Perlintasan Imigrasi Bandara Soetta Capai 17,3 Juta Jiwa Sepanjang 2025, Naik 7,7 Persen
Kantor Imigrasi Bandara Soetta mencatat lonjakan signifikan dalam Perlintasan Imigrasi Bandara Soetta, mencapai 17,3 juta jiwa WNA dan WNI sepanjang tahun 2025, menandai kenaikan 7,7 persen dari tahun sebelumnya.
Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) Tangerang, Banten, telah merilis data perlintasan yang mengesankan sepanjang tahun 2025. Sebanyak 17,3 juta jiwa warga negara asing (WNA) dan warga negara Indonesia (WNI) tercatat melintas dari dan ke luar negeri melalui Bandara Internasional Soetta. Angka ini menunjukkan peningkatan mobilitas global yang signifikan.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta, Galih P. Kartika Perdhana, menyatakan bahwa jumlah perlintasan tersebut mengalami kenaikan sebesar 7,7 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Peningkatan ini mencerminkan tingginya kepercayaan publik terhadap kualitas layanan keimigrasian yang disediakan.
Pergerakan perlintasan ini diprediksi akan terus meningkat, terutama menjelang periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Banyak penumpang, khususnya dari luar negeri, diperkirakan akan berkunjung ke Indonesia untuk berlibur atau berwisata, menambah dinamika pada statistik perlintasan Imigrasi Bandara Soetta.
Peningkatan Mobilitas dan Kepercayaan Publik
Data perlintasan yang mencapai 17,3 juta jiwa WNA dan WNI melalui Bandara Soetta sepanjang 2025 merupakan indikator kuat dari tingginya mobilitas global. Angka ini tidak hanya menunjukkan volume pergerakan orang yang besar, tetapi juga peningkatan sebesar 7,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Galih P. Kartika Perdhana menjelaskan bahwa lonjakan ini juga didorong oleh kepercayaan masyarakat terhadap layanan keimigrasian yang semakin baik. Kualitas layanan yang profesional dan berintegritas menjadi faktor penting dalam menarik lebih banyak pelintas.
Antisipasi terhadap lonjakan penumpang selama periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 juga menjadi perhatian utama. Imigrasi Bandara Soetta memperkirakan bahwa banyak wisatawan akan memanfaatkan momen liburan ini untuk berkunjung ke Indonesia, sehingga angka perlintasan akan terus bertambah.
Layanan Dokumen dan Informasi Publik
Selain mengelola perlintasan, Imigrasi Bandara Soetta juga aktif dalam pelayanan dokumen perjalanan dan izin tinggal. Sepanjang tahun 2025, tercatat 38.864 paspor telah diterbitkan, dengan dominasi paspor elektronik.
Kebijakan digitalisasi layanan keimigrasian ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan efisiensi dan kemudahan bagi masyarakat. Selain paspor, diterbitkan pula 2.455 izin tinggal yang mencakup izin tinggal kunjungan, terbatas, dan tetap.
Komitmen terhadap transparansi dan akuntabilitas juga terlihat dari layanan informasi publik. Imigrasi Soekarno-Hatta telah melayani 7.380 permintaan informasi publik dan menindaklanjuti 156 pengaduan masyarakat sepanjang tahun ini, menunjukkan responsifitas terhadap kebutuhan publik.
Penegakan Hukum dan Pengawasan Ketat
Dari aspek penegakan hukum dan pengawasan keimigrasian, Imigrasi Bandara Soetta menunjukkan kinerja yang tegas. Sepanjang tahun 2025, telah dilaksanakan 187 Tindakan Administratif Keimigrasian (TAK) dan lima perkara pro justitia.
Dalam pengawasan perlintasan, petugas Imigrasi Soekarno-Hatta melakukan 727 penolakan masuk terhadap WNA yang tidak memenuhi persyaratan. Selain itu, 1.847 penundaan keberangkatan WNI juga dilakukan sebagai bentuk penerapan kebijakan selektif keimigrasian.
Langkah-langkah ini diambil untuk memastikan keamanan negara serta kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku. Penolakan masuk WNA dan penundaan keberangkatan WNI merupakan bagian integral dari upaya menjaga kedaulatan dan ketertiban.
Prestasi dan Komitmen Peningkatan Layanan
Imigrasi Soekarno-Hatta tidak hanya mencatat capaian operasional, tetapi juga menorehkan sejumlah prestasi. Di antaranya adalah penghargaan sebagai Satuan Kerja dengan Laporan Pemeriksaan Dokumen Forensik Terbanyak untuk Projustitia Periode Januari hingga Desember 2025.
Selain itu, Imigrasi Soetta juga meraih penghargaan sebagai Satuan Kerja terbaik II dalam Jumlah Projustitia Terbanyak, serta Anugraha Wira Wibawa Dharmesti bagi Pegawai Berprestasi di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Penghargaan atas kerja sama internasional dari Kepolisian Swedia, Negara Sahabat Suriah, dan Kerajaan Bahrain turut melengkapi daftar prestasi.
Capaian ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh jajaran dan dukungan para pemangku kepentingan. Ke depan, Imigrasi Soekarno-Hatta berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan keimigrasian yang profesional, modern, dan berintegritas, seiring dengan penguatan fungsi pengawasan dan penegakan hukum.
Sumber: AntaraNews