Pemkot Bandung Gelar Pasar Murah Jelang Lebaran 2026 di 30 Kecamatan
Pemerintah Kota Bandung menggelar **Pasar Murah Bandung** di 30 kecamatan menjelang Lebaran 2026. Inisiatif ini bertujuan menstabilkan harga bahan pokok dan memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat Kota Kembang.
Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung, Jawa Barat, secara serentak menggelar operasi pasar murah di 30 kecamatan. Kegiatan ini merupakan langkah strategis Pemkot Bandung untuk menstabilkan harga bahan pokok menjelang perayaan Lebaran 2026. Operasi pasar murah ini diluncurkan pada Jumat, 6 Maret 2026, dengan harapan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan dengan harga terjangkau.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan bahwa pasar murah menjadi salah satu upaya pemerintah menjaga kelancaran distribusi bahan pokok di wilayahnya. Kolaborasi erat antara kewilayahan, Disdagin, Bulog, serta para pelaku ritel sembako sangat penting. Hal ini untuk memastikan pasokan komoditas kebutuhan masyarakat tetap terjaga dan stabil.
Kegiatan pasar murah tahun ini diselenggarakan melalui model kolaborasi bersama distributor, sehingga masyarakat dapat memperoleh harga yang lebih terjangkau. Pendekatan ini memungkinkan warga mendapatkan manfaat tanpa mengandalkan anggaran subsidi langsung dari pemerintah. Pemkot Bandung berupaya memastikan manfaat program ini dapat dirasakan secara merata oleh seluruh warga, termasuk di kawasan padat penduduk dan ekonomi menengah ke bawah.
Strategi Pemkot Bandung Stabilkan Harga Pangan
Pemkot Bandung mengimplementasikan strategi komprehensif untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan menjelang Lebaran 2026. Salah satu pilar utamanya adalah penyelenggaraan pasar murah yang menjangkau seluruh kecamatan di Kota Bandung. Inisiatif ini dirancang untuk menekan laju inflasi dan memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah peningkatan permintaan.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor dalam pelaksanaan program ini. Keterlibatan aktif dari kewilayahan, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung, Bulog, serta para pelaku ritel sembako menjadi kunci. Sinergi ini memastikan distribusi komoditas kebutuhan pokok berjalan lancar dan efisien hingga ke tangan konsumen.
Pasar murah tidak hanya berfungsi sebagai sarana pengendalian harga, tetapi juga menjadi bagian dari strategi Pemkot dalam menjaga kestabilan pasokan pangan. Selain itu, kegiatan ini memperkuat ekosistem ekonomi lokal berbasis kolaborasi. Farhan berharap masyarakat dapat memanfaatkan kegiatan ini secara maksimal, mengingat Kota Bandung bukan daerah produsen pangan dan sangat bergantung pada distribusi dari daerah lain.
Rincian Komoditas dan Harga Terjangkau di Pasar Murah Bandung
Kepala Disdagin Kota Bandung Ronny A Nurudin menjelaskan bahwa operasi pasar ini menawarkan berbagai kebutuhan pokok dengan harga distributor. Harga yang ditawarkan jauh lebih murah dibandingkan harga pasar pada umumnya. Hal ini memberikan keuntungan signifikan bagi masyarakat untuk berbelanja kebutuhan Lebaran.
Berbagai komoditas pangan esensial tersedia dalam kegiatan pasar murah kali ini. Masyarakat dapat menemukan beras, minyak goreng, hingga komoditas segar seperti cabai. Ketersediaan beragam jenis bahan pokok ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan rumah tangga secara menyeluruh.
Berikut adalah beberapa komoditas pangan yang dijual dengan harga lebih murah pada kegiatan pasar murah Pemkot Bandung:
- Beras SPHP: Rp58.000 per 5 kilogram
- Minyakita: Rp31.000 per 2 liter
- Ayam negeri/ras: Rp29.000 per ekor
- Beras premium: Rp70.000 per 5 kilogram
- Gula putih: Rp17.500 per kilogram
- Bawang merah dan putih: Rp34.000 per kilogram
Ronny menambahkan bahwa penetapan harga ini dilakukan setelah berkoordinasi dengan distributor. Tujuannya adalah untuk memastikan harga yang ditawarkan tetap terjangkau tanpa membebani anggaran pemerintah dengan subsidi langsung. Ini merupakan wujud nyata kolaborasi antara pemerintah daerah dan sektor swasta demi kesejahteraan masyarakat.
Manfaat Pasar Murah bagi Warga Bandung
Penyelenggaraan pasar murah di seluruh kecamatan merupakan upaya Pemkot Bandung untuk memastikan pemerataan manfaat program. Wali Kota Muhammad Farhan menyatakan bahwa program ini dirancang agar dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Terutama bagi warga di kawasan padat penduduk dan ekonomi menengah ke bawah yang sangat membutuhkan bantuan.
Kegiatan ini tidak hanya membantu masyarakat mendapatkan akses pangan dengan harga lebih rendah, tetapi juga berkontribusi pada stabilitas ekonomi lokal. Dengan menjaga harga bahan pokok tetap terkendali, Pemkot Bandung membantu mengurangi beban pengeluaran rumah tangga. Hal ini secara tidak langsung meningkatkan daya beli masyarakat menjelang hari raya.
Selain itu, pasar murah juga menjadi platform untuk memperkuat hubungan antara pemerintah, distributor, dan masyarakat. Kolaborasi yang terjalin diharapkan dapat menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih tangguh dan responsif terhadap fluktuasi harga pasar. Inisiatif ini menunjukkan komitmen Pemkot Bandung dalam menjaga kesejahteraan warganya.
Sumber: AntaraNews