Pemkot Malang Dorong Inovasi Kampung Tematik, Kunci Kuatkan Daya Tarik Wisata
Pemerintah Kota Malang gencar mendorong inovasi di berbagai kampung tematik guna menguatkan daya tarik pariwisata dan mencapai target kunjungan wisatawan pada tahun 2026.
Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, Jawa Timur, secara aktif mendorong pengelola kampung tematik di wilayahnya untuk terus berinovasi. Langkah ini diambil sebagai upaya strategis guna mendukung penguatan daya tarik pariwisata di Kota Apel. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Baihaqi, pada Sabtu (16/5).
Baihaqi menekankan pentingnya inovasi pada kesenian lokal. Inovasi ini diharapkan dapat mencegah kejenuhan wisatawan, sehingga diperlukan kreativitas berkelanjutan dari pengelola dan kelompok sadar wisata (pokdarwis) setempat. Inovasi tidak menghilangkan esensi, melainkan memperkaya kearifan lokal.
Keterlibatan aktif dari para pengelola kampung tematik menjadi fondasi utama dalam mencapai target kunjungan wisata yang telah ditetapkan. Kesuksesan Pemkot Malang dalam memenuhi target 3,4 juta wisatawan pada tahun 2026 sangat bergantung pada sinergi dan upaya bersama ini.
Pentingnya Inovasi untuk Daya Tarik Wisata
Baihaqi menjelaskan bahwa inovasi dalam kesenian lokal tidak berarti menghilangkan esensi atau nilai-nilai budaya yang sudah ada. Sebaliknya, inovasi justru akan memperkaya unsur kearifan lokal yang menjadi ciri khas setiap kampung tematik. Hal ini selaras dengan visi Pemkot Malang untuk menjadikan pariwisata sebagai sektor unggulan.
Di Kota Malang, terdapat 23 lokasi kampung tematik yang tersebar di berbagai penjuru kota. Namun, saat ini hanya sekitar 10 titik yang masih aktif dan menjadi primadona wisatawan. Beberapa di antaranya adalah Kampung Heritage Kayutangan, Kampung Biru Arema, Kampung Tridi, Kampung Wisata Tempe Sanan, Kampung Gribig Religi, dan Kampung Warna-Warni.
Pemkot Malang berkomitmen penuh untuk mengoptimalkan seluruh kampung tematik yang ada. Tujuannya adalah untuk memperkaya opsi pilihan tujuan wisata bagi para pengunjung, baik wisatawan nusantara maupun mancanegara. Dengan beragam pilihan, diharapkan wisatawan memiliki lebih banyak alasan untuk berkunjung dan menjelajahi keunikan Kota Malang.
Strategi Reaktivasi dan Target Kunjungan
Baihaqi mengungkapkan bahwa kampung tematik yang mampu bertahan adalah yang memiliki kemauan keras untuk meningkatkan inovasi dan mengangkat kekuatan lokal. Fenomena ini, menurutnya, adalah bentuk seleksi alam yang alami dalam pengembangan pariwisata berbasis komunitas.
Untuk kampung tematik yang saat ini tidak aktif, Pemkot Malang telah memikirkan langkah-langkah konkret untuk mereaktivasinya. Strategi ini akan melibatkan kolaborasi erat dengan berbagai pihak, khususnya para pengelola kampung tematik itu sendiri. Pendekatan ini diharapkan dapat menghidupkan kembali potensi wisata yang belum tergarap optimal.
Apabila upaya reaktivasi ini berhasil, daya tarik wisata di Kota Malang dipastikan akan terus meningkat dan lebih bersaing dengan daerah lain. Kekuatan lokal, menurut Baihaqi, sangat memberikan pengaruh besar terhadap daya tarik pariwisata di tengah persaingan destinasi.
Hingga triwulan I tahun 2026, Kota Malang telah mencatat kunjungan sebanyak 807.160 wisatawan. Angka ini didominasi oleh wisatawan nusantara dengan jumlah 797.365 orang, sementara wisatawan mancanegara tercatat sebanyak 9.766 orang. Dengan target kunjungan tahun ini yang ditetapkan sebesar 3,4 juta wisatawan, peran inovasi dan reaktivasi kampung tematik menjadi sangat krusial.
Sumber: AntaraNews