Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang melaporkan penurunan signifikan pada Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel di wilayahnya. Pada September 2025, TPK hotel tercatat sebesar 47,33 persen, mengalami penurunan 2,82 poin dibandingkan bulan sebelumnya. Angka ini menjadi sorotan utama bagi sektor pariwisata lokal.
Penurunan TPK hotel ini terjadi setelah Agustus 2025 mencatatkan angka 50,15 persen. Kepala BPS Kota Malang, Umar Sjaifudin, menjelaskan bahwa salah satu penyebab utama adalah jumlah penyelenggaraan acara atau event yang lebih sedikit. Ini berdampak langsung pada kunjungan wisatawan ke Kota Malang.
Kondisi ini mengindikasikan adanya fluktuasi dalam aktivitas pariwisata di Kota Malang. Data BPS menunjukkan bahwa momentum perayaan Hari Kemerdekaan pada Agustus turut memengaruhi tingginya TPK pada bulan tersebut. Penurunan ini perlu menjadi perhatian serius bagi pelaku industri perhotelan.
Advertisement
Advertisement
Fluktuasi Tingkat Hunian Hotel Berbintang dan Non-Bintang
Penurunan Tingkat Penghunian Kamar Hotel Malang tidak hanya terjadi secara umum, tetapi juga merata di berbagai kategori. Hotel berbintang mencatat TPK sebesar 57,94 persen pada September 2025. Angka ini menurun 2,93 poin dari 60,87 persen pada periode sebelumnya.
Sementara itu, hotel non-bintang juga mengalami tren serupa. TPK untuk hotel non-bintang pada September 2025 berada di angka 34,40 persen. Penurunan ini sebesar 2,60 poin jika dibandingkan dengan Agustus 2025 yang mencapai 37,00 persen.
Data ini menunjukkan bahwa baik hotel dengan fasilitas lengkap maupun yang lebih sederhana sama-sama merasakan dampak dari berkurangnya aktivitas. Perbedaan persentase penurunan antara kedua kategori ini relatif kecil. Ini menandakan bahwa faktor pemicu bersifat umum.
Advertisement
Advertisement
Penurunan Wisatawan Nusantara dan Minimnya Event
Kepala BPS Kota Malang, Umar Sjaifudin, secara spesifik menyebutkan bahwa minimnya event pada September 2025 menjadi pemicu utama penurunan TPK. "Pada Agustus juga banyak acara yang berkaitan dengan hari kemerdekaan," ucapnya. Hal ini menegaskan pentingnya event dalam menarik kunjungan.
Penurunan Tingkat Penghunian Kamar Hotel Malang ini juga sejalan dengan berkurangnya jumlah wisatawan nusantara. Berdasarkan mobile positioning data (MPD) dari BPS pusat, jumlah wisatawan nusantara ke Kota Malang turun 1,72 persen dari Agustus ke September.
Pada September 2025, tercatat sebanyak 906 ribu orang wisatawan nusantara berkunjung ke Kota Malang. Angka ini lebih rendah dibandingkan Agustus 2025 yang mencapai 921.469 wisatawan. Data MPD ini memberikan gambaran jelas mengenai pergerakan wisatawan.
Advertisement
Advertisement
Profil Tamu dan Rata-rata Lama Menginap di Kota Malang
Komposisi tamu hotel di Kota Malang didominasi oleh wisatawan domestik. Sebanyak 95,97 persen tamu adalah wisatawan nusantara, sedangkan 4,03 persen sisanya merupakan tamu mancanegara. Proporsi ini menunjukkan ketergantungan sektor perhotelan pada pasar domestik.
Rincian lebih lanjut menunjukkan bahwa di hotel berbintang, tamu nusantara mencapai 94,40 persen dan tamu mancanegara 5,60 persen. Untuk hotel non-bintang, tamu nusantara bahkan lebih dominan dengan 98,51 persen, sementara tamu mancanegara hanya 1,49 persen.
Rata-rata lama menginap tamu (RLMT) secara akumulasi di Kota Malang mencapai 1,44 hari. Hotel berbintang mencatat RLMT 1,56 hari, sedikit lebih lama dibandingkan hotel non-bintang yang hanya 1,25 hari. Angka ini memberikan gambaran tentang durasi kunjungan wisatawan.
Advertisement
Sumber: AntaraNews