Fakta Unik Tank Harimau: Hasil Kolaborasi Indonesia-Turki, Alutsista Kebanggaan TNI AD di TNI AD Fair 2025

TNI AD pamerkan alutsista terbaru, Tank Harimau, hasil kerja sama Indonesia-Turki di TNI AD Fair 2025. Temukan detail spesifikasi dan keunggulan tank kebanggaan nasional ini!

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Fakta Unik Tank Harimau: Hasil Kolaborasi Indonesia-Turki, Alutsista Kebanggaan TNI AD di TNI AD Fair 2025
TNI AD pamerkan alutsista terbaru, Tank Harimau, hasil kerja sama Indonesia-Turki di TNI AD Fair 2025. Temukan detail spesifikasi dan keunggulan tank kebanggaan nasional ini! (Merdeka.com)

Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) secara resmi memamerkan alutsista terbarunya, Tank Harimau, dalam gelaran akbar "TNI AD Fair 2025" yang diselenggarakan di Silang Timur Monas, Jakarta. Acara yang berlangsung pada Sabtu, 20 September ini menarik perhatian ribuan pengunjung yang antusias menyaksikan teknologi pertahanan terkini.

Kehadiran Tank Harimau menjadi sorotan utama mengingat kendaraan tempur ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Indonesia dan Turki. Kepala Dinas Penerangan TNI AD, Brigjen TNI Wahyu Yudhayana, mengungkapkan kebanggaan mendalam atas pencapaian ini, menekankan pentingnya produksi dalam negeri.

Pameran ini tidak hanya menampilkan kekuatan militer, tetapi juga menjadi ajang edukasi bagi masyarakat mengenai peran dan modernisasi TNI AD. Tank Harimau, dengan segala kecanggihannya, menjadi simbol kemandirian dan kemajuan industri pertahanan nasional.

Spesifikasi Unggul Tank Harimau: Kekuatan Tempur Modern

Tank Harimau, yang juga dikenal sebagai Kaplan MT, dirancang untuk menghadapi berbagai medan pertempuran dengan mobilitas dan daya gempur yang tinggi. Kendaraan tempur ini memiliki bobot sekitar 30 ton, dengan dimensi panjang 7 meter, lebar 3,2 meter, dan tinggi 2,62 meter, memberikan keseimbangan antara perlindungan dan kelincahan.

Dari segi performa, Tank Harimau mampu melaju hingga kecepatan 70 kilometer per jam di jalan raya, menjadikannya salah satu tank kelas menengah yang cepat. Jarak jelajahnya mencapai 600 kilometer, memungkinkan operasi jarak jauh tanpa perlu sering melakukan pengisian bahan bakar, sebuah keunggulan strategis di medan perang.

Persenjataan utamanya sangat mematikan, berupa meriam kaliber 105 milimeter yang mampu menjangkau target lebih dari 5 kilometer, tergantung pada jenis munisi yang digunakan. Jarak tembak efektif meriam ini sekitar 3 kilometer, memastikan daya hancur yang signifikan terhadap target musuh.

Kombinasi antara mobilitas tinggi, perlindungan yang memadai, dan daya tembak superior menjadikan Tank Harimau sebagai aset berharga bagi kekuatan pertahanan darat Indonesia.

Kebanggaan Produksi Dalam Negeri dan Jumlah Unit Operasional

Brigjen TNI Wahyu Yudhayana menegaskan bahwa Tank Harimau adalah "Alutsista paling baru di TNI AD, hasil kerja sama Indonesia-Turki yang diproduksi di dalam negeri. Itu menjadi kebanggaan kita.” Pernyataan ini menyoroti pentingnya kemandirian industri pertahanan nasional.

Proses produksi Tank Harimau dimulai pada tahun 2019, dan unit-unit pertama telah tiba di Indonesia sejak tahun 2021. Ini menunjukkan komitmen serius dari kedua negara dalam mengembangkan teknologi pertahanan bersama.

Hingga saat ini, TNI AD tercatat telah mengoperasikan sebanyak 18 unit Tank Harimau. Jumlah ini diharapkan akan terus bertambah seiring dengan rencana pengadaan dan produksi lanjutan, memperkuat daya gempur pasukan darat Indonesia.

Pameran Alutsista Lain dan Edukasi Publik di TNI AD Fair 2025

Selain Tank Harimau, "TNI AD Fair 2025" juga menampilkan beragam alutsista modern lainnya yang dimiliki oleh TNI AD. Pengunjung dapat melihat langsung Panser Anoa, Tank Leopard, berbagai jenis helikopter, serta perlengkapan komunikasi dan konstruksi militer.

Antusiasme masyarakat terlihat jelas, dengan banyak warga yang memanfaatkan kesempatan untuk berfoto di depan kendaraan tempur yang gagah. Pameran ini berhasil mendekatkan TNI dengan rakyat, memberikan gambaran nyata tentang kekuatan pertahanan negara.

Asisten Logistik KSAD Mayjen TNI Adisura Firdaus Tarigan menambahkan bahwa pameran ini bukan hanya tentang persenjataan, tetapi juga menghadirkan stan edukasi dan layanan publik. "Ia mempersilakan kepada para pengunjung untuk bertanya tentang TNI AD, mulai dari rekrutmen hingga ketahanan pangan, sejarah atau hal lainnya berkaitan dengan TNI AD di jajaran stand yang ada di sepanjang jalan," ujarnya.

Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan partisipasi publik terhadap isu-isu pertahanan nasional, serta membuka kesempatan bagi generasi muda untuk mengenal lebih dekat profesi militer.

Menanti Kedatangan Roket Khan PDM-600: Alutsista Strategis Masa Depan

Modernisasi alutsista TNI AD tidak berhenti pada Tank Harimau. Brigjen TNI Wahyu Yudhayana juga menyinggung tentang alutsista strategis lain, yaitu Roket Khan PDM-600. Roket ini saat ini sudah dikerahkan ke Kalimantan Timur, meskipun belum dapat dipamerkan di Monas karena masih dalam tahap serah terima.

Proses serah terima Roket Khan PDM-600 direncanakan akan diadakan pada awal tahun depan. Wahyu menjelaskan, "Rudal ini pengirimannya baru batch pertama. Jadi belum diserah terima-kan kepada kami. nanti rencana pada tahun 2026, awal tahun 2026, saat pengiriman batch yang kedua, itu nanti akan ada penyerahan."

Kehadiran Roket Khan PDM-600 akan semakin memperkuat kemampuan pertahanan udara dan darat TNI AD, khususnya di wilayah-wilayah strategis seperti Kalimantan Timur. Ini menunjukkan visi jangka panjang TNI AD dalam membangun kekuatan militer yang modern dan tangguh.

Pameran "TNI AD Fair 2025" yang berlangsung selama dua hari, 20-21 September, dengan total 22 stan satuan TNI AD serta panggung hiburan rakyat, menjadi bukti nyata komitmen TNI AD dalam berinteraksi dengan masyarakat sekaligus menunjukkan kesiapan pertahanan negara.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi