Penjualan Tesla di China Merosot, Kompetitor Lokal Makin Agresif
Saat ini, merek lokal menguasai lebih dari 90 persen pangsa pasar kendaraan listrik domestik.
Penjualan mobil listrik Tesla dari pabriknya di Shanghai kembali merosot tajam pada April 2025, setelah sempat mencatat lonjakan pengiriman pada bulan sebelumnya. Kondisi ini mencerminkan tantangan berat yang dihadapi Tesla di pasar kendaraan listrik (EV) terbesar dunia, terutama akibat persaingan sengit dengan produsen lokal.
Berdasarkan data Asosiasi Mobil Penumpang China (CPCA), Tesla hanya mengirimkan 58.459 unit Model 3 dan Model Y selama April, baik untuk pasar domestik maupun ekspor. Angka tersebut turun 25,8 persen dibanding Maret dan merosot 6 persen dibanding April 2024.
"Harapan Tesla untuk bangkit kembali di China telah memudar karena persaingan semakin ketat," ujar Eric Han, manajer senior di firma konsultan Suolei, seperti dikutip dari South China Morning Post. Ia menambahkan bahwa produsen lokal berhasil menarik perhatian konsumen lewat peluncuran model baru dan strategi harga agresif.
Selama kuartal pertama 2025, total pengiriman Tesla dari Shanghai turun 22 persen dibanding periode yang sama tahun lalu, hanya mencapai 172.754 unit menjadikannya kuartal terburuk dalam tiga tahun terakhir.
Tren penurunan juga terlihat pada Februari 2025, ketika Tesla hanya mencatatkan penjualan 30.688 unit, anjlok 51,5 persen dibanding Januari dan 49,2 persen dari Februari 2024. Volume tersebut merupakan yang terendah sejak Juli 2022. Meski sempat melonjak 157 persen pada Maret menjadi 78.828 unit, momentum itu tidak bertahan lama.
Produsen Lokal Unggul, Auto Shanghai Jadi Ajang Unjuk Gigi
Berbanding terbalik dengan Tesla, sebagian besar merek mobil listrik lokal di China justru mencatat peningkatan penjualan selama April. Lonjakan ini didorong oleh peluncuran produk baru dan inovasi teknologi yang dipamerkan dalam ajang Auto Shanghai 2025.
Auto Shanghai, yang berlangsung mulai 23 April, berhasil menarik lebih dari 1 juta pengunjung dan diikuti oleh 70 produsen dari 26 negara. Sebanyak 163 model baru, mayoritas mobil listrik, melakukan debut global. Tesla kembali absen dari pameran ini untuk kedua kalinya.
CPCA mencatat bahwa total pengiriman grosir kendaraan listrik dan plug-in hybrid di China pada April mencapai 1,14 juta unit. Jumlah ini naik 42 persen dibanding April 2024 dan meningkat 1 persen dari Maret.
Dominasi Produsen Lokal dan Pergeseran Minat Konsumen
Kinerja Tesla yang menurun di China mencerminkan tren serupa di pasar lain seperti Eropa dan Australia. Di beberapa negara, penurunan minat pembeli turut dikaitkan dengan kontroversi yang melibatkan CEO Elon Musk.
Sementara itu, produsen lokal seperti Xpeng terus memperluas pangsa pasar dengan produk inovatif dan harga yang kompetitif. Model terbaru Xpeng, Mona 03, berhasil mengirimkan lebih dari 100.000 unit dalam sebulan, jauh melampaui Tesla Model 3 yang dijual dengan harga lebih tinggi.
Penetrasi kendaraan listrik di China kini semakin luas. Pada 2024, lebih dari 60 persen dari total pengiriman mobil di negara tersebut merupakan kendaraan listrik. Saat ini, merek lokal menguasai lebih dari 90 persen pangsa pasar kendaraan listrik domestik. Setengah dari mobil baru yang mengaspal adalah kendaraan listrik atau plug-in hybrid, menandakan perubahan signifikan dalam preferensi konsumen China.