Pemkab Bekasi Siapkan Solusi Pertanian Bekasi Hadapi Dampak Cuaca Ekstrem
Pemerintah Kabupaten Bekasi bergerak cepat menyiapkan berbagai solusi konkret untuk pertanian Bekasi, mengatasi dampak anomali cuaca ekstrem demi menjaga produktivitas petani dan ketahanan pangan.
Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, tengah menyiapkan berbagai solusi konkret guna mengatasi dampak anomali cuaca ekstrem yang kerap melanda sektor pertanian. Plt. Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja menerima audiensi petani wilayah utara asal Kecamatan Cabangbungin dan Muaragembong untuk membahas persoalan ini.
Pertemuan ini bertujuan mencari jalan keluar dari siklus kekeringan saat kemarau dan banjir besar ketika musim hujan yang berulang setiap lima tahun sekali. Inisiatif ini menunjukkan komitmen Pemkab Bekasi dalam menjaga produktivitas petani dan keberlangsungan sektor pangan.
Langkah-langkah strategis disiapkan guna menjamin keberlangsungan aktivitas pertanian, sekaligus memastikan ketersediaan bahan pangan bagi masyarakat luas. Penanganan serius dan terintegrasi menjadi fokus utama Pemkab Bekasi dalam menghadapi tantangan cuaca.
Proyek Strategis Bendung Sungai Hulu untuk Irigasi dan Pengendalian Banjir
Salah satu upaya krusial yang terus dikawal pemerintah daerah adalah penyelesaian pembangunan Bendung Sungai Hulu (BSH 0). Proyek strategis ini berlokasi di perbatasan Desa Sukajaya, Kecamatan Cibitung, dengan Desa Kalijaya, Cikarang Barat.
Bendung strategis ini ditargetkan rampung pada awal Maret 2026, setelah sempat terhambat akibat dinamika cuaca hujan dan banjir. BSH 0 dirancang untuk menjamin ketersediaan air irigasi bagi sekitar 7.620 hektare lahan pertanian, khususnya di wilayah utara Kabupaten Bekasi.
Selain fungsi irigasi, bendung ini juga berfungsi ganda sebagai pengendali banjir di aliran Kali Cikarang Bekasi Laut (CBL). Bendung ini didesain dengan delapan pintu air untuk mengatur debit air secara optimal.
Plt. Bupati Asep Surya Atmaja meminta agar proses penyelesaian proyek tersebut terus dipantau, bahkan mengajak perwakilan petani ikut mendampingi di lapangan. Pendampingan ini penting dilakukan agar tidak terjadi miskomunikasi apabila terdapat perubahan jadwal atau hambatan teknis di lapangan.
Penanganan Pasca Banjir dan Pemulihan Lahan Pertanian
Dampak banjir terhadap sektor pertanian, termasuk kondisi gagal tanam yang dialami petani, turut menjadi sorotan serius Pemkab Bekasi. Banyak petani mengalami kerugian signifikan akibat lahan mereka terendam air.
Asep Surya Atmaja meminta penanganan pasca banjir, termasuk upaya pemulihan lahan dan kebutuhan petani untuk kembali melakukan tanam, dapat berjalan cepat. Penanganan ini harus melalui koordinasi lintas instansi terkait.
Penanganan yang efektif dan sigap sangat diperlukan agar tidak terjadi kesalahan atau keterlambatan dalam proses pemulihan. Tujuannya adalah agar petani dapat segera beraktivitas kembali dan meminimalkan kerugian akibat bencana.
Inovasi Jangka Panjang: Sumur Satelit Tenaga Surya
Untuk mengatasi persoalan kekeringan di lahan pertanian, Plt. Bupati Asep Surya Atmaja juga menyampaikan rencana jangka panjang. Rencana tersebut adalah pembangunan sumur satelit tenaga surya.
Ide ini terinspirasi dari praktik yang telah berhasil diterapkan di Surabaya, di mana lahan tandus bisa panen tiga kali setahun. Solusi ini khusus ditujukan untuk daerah-daerah pertanian yang kerap mengalami kekeringan.
Sumur satelit tenaga surya akan menjadi alternatif mengairi sawah dari sumber air tanah, memastikan pasokan air yang stabil. Solusi ini perlu dipersiapkan sejak dini, terutama untuk wilayah pertanian yang rawan kekeringan, sebagai bagian dari penguatan sektor pangan nasional.
Koordinasi Lintas Sektor dan Penanganan Sampah Sungai
Asep Surya Atmaja menekankan pentingnya koordinasi lintas perangkat daerah agar penanganan berbagai isu dapat berjalan cepat. Ini termasuk pertanian, banjir, sampah sungai, hingga infrastruktur tanpa terhambat komunikasi.
Kanal komunikasi khusus yang melibatkan perangkat daerah terkait perlu segera dibuat untuk memastikan sinergi yang efektif. Hal ini akan mempercepat respons terhadap masalah di lapangan dan meningkatkan efisiensi kerja.
Persoalan sampah di sejumlah sungai yang berdampak pada aliran air tersumbat juga menjadi fokus perhatian. Pendataan titik-titik sumbatan, terutama pada lokasi jembatan rendah yang kerap menjadi tempat penumpukan sampah, diperlukan untuk penanganan lebih lanjut.
Plt. Bupati ingin semua kali (sungai) di setiap kecamatan diidentifikasi terkait sumbatan sampah. Upaya penanganan banjir, termasuk penguatan tanggul, masih membutuhkan dukungan lintas kewenangan hingga anggaran besar.
Sumber: AntaraNews