Resmi Kolaborasi, Askrindo Kini Jamin Kredit Perumahan dan Usaha Mikro BPD Bali
Proteksi berimbang untuk hunian dan usaha mikro ini diyakini dapat memberikan jangkauan pelindungan yang luas bagi nasabah Bank BPD Bali.
PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) bersama PT Bank Pembangunan Daerah Bali (BPD Bali) menandatangani perjanjian kerja sama (PKS) untuk proteksi asuransi melalui produk Asuransi Kredit Program Perumahan (KPP) dan Asuransi Mikro (Asmik).
"Askrindo berkomitmen mendukung penuh Bank BPD Bali dalam melindungi debiturnya," kata Direktur Bisnis Askrindo Budhi Novianto dikutip Antara, Rabu (14/1).
Budhi menambahkan, pihaknya menyediakan produk asuransi dengan konsep sederhana, mudah, ekonomis, dan segera untuk memastikan layanan asuransi dijalankan dengan prinsip operasional yang efektif.
"Hal ini memastikan bahwa nasabah Bank BPD Bali mendapatkan layanan yang tidak berbelit-belit, premi yang terjangkau, serta respon yang cepat," tambahnya.
Direktur Utama BPD Bali I Nyoman Sudharma menuturkan prioritas utama bank adalah memastikan nasabah memiliki ketenangan finansial. Proteksi berimbang untuk hunian dan usaha mikro ini diyakini dapat memberikan jangkauan pelindungan yang luas bagi nasabah Bank BPD Bali.
"Dengan adanya perlindungan dari Askrindo, nasabah Bank BPD Bali kini lebih terproteksi dari risiko ketidakpastian, baik dalam kepemilikan hunian maupun dalam menjalankan usaha mikro," ujar I Nyoman.
Perkuat Ekosistem Pembiayaan
Ke depan, Askrindo dan BPD Bali berharap kemitraan ini dapat terus berkembang, memperkuat ekosistem pembiayaan nasional, serta memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, sekaligus menciptakan ekosistem bisnis yang lebih tangguh dan terproteksi bagi seluruh lapisan masyarakat.
Sebagai informasi, Askrindo membukukan laba setelah pajak sebesar Rp687,4 miliar hingga kuartal III-2025, tumbuh 591,6 persen (year-on-year/yoy).
Direktur Utama Askrindo M Fankar Umran menyebut kontributor utama terhadap pertumbuhan laba bersih adalah penerapan prudential underwriting yang memadai, dengan realisasi Rp838,8 miliar dan tumbuh sebesar 172,1 persen (yoy).
Selanjutnya, sejalan dengan strategi diversifikasi portfolio bisnis, total premi pada bisnis suretyship dan asuransi umum tercatat sebesar Rp609 miliar dan tumbuh sebesar 15 persen (yoy).
Pendapatan premi Askrindo juga diperoleh dari program pemerintah (KUR) sebesar Rp2,5 triliun atau 81 persen dari total premi sampai dengan September 2025.