PLN UID Sulselrabar Imbau Masyarakat Waspada Bahaya Listrik Saat Musim Peralihan
PLN UID Sulselrabar mengingatkan masyarakat untuk **waspada bahaya listrik** akibat genangan air dan banjir selama masa transisi musim. Ketahui langkah pencegahan penting untuk keselamatan Anda di tengah cuaca yang tak menentu.
PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar) mengeluarkan imbauan penting kepada masyarakat. Imbauan ini terkait potensi bahaya listrik yang bisa timbul akibat banjir atau genangan air. Peringatan ini disampaikan seiring dengan masa transisi dari musim hujan menuju musim kemarau.
General Manager PLN UID Sulselrabar, Edyansyah, menegaskan bahwa keselamatan masyarakat adalah prioritas utama PLN. Hal ini terutama ditekankan selama periode cuaca peralihan yang masih berpotensi menyebabkan genangan air. Masyarakat diminta untuk selalu berhati-hati dan mengambil tindakan pencegahan yang diperlukan.
Imbauan ini bertujuan untuk meminimalkan risiko sengatan listrik yang dapat membahayakan jiwa. Masyarakat di wilayah Sulselrabar diharapkan dapat memahami dan menerapkan langkah-langkah keselamatan yang diberikan. Langkah proaktif ini sangat krusial demi menjaga keamanan bersama.
Pentingnya Kewaspadaan di Musim Peralihan
Menurut informasi terkini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), puncak musim hujan di Sulawesi Selatan telah berakhir. Saat ini, wilayah tersebut tengah memasuki fase peralihan menuju musim kemarau. Fase ini ditandai dengan karakteristik cuaca unik, yaitu hujan yang sering turun secara tiba-tiba dengan intensitas sedang hingga lebat, meskipun durasinya tidak lama.
Kondisi inilah yang masih berpotensi menimbulkan genangan air atau bahkan banjir di beberapa lokasi. Oleh karena itu, kewaspadaan tinggi sangat dibutuhkan dari seluruh elemen masyarakat. BMKG juga memprediksi beberapa wilayah di Indonesia, termasuk sebagian Sulawesi, akan memasuki musim kemarau lebih awal di tahun 2026.
Genangan air yang masuk ke dalam rumah dapat menciptakan risiko bahaya listrik serius jika instalasi listrik terendam. Edyansyah menekankan, “Keselamatan masyarakat merupakan prioritas utama PLN. Kami mengimbau pelanggan untuk segera mematikan listrik melalui Meter Circuit Breaker (MCB) pada kWh meter apabila rumah mulai tergenang air guna menghindari risiko sengatan listrik.”
Langkah pencegahan ini sangat krusial untuk meminimalkan potensi bahaya. Masyarakat diharapkan dapat segera bertindak begitu melihat adanya genangan air yang berisiko mengenai instalasi listrik di rumah mereka. Tindakan cepat dapat menyelamatkan nyawa dan mencegah kerusakan lebih lanjut.
Langkah Pencegahan dan Pelaporan Bahaya Listrik
Selain mematikan MCB, masyarakat juga diingatkan untuk tidak menyentuh peralatan dan instalasi listrik yang sudah terendam air. Tindakan ini sangat berbahaya dan berpotensi menyebabkan sengatan listrik fatal. Prioritaskan keselamatan diri dengan menjauhi sumber bahaya.
Apabila masyarakat menemukan potensi bahaya listrik di lingkungan sekitar, Edyansyah mengimbau untuk segera melapor kepada pihak PLN. “Jika masyarakat menemukan bahaya listrik, dapat melapor melalui PLN Mobile atau Contact Center PLN 123 agar segera ditangani,” kata Edyansyah.
PLN UID Sulselrabar berkomitmen penuh untuk menjaga sistem kelistrikan tetap andal di seluruh wilayah operasinya. Selain itu, keselamatan masyarakat tetap menjadi fokus utama dalam setiap operasional. Melalui kolaborasi antara PLN dan masyarakat, diharapkan risiko bahaya kelistrikan dapat diminimalisir.
Dengan kewaspadaan yang tinggi dan penerapan langkah-langkah pencegahan yang tepat, masyarakat diharapkan dapat terhindar dari risiko bahaya kelistrikan. Ini termasuk saat terjadi banjir atau genangan air yang tidak terduga. Keselamatan bersama adalah tanggung jawab kita semua.
Sumber: AntaraNews