Pemerintah China menunjukkan reaksi keras terhadap rencana Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang akan memberlakukan tarif impor baru. Kebijakan ini mencakup berbagai produk mulai dari kayu gelondongan, furnitur, hingga obat-obatan, memicu kekhawatiran akan eskalasi perang dagang global.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, dengan tegas menyatakan bahwa "Perang tarif dan dagang tidak ada pemenangnya, proteksionisme tidak ada gunanya." Pernyataan ini disampaikan dalam konferensi pers di Beijing pada Selasa (30/9), menyoroti potensi dampak negatif kebijakan tersebut.
Rencana Trump, yang diumumkan melalui media sosial, akan mulai berlaku pada 1 Oktober 2025. Kebijakan ini merupakan bagian dari agenda "Make America Great Again" yang bertujuan melindungi industri domestik AS dan mengembalikan kejayaan ekonominya.
Advertisement
Advertisement
Reaksi China dan Alasan Trump di Balik Kebijakan Tarif Impor
Respons cepat dari Beijing mengindikasikan kekhawatiran serius terhadap potensi dampak ekonomi global dari kebijakan ini. China telah lama menjadi target utama dalam strategi dagang proteksionis yang diusung oleh mantan Presiden AS tersebut.
Donald Trump berargumen bahwa tarif ini diperlukan untuk alasan keamanan nasional dan untuk melindungi industri dalam negeri. Ia secara spesifik menyebutkan perlunya mengembalikan kejayaan industri furnitur North Carolina yang menurutnya telah "dicuri" oleh China dan negara lain.
Pernyataan Trump di media sosial menekankan bahwa AS akan mengenakan tarif besar terhadap negara-negara yang tidak memproduksi furniturnya di AS. Hal ini menunjukkan fokusnya pada relokasi produksi kembali ke tanah Amerika.
Advertisement
Advertisement
Rincian Tarif Impor Trump yang Diusulkan untuk Berbagai Sektor
Rencana Tarif Impor Trump mencakup berbagai sektor dengan besaran yang bervariasi. Produk farmasi bermerek atau yang dipatenkan akan dikenakan tarif 100 persen, kecuali perusahaan membangun pabrik di AS, sebuah langkah yang sangat drastis.
Selain farmasi, Trump juga mengumumkan bea masuk sebesar 25 persen untuk truk besar, meskipun rincian lebih lanjut belum disampaikan. Kebijakan ini juga menargetkan produk rumah tangga seperti lemari dapur dan meja rias kamar mandi dengan tarif 50 persen.
Furnitur berlapis kain juga tidak luput dari sasaran, dengan pungutan sebesar 30 persen akan diberlakukan. Trump bahkan berencana menerapkan tarif 100 persen untuk semua film yang diproduksi di luar negeri, mengklaim bahwa industri perfilman AS telah "dicuri" oleh negara lain.
Advertisement
Kebijakan ini menunjukkan cakupan yang luas dari strategi proteksionis yang diusung oleh Trump. Ini berpotensi mengubah lanskap perdagangan global secara signifikan jika diterapkan sepenuhnya.
Advertisement
Strategi Dagang Trump dan Potensi Dampak pada Pasar Global
Kebijakan ini menandai perluasan strategi tarif dagang Trump yang telah diterapkan sejak masa jabatannya sebelumnya. Tujuannya adalah untuk menekan pesaing luar negeri dan memprioritaskan produksi domestik AS.
Sejak kembali ke Gedung Putih pada Januari tahun ini, Trump telah menggunakan tarif sebagai alat utama dalam kebijakan luar negerinya. Ini seringkali menimbulkan gangguan di pasar domestik dan global, memicu ketidakpastian ekonomi.
Pendekatan ini merupakan bagian integral dari agenda "Make America Great Again" yang berfokus pada proteksionisme ekonomi. Namun, kritikus berpendapat bahwa perang dagang semacam ini pada akhirnya akan merugikan konsumen dan produsen di semua negara.
Advertisement
Sumber: AntaraNews