Tahukah Anda? Mentan Pastikan Beras SPHP Banjiri Pasar, Harga Terjangkau di Tengah Panen Melimpah!
Menteri Pertanian memastikan pasokan Beras SPHP melimpah di pasar tradisional dan ritel modern dengan harga terjangkau. Benarkah stok nasional aman meski harga sempat naik?
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan ketersediaan Beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) akan melimpah di pasaran. Program ini bertujuan memastikan harga terjangkau bagi masyarakat luas di tengah musim panen yang berlimpah. Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Perum Bulog terus mengoptimalkan penyaluran beras SPHP. Langkah ini diambil untuk menstabilkan harga komoditas pangan pokok yang sempat mengalami kenaikan signifikan. Pasokan beras SPHP dipastikan akan membanjiri berbagai titik penjualan. Mulai dari pasar tradisional, ritel modern, hingga warung-warung kecil di seluruh wilayah Indonesia.
Mentan: Kenaikan Harga Beras Adalah Anomali, Bukan Karena Kurangnya Produksi
Mentan Amran Sulaiman menekankan bahwa kenaikan harga beras yang terjadi merupakan sebuah anomali. Ia menegaskan kondisi tersebut tidak disebabkan oleh kurangnya produksi beras nasional. "Alhamdulillah, produksi beras kita aman," ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan potensi surplus hingga 3,7 juta ton hingga Oktober ini. Mentan menambahkan, ketahanan pangan Indonesia saat ini dalam kondisi yang cukup aman. Dengan stok cadangan beras pemerintah (CBP) di gudang Perum Bulog mencapai sekitar 3,9 juta ton, tidak ada alasan bagi harga beras untuk naik. Pemerintah menjamin ketersediaan stok dan akan menindak tegas penimbun atau pihak yang melakukan spekulasi.
Panen Raya dan Peningkatan Produksi Padi Nasional
Kondisi pasokan beras nasional dipastikan sangat aman dan terkendali seiring berlangsungnya panen raya di berbagai wilayah. Badan Pusat Statistik (BPS) telah mengonfirmasi tren kenaikan signifikan pada potensi luas panen dan produksi gabah kering giling (GKG). Deputi Bidang Statistik Produksi BPS, Pudji Ismartini, menjelaskan produksi padi dari Agustus hingga Oktober 2025 diperkirakan mencapai 15,80 juta ton GKG. Angka ini menunjukkan kenaikan sebesar 4,16 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Secara kumulatif, total produksi padi dari Januari hingga Oktober 2025 diproyeksikan mencapai 53,87 juta ton GKG. Peningkatan sebesar 12,17 persen ini didorong oleh bertambahnya luas panen yang signifikan di berbagai daerah. Panen raya tersebar di 10 provinsi dan 10 kabupaten/kota dengan potensi luas panen tertinggi. Data BPS menunjukkan panen raya terkonsentrasi di sejumlah sentra produksi padi.
Data BPS menunjukkan panen raya terkonsentrasi di sejumlah sentra produksi padi, dengan potensi luas panen pada periode Agustus-Oktober 2025 tersebar di:
- Provinsi-provinsi besar seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Banten, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Lampung, Aceh, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Nusa Tenggara Barat, dan Kalimantan Selatan.
- 10 kabupaten/kota dengan potensi panen tertinggi pada September, di antaranya:
- Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (potensi produksi GKG mencapai 235,57 ribu ton)
- Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Selatan (potensi produksi GKG mencapai 97,94 ribu ton)
- Kabupaten Indramayu, Jawa Barat (potensi produksi GKG mencapai 113,46 ribu ton)
Optimalisasi Penyaluran Beras SPHP di Ritel Modern
Badan Pangan Nasional (Bapanas) menegaskan pemerintah bersama pemangku kepentingan akan memasifkan penyaluran beras SPHP. Penyaluran ini akan difokuskan di ritel modern guna menjaga ketersediaan dan menyeimbangkan harga pangan nasional. Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, menyatakan langkah ini penting. Ini untuk mengimbangi adanya pergeseran distribusi perberasan ke pasar tradisional. Bapanas mencatat realisasi penjualan beras SPHP untuk periode Juli-Desember per 3 September telah mencapai 126,2 ribu ton. Target penyaluran hingga akhir 2025 adalah 1,3 juta ton untuk memastikan stabilitas pasokan dan harga di seluruh Indonesia.
Sumber: AntaraNews