Rekomendasi Saham Pilihan Analis BNI Sekuritas untuk 2026, dari BBCA hingga ANTAM
Rekomendasi ini bersifat kombinasi antara sektor unggulan dan pendekatan case by case stock. Di mana masing-masing saham memiliki cerita.
Analis BNI Sekuritas membeberkan sejumlah saham pilihan yang dinilai berpotensi cuan sepanjang tahun 2026, seiring peluang pemulihan ekonomi dan kinerja emiten yang relatif solid.
Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, menyampaikan bahwa saham-saham yang layak dipantau tidak hanya berasal dari sektor perbankan, tetapi juga mencakup telekomunikasi, konsumsi, kesehatan, hingga komoditas.
Menurut Fanny, rekomendasi ini bersifat kombinasi antara sektor unggulan dan pendekatan case by case stock, di mana masing-masing saham memiliki cerita, valuasi, dan potensi pertumbuhan yang berbeda. Ia menekankan pentingnya investor menyesuaikan pilihan saham dengan profil risiko dan horizon investasi.
"Ini sebenarnya gabungan antara sector recommendation dan masing-masing case stock. Tapi kalau ditanya picks yang bisa diperhatikan saat ini," ujar Fanny dalam program Morning Investview, Senin (12/1).
Dari sektor perbankan, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi salah satu saham yang direkomendasikan. Emiten ini dinilai konsisten menjaga kualitas aset dan pertumbuhan laba, sehingga kerap menjadi pilihan defensif di tengah volatilitas pasar.
Sementara itu, dari sektor telekomunikasi dan otomotif, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) dan PT Astra International Tbk (ASII) dinilai masih menarik. Untuk sektor konsumsi, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) juga masuk dalam radar pemantauan analis.
"Teman-teman bisa watch BBCA, lalu Telkom, Astra, dan Unilever," jelasnya.
Selain itu, Fanny turut menyoroti saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) dari sektor konsumsi dan protein. Di sektor rokok, PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) dinilai tetap menarik, terutama dari sisi valuasi dan potensi dividen.
Sektor Kesehatan
Dari sektor kesehatan, saham rumah sakit seperti PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) dan PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) dipandang memiliki prospek jangka panjang yang solid.
Tak ketinggalan, sektor komoditas dan alat berat juga melengkapi daftar saham pilihan. PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dinilai menarik seiring dinamika harga komoditas.
Saham Alat Berat dan Pertambangan
Sementara PT United Tractors Tbk (UNTR) masih prospektif berkat eksposurnya di alat berat dan pertambangan. Fanny juga menyebut AADI sebagai saham yang layak dipantau.
"INTP, Antam, UNTR, dan juga AADI," tuturnya.