Takut Indonesia Bubar, Prabowo Janji Tak Jual Lahan ke Investor Asing
Prabowo mendorong Indonesia untuk mencapai kemandirian ekonomi dengan mewujudkan program swasembada.
Dalam acara Sarasehan Ekonomi yang digelar di Menara Mandiri, Jakarta, pada Selasa (8/4), Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk menjaga agar ekonomi Indonesia tetap berlandaskan pada nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. Menurut Prabowo, pertumbuhan ekonomi yang tinggi tidak boleh mengorbankan persatuan bangsa Indonesia.
"Ekonomi kita apa? Ekonomi kita berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, berarti ekonomi kita harus berdasarkan sila-sila itu. Harus berketuhanan, harus mengandung persatuan Indonesia," ujar Prabowo dalam kesempatan tersebut.
Presiden Prabowo juga menekankan bahwa Indonesia tidak akan menjual lahan dan tanah kepada investor asing dengan harga murah. Komitmen ini merupakan langkah penting untuk memperkuat persatuan Indonesia, dengan tetap menjaga kedaulatan dan kekayaan alam negara.
"Kita tidak mau pertumbuhan-pertumbuhan tapi Indonesia bubar, tidak mau. Kita tidak mau menjual kekayaan kita dengan murah, kita tidak mau menjual tanah kita kepada bangsa asing dengan murah, semua tujuannya persatuan Indonesia, kemanusiaan," tegas Prabowo, yang menunjukkan sikap tegas terhadap kebijakan luar negeri yang dapat merugikan negara.
Tekankan Pembangunan Indonesia Berlandaskan Kedaulatan Bangsa
Untuk mencapainya, Prabowo mendorong Indonesia untuk mencapai kemandirian ekonomi dengan mewujudkan program swasembada pangan dan energi, yang menjadi cita-cita pendiri bangsa.
"Bertahun-tahun pendiri bangsa dan saya ingatkan kita bangun ekonomi kita di bawah kaki kita sendiri, berdikari," lanjutnya.
Menurut Prabowo, strategi ini selaras dengan kebijakan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang mendukung ketahanan pangan global. Dengan demikian, Indonesia diharapkan dapat menjadi negara yang mandiri dan mampu bersaing dengan negara maju.
"Kita tidak mau yang lemah ditinggal, kita tidak mau yang miskin disuruh bersaing dengan yang kuat. Saudara-saudara ini dasar kerakyatan dan tujuan terakhirnya adalah keadilan sosial," ujarnya, menegaskan bahwa kebijakan yang dijalankan bertujuan untuk mencapai kesejahteraan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Prabowo menutup pernyataannya dengan menekankan bahwa ekonomi Indonesia harus dibangun atas dasar kedaulatan, persatuan, dan keadilan, agar bisa menjadi negara yang kuat dan mampu menjaga kemakmuran bagi semua rakyat.