Survei: Pasangan Suami Istri Bertengkar Soal Uang 58 Kali Setahun, Ini Penyebabnya
Usia berperan dalam cara pasangan menangani masalah keuangan.
Membicarakan keuangan dengan pasangan masih dianggap sebagai topik yang tabu dalam banyak hubungan. Namun, hasil survei terbaru menunjukkan bahwa keuangan menjadi sumber perdebatan yang signifikan dalam kehidupan rumah tangga. Survei yang dilakukan oleh Talker Research untuk aplikasi uang internasional Wise menemukan bahwa pasangan rata-rata berdebat tentang uang sebanyak 58 kali setahun—lebih dari sekali seminggu. Bahkan, bagi pasangan dalam hubungan jarak jauh, angka ini lebih tinggi, mencapai 72 kali setahun.
Hasil survei juga mengungkapkan bahwa usia berperan dalam cara pasangan menangani masalah keuangan. Generasi milenial, misalnya, lebih sering berselisih tentang uang, rata-rata enam kali sebulan. Sebaliknya, generasi baby boomer lebih jarang terlibat dalam perselisihan semacam ini, dengan rata-rata hanya tiga kali sebulan. Perbedaan ini menunjukkan bahwa pasangan yang lebih muda mungkin menghadapi tantangan keuangan yang berbeda dan lebih kompleks dibandingkan pasangan yang lebih tua.
Selain itu, dinamika hubungan juga mempengaruhi bagaimana pasangan mengelola diskusi keuangan. Pasangan yang tinggal bersama mungkin mengalami sedikit lebih sedikit perselisihan, dengan rata-rata 53 perdebatan keuangan per tahun, sementara pasangan jarak jauh lebih sering menghadapi masalah keuangan yang lebih banyak.
Dinamika Kekuasaan dan Ego dalam Diskusi Keuangan
Mengapa pembicaraan tentang keuangan seringkali menimbulkan ketegangan dalam hubungan? Salah satu alasannya adalah dinamika kekuasaan dan ego yang saling bertabrakan dalam diskusi ini.
Faktanya, 44% responden dalam survei ini mengaku bahwa ketakutan terbesar mereka adalah pembicaraan mengenai uang bisa memicu pertengkaran. Ini tidak mengherankan, mengingat bagaimana keuangan sering menjadi isu yang mengarah pada perselisihan.
Berdasarkan survei, 43% pasangan kesulitan untuk menyepakati apa yang termasuk dalam anggaran bulanan mereka, sementara 36% berselisih pendapat tentang pengeluaran yang dianggap tidak penting, seperti liburan dan layanan streaming. Selain itu, kebiasaan menabung juga menjadi sumber ketegangan, dengan 34% pasangan tidak sepakat tentang berapa banyak yang harus mereka sisihkan untuk tabungan.
Masalah Lain yang Timbul dari Ketidaksepakatan Keuangan
Hasil survei juga mengungkapkan bahwa banyak pasangan yang memiliki pandangan yang berbeda tentang pengeluaran dan tabungan. Sekitar 32% responden mengaku memiliki pandangan yang berbeda tentang cara mengelola uang, sementara seperempatnya merasa pasangan mereka tidak bertanggung jawab secara finansial. Kekhawatiran lainnya termasuk rasa takut dihakimi karena kebiasaan keuangan mereka (18%), ketidaknyamanan membahas utang pribadi (17%), dan kegelisahan tentang perbedaan pendapat tentang pengeluaran (16%).
Bagi pasangan dalam hubungan internasional atau jarak jauh, percakapan mengenai keuangan bisa menjadi lebih rumit. Sekitar 27% dari mereka mengungkapkan bahwa perbedaan budaya membuat diskusi tentang uang menjadi canggung, sementara 42% merasa mereka memiliki lebih banyak masalah keuangan yang perlu diselesaikan dibandingkan pasangan yang tinggal bersama.
Apakah Menyamakan Filosofi Keuangan Itu Penting?
Meskipun begitu banyak pasangan yang mengalami kesulitan dalam hal keuangan, mayoritas pasangan (82%) percaya bahwa memiliki pandangan keuangan yang sama adalah kunci untuk menjaga hubungan yang sehat. Namun, hanya 69% yang merasa bahwa mereka dan pasangan mereka benar-benar memiliki pandangan yang sejalan tentang uang. Ketimpangan ini semakin terlihat pada pasangan yang menjalin hubungan internasional. Sekitar 73% pasangan internasional merasa perlu membahas keuangan lebih sering, sementara hanya 37% pasangan yang tinggal di tempat yang sama merasakan hal yang sama.