Luas Panen Jagung Lampung 2025 Melonjak Signifikan, BPS Catat Kenaikan 14,39 Persen
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung melaporkan peningkatan signifikan pada Luas Panen Jagung Lampung tahun 2025, mencapai 194,49 ribu ha. Simak detail peningkatannya yang akan berdampak pada sektor pertanian daerah.
Bandarlampung – Sektor pertanian Lampung menunjukkan performa positif dengan adanya peningkatan luas panen dan produksi jagung pipil kering yang signifikan pada tahun 2025. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung mencatat kenaikan yang menggembirakan, memberikan sinyal baik bagi ketahanan pangan daerah. Data ini dirilis langsung oleh Kepala BPS Provinsi Lampung, Ahmadriswan Nasution, dalam keterangannya secara daring di Bandarlampung.
Peningkatan ini menjadi sorotan utama mengingat peran strategis jagung sebagai komoditas pangan dan pakan. Kenaikan luas panen dan produksi jagung pipil kering ini diharapkan dapat menopang kebutuhan pasar lokal maupun nasional. Informasi terkini dari BPS ini menjadi acuan penting bagi para pemangku kepentingan di sektor pertanian.
Laporan BPS Provinsi Lampung ini tidak hanya menyajikan data historis, tetapi juga proyeksi untuk periode mendatang. Hal ini memberikan gambaran komprehensif mengenai dinamika produksi jagung di Lampung. Peningkatan ini menunjukkan potensi besar Lampung dalam mendukung sektor pertanian nasional.
Peningkatan Luas Panen dan Produksi Jagung Lampung
Total luas panen jagung pipil kering di Lampung pada tahun 2025 mencapai 194,49 ribu hektare (ha). Angka ini menunjukkan kenaikan substansial sebesar 24,47 ribu ha, atau setara dengan 14,39 persen, dibandingkan luas panen pada tahun 2024 yang tercatat seluas 170,02 ribu ha. Peningkatan ini mengindikasikan ekspansi area tanam jagung yang berhasil dilakukan oleh petani di wilayah tersebut.
Sejalan dengan peningkatan luas panen, total produksi jagung pipil kering dengan kadar air 14 persen di Lampung selama tahun 2025 juga mengalami lonjakan. Produksi mencapai 1,26 juta ton, meningkat sebanyak 151,74 ribu ton atau 13,70 persen dibandingkan produksi tahun 2024 yang sebesar 1,11 juta ton. Data ini menegaskan efektivitas upaya peningkatan produktivitas pertanian jagung di Lampung.
Kenaikan luas panen dan produksi jagung Lampung ini merupakan indikator penting bagi pertumbuhan ekonomi regional. Sektor pertanian, khususnya komoditas jagung, memiliki kontribusi besar terhadap pendapatan petani dan pasokan bahan baku industri pakan. Angka-angka ini mencerminkan keberhasilan strategi pertanian yang diterapkan di Lampung.
Dinamika Puncak Panen dan Proyeksi Masa Depan
Pergeseran pola panen jagung menjadi salah satu temuan menarik dari laporan BPS. Pada tahun 2025, puncak panen jagung pipil di Lampung terjadi pada bulan Juli, dengan luas panen mencapai 27,83 ribu hektare. Hal ini berbeda dengan tahun 2024, di mana puncak panen terjadi lebih awal, yakni pada bulan Maret, dengan luas sebesar 38,08 ribu ha. Perubahan ini mungkin dipengaruhi oleh faktor iklim atau strategi tanam petani.
Produksi jagung tertinggi selama tahun 2025 juga tercatat pada bulan Juli, dengan jumlah mencapai 164,19 ribu ton dari luas panen 27,83 ribu ha. Sementara itu, bulan Maret menempati posisi kedua dengan produksi 149,70 ribu ton dari luas panen 21,75 ribu ha. Data ini memberikan gambaran detail mengenai distribusi produksi jagung sepanjang tahun.
Untuk periode Januari-Maret 2026, BPS Provinsi Lampung memperkirakan potensi luas panen jagung pipil kering akan mencapai 68,03 ribu ha. Potensi produksi jagung pipil kering dengan kadar air 14 persen untuk periode yang sama diperkirakan sebanyak 469,55 ribu ton. Proyeksi ini menunjukkan optimisme terhadap keberlanjutan pertumbuhan sektor jagung di Lampung pada awal tahun mendatang.
Sumber: AntaraNews