Peringatan Keras! Pejabat BUMN Tak Boleh Main Golf Saat Jam Kerja
Danantara menyatakan bahwa menggunakan hari kerja untuk kegiatan rekreasi seperti bermain golf adalah tindakan yang tidak sesuai.
Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara), Dony Oskaria, memberikan peringatan kepada para pemimpin BUMN agar tidak melakukan aktivitas golf selama jam kerja. Ia menekankan ketidaksetujuannya terhadap perilaku tersebut.
Dony menyampaikan hal ini sebagai bagian dari lima pesan yang ia sampaikan kepada para eksekutif di perusahaan milik negara. Menurutnya, menghabiskan waktu kerja untuk bermain golf dapat merusak citra pejabat BUMN di mata publik.
"Saya bilang sama mereka saya tidak suka orang main golf di weekdays (hari kerja). Bukan apa-apa, saya bilang itu memberikan opini yang tidak bagus kepada masyarakat," tegas Dony dalam diskusi bersama Ikatan Alumni Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran di Jakarta, yang dikutip pada Kamis (19/6).
Dianggap Tidak Sesuai
Ia menambahkan bahwa memanfaatkan hari kerja untuk kegiatan rekreasi seperti bermain golf adalah tindakan yang tidak tepat. Terlebih lagi, para pejabat BUMN seharusnya dipilih secara profesional dan menerima gaji yang memadai. Dony menegaskan bahwa ia tidak akan memberikan toleransi kepada pejabat BUMN yang bermain golf di hari kerja. Menurutnya, hal ini penting untuk menjaga reputasi BUMN di hadapan masyarakat.
"Kita kan digaji proper, digaji bagus, masa ya kita hari kerja ada di lapangan golf. Menurut saya itu, saya bilang saya tidak bisa mentolerir itu. Bukan buat kepentingan saya, tetapi kita harus menjaga bahwa BUMN ini udah, ini korporasi," tegas pejabat Danantara tersebut.
Pesan untuk Pejabat BUMN
Pada kesempatan tersebut, Dony menyampaikan beberapa pesan penting kepada para pejabat BUMN.
Pertama, dia menekankan agar direksi BUMN menjalankan tugasnya dengan profesionalisme dan tidak merasa berutang budi kepada pihak manapun.
Kedua, dia mengingatkan pejabat BUMN untuk tidak bekerja di bawah tekanan dari orang lain.
Ketiga, Dony melarang kegiatan bermain golf pada hari kerja.
Keempat, dia meminta agar pejabat BUMN tidak memiliki terlalu banyak ajudan atau protokol, termasuk untuk istri mereka.
Kelima, Dony menegaskan agar istri pejabat BUMN tidak ikut campur dalam urusan pekerjaan.
Danantara melakukan perombakan pada jajaran direksi BUMN
Dalam berita sebelumnya, sejumlah anggota dewan direksi dan komisaris Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengalami perubahan dalam rapat umum pemegang saham (RUPS). Pengamat BUMN, Toto Pranoto, menilai hal ini sebagai langkah strategis dalam pengelolaan perusahaan milik negara.
"Pergantian Direksi BUMN yang saat ini terjadi di beberapa tempat saya kira menunjukkan keinginan dari pengelola BUMN saat ini, BPI Danantara untuk bisa mendapatkan the best talent untuk mengelola BUMN," ungkap Toto kepada wartawan pada Jumat (30/5).
Dia juga menyadari bahwa terdapat perbedaan pendapat mengenai penunjukan para pemimpin BUMN. Namun, penunjukan sosok yang memiliki kualifikasi yang tepat dianggap sebagai dasar utama dalam proses ini.
Perubahan Direksi BUMN
Toto berpendapat bahwa perubahan dalam jajaran direksi BUMN dengan penunjukan nama-nama baru dapat menjadi aset berharga untuk pengembangan usaha BUMN.
"Saya kira dengan pengalaman seperti itu dan juga kemudian jaringan networks yang mereka kuasai itu akan menjadi modal yang lebih bagus bagi mereka untuk bisa mengelola BUMN ke depan dengan lebih baik," tegasnya.
Hal ini sejalan dengan fakta bahwa telah terjadi perombakan di beberapa posisi direksi BUMN, termasuk di PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, dan PT Sarinah. Dengan demikian, harapan untuk pertumbuhan dan peningkatan kinerja BUMN semakin terbuka lebar.