Prabowo: Kekayaan Indonesia yang Dirampas Belanda Setara 18 Kali Lipat PDB
Belanda termasuk salah satu negara dengan produk domestik bruto per kapita tertinggi di dunia.
Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan bahwa kekayaan Indonesia yang diambil selama masa penjajahan Belanda diperkirakan mencapai USD 31 triliun atau sekitar Rp504 triliun, setara 18 kali lipat produk domestik bruto (PDB) Indonesia saat ini. Pernyataan tersebut disampaikan dalam sambutannya saat membuka Indonesia Defense Expo 2025 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (11/6).
"Ada suatu riset beberapa minggu lalu yang menunjukkan bahwa selama Belanda menjajah kita, mereka telah mengambil kekayaan kita senilai USD 31 triliun jika dihitung dengan nilai uang saat ini," ujar Presiden Prabowo.
Ia menjelaskan, angka tersebut setara dengan 144 tahun nilai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia, atau 18 kali dari PDB nasional yang saat ini berada di kisaran USD 1,5 triliun per tahun.
Lebih lanjut, Prabowo menyoroti bahwa selama masa penjajahan, Belanda termasuk salah satu negara dengan produk domestik bruto per kapita tertinggi di dunia.
"Selama Belanda menjajah Indonesia, mereka menikmati GDP per kapita tertinggi di dunia," tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga menegaskan komitmennya untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia. Ia optimistis bahwa Indonesia akan masuk dalam jajaran lima besar ekonomi dunia dalam waktu dekat.
"Hampir semua lembaga ekonomi internasional telah memproyeksikan bahwa Indonesia bisa masuk enam besar, bahkan lima besar ekonomi dunia dalam waktu yang tidak terlalu lama," tandasnya.