Peningkatan Produksi Jagung Lampung Capai 2,25 Juta Ton di 2025, Didorong Kebijakan Pemerintah
Provinsi Lampung mencatat Peningkatan Produksi Jagung signifikan sebesar 272 ribu ton pada tahun 2025, mencapai 2,25 juta ton, berkat kebijakan pemerintah dan dukungan KUR.
Provinsi Lampung mencatat capaian signifikan dalam sektor pertaniannya, khususnya pada komoditas jagung. Produksi jagung di wilayah tersebut mengalami peningkatan drastis sepanjang tahun 2025. Data terbaru menunjukkan pertumbuhan yang menggembirakan bagi ketahanan pangan nasional.
Menurut Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (KTPTH) Provinsi Lampung, produksi jagung meningkat sebesar 272 ribu ton. Kenaikan ini merupakan hasil dari berbagai kebijakan strategis yang diterapkan pemerintah daerah. Peningkatan ini juga didukung oleh program dari pemerintah pusat.
Kepala Dinas KTPTH Provinsi Lampung, Elvira Umihanni, menjelaskan bahwa total produksi jagung pada 2025 mencapai 2,25 juta ton. Angka ini menunjukkan kenaikan 14 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan ini diharapkan dapat terus berlanjut di tahun-tahun mendatang.
Lonjakan Produksi dan Luas Panen Jagung Lampung
Data Kerangka Sampel Area (KSA) Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung menunjukkan Peningkatan Produksi Jagung yang substansial. Pada tahun 2025, produksi jagung tongkol kering panen mencapai 2,25 juta ton. Angka ini jauh melampaui capaian tahun 2024 yang hanya 1,98 juta ton. Ini menandakan adanya pertumbuhan sebesar 272 ribu ton dalam kurun waktu satu tahun saja.
Elvira Umihanni menegaskan bahwa kenaikan ini setara dengan 14 persen dari total produksi tahun sebelumnya. “Produksi jagung di Provinsi Lampung berdasarkan data Kerangka Sampel Area (KSA) BPS di 2025 kemarin ada kenaikan 14 persen atau sekitar 272 ribu ton,” ujar Elvira di Bandarlampung. Lonjakan ini tidak hanya terjadi pada jumlah produksi, tetapi juga pada luas area panen.
Hingga akhir tahun 2025, meskipun data belum sepenuhnya final, tercatat penambahan luas panen jagung. Luas panen bertambah sekitar 50 ribu hektar yang tersebar di 15 kabupaten dan kota di Provinsi Lampung. Ekspansi lahan ini menjadi salah satu faktor kunci di balik keberhasilan Peningkatan Produksi Jagung. Ini menunjukkan komitmen petani dan dukungan pemerintah daerah.
Kebijakan Strategis dan Dukungan Pemerintah untuk Jagung
Pemerintah daerah Provinsi Lampung aktif mendorong peningkatan produksi jagung melalui berbagai kebijakan. Salah satu kebijakan utama adalah anjuran dari Gubernur Lampung agar petani ubi kayu beralih komoditas. Petani disarankan untuk menanam jagung, padi gogo, atau tebu. Langkah ini bertujuan untuk memberikan nilai ekonomi yang lebih tinggi kepada petani.
Selain itu, Kementerian Pertanian turut berperan dengan menyediakan program-program pendukung. Program ini dapat dimanfaatkan petani untuk mendorong Peningkatan Produksi Jagung. Dukungan ini juga mencakup komoditas lain seperti tebu dan padi gogo. Sinergi antara pemerintah daerah dan pusat menjadi kunci keberhasilan program ini.
Elvira Umihanni menambahkan bahwa kemudahan akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) juga menjadi pendorong utama. Bank Lampung, misalnya, menggunakan sistem “jemput bola” untuk memberikan pendampingan kepada petani. Ini mempermudah petani dalam mengakses KUR. Tujuannya adalah untuk mendorong alih komoditas ke jagung demi kesejahteraan yang lebih baik.
Dengan adanya kebijakan alih komoditas dan fasilitas KUR, diharapkan produktivitas jagung terus meningkat. Peningkatan ini tidak hanya terbatas pada tahun 2025, tetapi juga diproyeksikan berlanjut hingga tahun 2026. Upaya kolektif ini menunjukkan komitmen serius dalam memperkuat sektor pertanian Lampung.
Sumber: AntaraNews