Perahu Literasi BRI Peduli Hidupkan Semangat Belajar Anak-Anak Pesisir Tolitoli
Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan, kehadiran program Perahu Literasi menjadi contoh nyata bahwa inovasi sosial mampu menembus keterbatasan geografis.
Bantuan Perahu Literasi dari BRI Peduli membawa angin segar bagi dunia pendidikan di wilayah pesisir Kabupaten Tolitoli. Program ini tidak hanya mempermudah mobilitas antar-pulau, tetapi juga menghidupkan kembali semangat belajar anak-anak di daerah terluar Sulawesi Tengah.
Fandy Lamaming, Ketua Yayasan Lopie Bahari Nusantara Tolitoli, menyampaikan bahwa keberadaan Perahu Literasi sangat membantu mempercepat mobilitas keluar masuk pulau sehingga kegiatan literasi dapat berjalan maksimal. Selain itu, perahu tersebut juga difungsikan sebagai sarana transportasi bagi siswa dan guru di wilayah pesisir.
"Kami sangat bersyukur atas bantuan kapal, mesin, dan sarana dari BRI Peduli. Bantuan ini membuat program Perahu Pustaka Tolitoli berjalan lancar. Sekarang kami bisa berlayar ke pulau terluar dengan aman, anak-anak senang dengan buku baru, dan malamnya mereka menikmati film edukasi. Mimpi jadi nyata," ungkapnya, Sabtu (25/10/2025).
Yayasan Lopie Bahari Nusantara Tolitoli berdiri sejak 2022 dan aktif menyebarkan literasi serta edukasi ke pulau-pulau kecil seperti Pulau Lingayan, Dolangan, dan Salando. Kegiatan dilakukan tiga kali seminggu dengan pendekatan literasi anak dan dewasa, kelas buta aksara, serta pelatihan bahari berkelanjutan.
Perahu Pustaka Tolitoli sendiri tercetus pada 2015 dari inisiatif tiga pemuda lokal sebagai respon terhadap ketimpangan akses pendidikan di wilayah kepulauan yang terdiri dari 43 pulau, dengan 13 di antaranya berpenghuni.
Corporate Secretary BRI Dhanny menambahkan, kehadiran program Perahu Literasi menjadi contoh nyata bahwa inovasi sosial mampu menembus keterbatasan geografis.
"Hadirnya program Perahu Literasi dari BRI Peduli menjadi angin segar bagi dunia pendidikan pesisir. Lebih dari sekadar distribusi buku, Perahu Literasi menciptakan ruang belajar yang hidup serta menghidupkan kembali budaya membaca dan menyalakan harapan. Program Perahu Literasi adalah contoh nyata bahwa perubahan bisa dimulai dari langkah kecil, asal dilakukan dengan komitmen dan kolaborasi. Karena itu, upaya mencerdaskan anak bangsa tak bisa hanya bergantung pada satu pihak. Diperlukan sinergi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat untuk memperluas dampak gerakan seperti ini," imbuh Dhanny.
Selain di Tolitoli, BRI Peduli juga menjalankan Program Literasi Anak Negeri di SD Negeri 1 Malaka, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, dengan kegiatan yang berfokus pada peningkatan kemampuan membaca, kemandirian siswa, dan penguatan kapasitas tenaga pengajar.