Tahukah Anda? Transaksi QRIS Aceh Melonjak 22,23 Persen, Tembus Rp1,38 Triliun Hingga Juli 2025
Nilai transaksi QRIS Aceh mencapai Rp1,38 triliun hingga Juli 2025, naik signifikan 22,23 persen. Apa yang mendorong pertumbuhan pesat ini dan bagaimana BI Aceh mendukungnya?
Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Aceh melaporkan bahwa nilai transaksi menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di wilayah Aceh telah mencapai Rp1,38 triliun. Data ini terkumpul selama periode Januari hingga Juli 2025, menunjukkan peningkatan signifikan dalam penggunaan metode pembayaran digital.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Aceh, Agus Chusaini, mengungkapkan bahwa terjadi kenaikan sebesar 22,23 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Peningkatan ini mencerminkan adopsi pembayaran non-tunai yang semakin meluas di kalangan masyarakat Aceh.
Pertumbuhan transaksi ini didukung oleh peningkatan jumlah pengguna dan merchant QRIS di Aceh, serta volume transaksi yang terus bertambah. Bank Indonesia Aceh juga aktif melakukan berbagai upaya strategis untuk mendukung digitalisasi pembayaran di provinsi tersebut.
Pertumbuhan Signifikan Penggunaan QRIS di Aceh
Pertumbuhan transaksi QRIS di Aceh sejalan dengan peningkatan jumlah penggunanya yang kini telah mencapai 687.422 user. Angka ini mengalami kenaikan dibandingkan dengan akhir tahun 2024 yang tercatat sekitar 658.721 user, menunjukkan minat yang terus meningkat dari masyarakat.
Dari sisi volume, jumlah transaksi QRIS di Aceh hingga Juli 2025 telah mencapai 12 juta transaksi. Capaian ini tumbuh sebesar 27,55 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, menandakan intensitas penggunaan yang lebih tinggi.
Jumlah merchant QRIS di Aceh juga mengalami pertumbuhan yang substansial, mencapai 218.396 merchant. Angka ini bertambah sekitar 39,4 ribu dari 178.926 merchant yang tercatat pada akhir tahun 2024.
Agus Chusaini menyatakan, "Peningkatan ini mencerminkan semakin luasnya penggunaan QRIS oleh masyarakat dalam aktivitas ekonomi sehari-hari, baik pada sektor perdagangan, jasa maupun layanan publik." Hal ini menunjukkan bahwa transaksi QRIS Aceh telah menjadi bagian integral dari kegiatan ekonomi lokal.
Strategi Bank Indonesia Aceh Mendorong Digitalisasi Pembayaran
Dalam mendukung target 58 juta QRIS di seluruh Indonesia, Bank Indonesia Aceh terus melakukan berbagai upaya strategis. Kolaborasi erat dijalin dengan Penyedia Jasa Pembayaran (PJP), pemerintah daerah, dan mitra lainnya untuk memastikan implementasi yang efektif.
Berbagai kegiatan dilaksanakan untuk meningkatkan literasi dan pengalaman masyarakat dalam bertransaksi menggunakan QRIS. "Kita juga mengadakan program menarik seperti cashback dan promo lainnya untuk meningkatkan literasi dan experience masyarakat dalam bertransaksi menggunakan QRIS," kata Agus.
Secara umum, minat masyarakat Aceh terhadap sistem pembayaran non-tunai QRIS menunjukkan tren positif yang berkelanjutan. Meskipun masih menghadapi beberapa tantangan di lapangan, adopsi teknologi pembayaran digital terus berkembang.
Agus Chusaini berharap digitalisasi akan terus mewarnai kehidupan di Aceh di masa mendatang. Oleh karena itu, dukungan dari berbagai pihak, termasuk media, sangat diperlukan untuk mencapai tujuan ini dan memperkuat ekosistem pembayaran digital di Aceh.
Sumber: AntaraNews