiliki kebijakan bebas sangkar. Hal ini menandakan mulai meningkatnya kepedulian publik terhadap kesejahteraan hewan dan aspek etika yang mereka pertimbangkan saat menjadi konsumen produk makanan dan minuman.
Walaupun begitu, hampir seluruh industri telur di Indonesia masih menggunakan sistem kandang sangkar, yang membuat ayam tidak dapat membuka sayap sepenuhnya dan melakukan perilaku alamiahnya.
Pengalaman Mendalam
"Pameran ini bertujuan untuk memulai percakapan dengan publik, di mana para relawan Act for Farmed Animals memberikan informasi melalui selebaran dan berinteraksi langsung dengan pengunjung."
Melalui beberapa gawai yang tersedia di lokasi, para relawan juga menampilkan video tentang kehidupan menyedihkan ayam di pabrik peternakan, menekankan peran penting perusahaan, dan mendorong perusahaan besar di Indonesia untuk menghentikan penggunaan telur dari sistem kandang sempit.
Act for Farmed Animals bertujuan menggunakan pameran penting ini untuk menyoroti kenyataan pahit tentang sumber makanan di perusahaan-perusahaan besar di Indonesia. Sayangnya, belum banyak perusahaan yang memberikan transparansi terkait realita dibalik industri telur.