Perang Dagang Mulai Reda, China Kembali Terima Pesawat Boeing
Sebelumnya pemerintah China juga meminta maskapai untuk menghentikan pembelian peralatan dan suku cadang pesawat dari perusahaan Amerika.
Pemerintah China memutuskan untuk kembali menerima pengiriman pesawat buatan Boeing menyusul kesepakatan gencatan tarif sementara antara China dan Amerika Serikat.
Dilansir dari Bloomberg, kedua negara sepakat untuk memangkas tarif impor yang tinggi dalam kesepakatan yang berlaku selama 90 hari. Sebagai bagian dari implementasi kesepakatan tersebut, pemerintah China mulai memberi tahu maskapai domestik dan lembaga terkait bahwa pengiriman pesawat dari Amerika Serikat dapat kembali dilakukan.
Sebelumnya, pada April lalu, Boeing menyatakan bahwa sejumlah pelanggan mereka di China menunda penerimaan pesawat baru akibat tarif impor. Perusahaan tersebut bahkan berencana untuk menjual kembali puluhan pesawat yang belum dikirim.
Konflik dagang antara AS dan China telah berdampak luas, termasuk ke sektor penerbangan. Menurut laporan Bloomberg yang dikutip Reuters, pada pertengahan April lalu China memerintahkan maskapai nasionalnya untuk menangguhkan penerimaan pesawat Boeing. Langkah itu merupakan respons atas keputusan AS mengenakan tarif impor hingga 145 persen terhadap produk asal China.
Selain itu, pemerintah China juga meminta maskapai untuk menghentikan pembelian peralatan dan suku cadang pesawat dari perusahaan Amerika. Pemerintah disebut sedang mempertimbangkan langkah bantuan bagi maskapai yang menyewa jet Boeing dan terdampak oleh kenaikan biaya operasional.
Boeing menolak memberikan komentar atas laporan tersebut. Sementara itu, Administrasi Penerbangan Sipil China belum memberikan tanggapan resmi.