Bank Mandiri Bidik Penyaluran Kredit Tumbuh Dua Digit Tahun 2026

Bank Mandiri memproyeksikan pertumbuhan kredit akan tetap berada di atas rata-rata industri, sekaligus sejalan dengan arah kebijakan dan proyeksi regulator.

Tira Santia
Oleh Tira Santia - Reporter
Bank Mandiri Bidik Penyaluran Kredit Tumbuh Dua Digit Tahun 2026
Bank Mandiri Bidik Penyaluran Kredit Tumbuh Dua Digit Tahun 2026 (Merdeka.com)

Bank Mandiri menilai prospek pertumbuhan kredit industri perbankan pada 2026 tetap positif, didukung oleh kinerja kuat pada tahun sebelumnya.

Direktur Corporate Banking Bank Mandiri, Mochamad Rizaldi menyampaikan bahwa hingga 2025, penyaluran kredit Bank Mandiri mencapai Rp1.497 triliun atau tumbuh 14,2 persen secara tahunan. Angka tersebut melampaui rata-rata pertumbuhan industri perbankan yang berada di kisaran 9,69 persen year-on-year.

"Dapat kami sampaikan pada tahun 2025, kredit Bank Only Bank Mandiri itu mencapai Rp1.497 triliun atau tumbuh 14,2 persen secara tahunan. Ini di atas rata-rata pertumbuhan industri yang berada pada kisaran 9,69 persen year on year," kata Mochamad Rizaldi dalam Laporan Keuangan Triwulan IV 2025 Mandiri, Kamis (5/2).

Capaian tersebut menjadi fondasi bagi strategi ekspansi pada 2026. Bank Mandiri memproyeksikan pertumbuhan kredit akan tetap berada di atas rata-rata industri, sekaligus sejalan dengan arah kebijakan dan proyeksi regulator.

"Dengan kinerja tersebut, pada tahun 2026 kami memproyeksikan pertumbuhan kredit tetap berada di atas industri serta sejalan dengan arah dan proyeksi dari regulator," ujarnya.

Optimisme ini didukung oleh kondisi ekonomi yang relatif stabil serta kebutuhan pembiayaan yang masih tinggi di berbagai sektor. Dengan momentum yang sudah terbentuk, perseroan akan terus menjaga kualitas pertumbuhan melalui pengelolaan portofolio yang seimbang.

Pada 2026, Bank Mandiri menilai baik segmen wholesale maupun retail akan menjadi pendorong utama pertumbuhan kredit. Pengelolaan portofolio mix dilakukan untuk memperluas ekosistem bisnis secara optimal, sekaligus meningkatkan penetrasi pembiayaan ke berbagai lapisan nasabah.

"Pada tahun 2026, baik segmen wholesale maupun retail akan menjadi pendorong pertumbuhan melalui pengelolaan portofolio mix untuk perluasan ekosistem secara optimal," kata Rizaldi.

Fokus penyaluran kredit diarahkan pada penguatan sektor produktif, terutama UMKM serta sektor-sektor yang memberikan nilai tambah bagi perekonomian.

Dalam penyaluran kredit, Bank Mandiri memprioritaskan sektor-sektor yang dinilai prospektif dan resilien. Beberapa sektor utama yang menjadi fokus pembiayaan antara lain perdagangan dan jasa, industri pengolahan atau manufaktur, serta infrastruktur dan energi yang memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.

"Fokus pembiayaan diarahkan kepada sektor-sektor prospektif dan resilien sesuai dengan loan portfolio guideline kami, seperti perdagangan dan jasa, industri pengolahan/manufaktur, serta infrastruktur dan energi," ujarnya.

Di sisi lain, perusahaan juga terus memperkuat peran dalam mendukung perekonomian kerakyatan melalui akselerasi UMKM. Langkah ini dilakukan dengan memperluas akses permodalan serta memperkuat ekosistem usaha secara selektif, terukur, dan tetap berlandaskan prinsip kehati-hatian untuk menjaga kualitas kredit.

Rekomendasi