Pemkot Kendari Gencarkan Pembersihan Bangkai Kapal Sambut UCLG ASPAC
Pemerintah Kota Kendari mulai Pembersihan Bangkai Kapal di Teluk Kendari, khususnya Papalimba, sambut forum internasional UCLG ASPAC Mei 2026, sekaligus jaga kelestarian lingkungan pesisir.
Pemerintah Kota Kendari telah memulai program penataan kawasan pesisir Teluk Kendari, fokus pada Pembersihan Bangkai Kapal di area Papalimba. Langkah ini diambil sebagai persiapan menyambut forum internasional United Cities and Local Governments Asia Pacific (UCLG ASPAC) yang akan diselenggarakan pada 7 hingga 9 Mei 2026. Kegiatan ini melibatkan kolaborasi lintas sektor yang kuat demi suksesnya agenda penting tersebut.
Wali Kota Kendari Siska Karina Imran menyatakan bahwa apel gabungan menandai dimulainya inisiatif ini, menunjukkan sinergi antara TNI, Polri, dan berbagai instansi lainnya. Pembersihan ini menargetkan sekitar 15 unit bangkai kapal yang akan dibongkar di kawasan Papalimba. Tujuannya adalah untuk memperindah Teluk Kendari yang diproyeksikan menjadi lokasi strategis bagi para delegasi.
Inisiatif Pembersihan Bangkai Kapal ini tidak hanya bersifat sesaat untuk menyambut acara internasional, melainkan merupakan bagian dari program berkelanjutan pemerintah daerah. Komitmen ini bertujuan untuk menjaga kelestarian lingkungan pesisir dan keindahan Kota Kendari secara jangka panjang. Seluruh elemen masyarakat juga diajak berpartisipasi aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Meningkatkan Estetika dan Kesiapan Kendari Sambut Delegasi Global
Pembersihan bangkai kapal di Teluk Kendari menjadi langkah konkret Pemerintah Kota Kendari dalam mempersiapkan diri sebagai tuan rumah UCLG ASPAC. Kawasan pesisir Papalimba, yang menjadi fokus utama, diharapkan dapat menampilkan wajah Kota Kendari yang lebih representatif dan menarik. Keindahan Teluk Kendari akan menjadi daya tarik tersendiri bagi delegasi dari berbagai negara di Asia Pasifik.
Wali Kota Siska Karina Imran menekankan bahwa upaya ini merupakan bagian integral dari visi pembangunan kota yang berkelanjutan. Penataan kawasan pesisir tidak hanya berorientasi pada aspek estetika, tetapi juga pada fungsi ekologis dan sosial. Dengan demikian, Teluk Kendari dapat berfungsi optimal sebagai pusat kegiatan masyarakat dan destinasi pariwisata.
Target pembongkaran 15 unit bangkai kapal di Papalimba menunjukkan keseriusan Pemkot dalam menanggulangi masalah sampah laut dan estetika pesisir. Aksi ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan terhadap citra kota di mata internasional. Pemkot Kendari optimistis bahwa penataan terpadu ini akan berhasil.
Sinergi Lintas Sektor dan Komitmen Berkelanjutan untuk Lingkungan
Kegiatan Pembersihan Bangkai Kapal ini melibatkan sedikitnya 1.000 personel gabungan dari berbagai instansi. Unsur-unsur seperti TNI, Polri, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemkot Kendari bersatu padu. Kolaborasi ini menunjukkan komitmen kolektif dalam menjaga dan menata Kota Kendari.
Wali Kota Siska Karina Imran menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin, menegaskan pentingnya kerja sama lintas sektor. Ia berharap kegiatan semacam ini tidak hanya berhenti pada momentum UCLG ASPAC saja, tetapi dapat terus dilaksanakan secara berkesinambungan. Keberlanjutan program menjadi kunci dalam menjaga keindahan dan kenyamanan ibu kota Provinsi Sulawesi Tenggara.
Selain itu, Pemkot Kendari juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan. Dukungan dari masyarakat sangat vital untuk keberhasilan program pembangunan daerah. Dengan partisipasi aktif, Kota Kendari dapat mewujudkan lingkungan pesisir yang bersih, indah, dan lestari.
Sumber: AntaraNews