Senjata Anti-Drone Buatan TNI Jadi Sorotan di Indo Defence 2025
Drone Jammer Gun telah menyabet Juara I Lomba Karya Cipta Teknologi 2024.
Di tengah hiruk-pikuk Pameran Indo Defence 2025 yang digelar di JIExpo Kemayoran, Jakarta, sebuah senjata futuristik menarik perhatian public Drone Jammer Gun. Inilah salah satu andalan terbaru dari Markas Besar TNI yang menunjukkan arah baru pertahanan Indonesia bukan hanya soal kekuatan fisik, tapi juga keunggulan teknologi siber.
Senjata berbentuk seperti senapan besar ini tampil mencolok dengan bodi berwarna hijau dan desain kokoh, berukuran 700 cm x 320 cm x 145 cm. Meski terlihat garang, beratnya hanya sekitar 5 kilogram, cukup ringan untuk dibawa prajurit di lapangan. Yang paling mengesankan, alat ini mampu melumpuhkan drone musuh dari jarak hingga 800 meter.
“Jika alat ini diaktifkan, maka frekuensi yang digunakan drone akan terganggu. Akibatnya, drone tidak bisa dikendalikan dan kehilangan arah,” jelas seorang petugas dari Mabes TNI kepada pengunjung pameran.
Teknologi ini bukan sekadar prototipe. Drone Jammer Gun telah menyabet Juara I Lomba Karya Cipta Teknologi 2024, membuktikan bahwa hasil karya anak bangsa bisa bersaing dengan teknologi global. Dibekali sistem frequency jamming, alat ini mampu memutus koneksi antara drone dan pengendalinya membuat perangkat musuh kehilangan fungsi utamanya dalam sekejap.
Pameran Indo Defence 2025, yang digelar dari 11 hingga 14 Juni, memang menjadi panggung bagi inovasi pertahanan nasional. Ribuan pengunjung, mulai dari pelajar, profesional militer, hingga pejabat asing, memadati booth TNI untuk menyaksikan langsung kecanggihan perangkat ini. Antusiasme tampak jelas ketika para pengunjung diperlihatkan cara kerja Drone Jammer Gun secara langsung.
Di balik kemegahan pameran ini, tersirat pesan besar dari Presiden Prabowo Subianto yang membuka acara Indonesia tidak boleh tertinggal dalam perlombaan teknologi pertahanan. Dengan memperkuat pengembangan sistem senjata berbasis elektronik dan siber, Indonesia sedang menapaki era baru dalam modernisasi militer.
Drone Jammer Gun hanyalah salah satu dari banyak inovasi yang ditampilkan. Namun, kehadirannya seolah menjadi simbol bahwa pertahanan masa depan tak lagi hanya soal peluru dan tank melainkan soal sinyal, data, dan kecepatan adaptasi terhadap ancaman digital.