Pemkab Banyuasin Gelar Pasar Murah dan Pelayanan Publik Terpadu Selama Ramadan
Pemerintah Kabupaten Banyuasin kembali menggelar Pasar Murah Banyuasin dan pelayanan publik terpadu untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok terjangkau selama Ramadan.
Pemerintah Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, kembali menyelenggarakan inisiatif penting bagi warganya. Mereka membuka program pasar murah dan pelayanan publik terpadu di berbagai kecamatan. Kegiatan ini dilaksanakan khusus selama bulan puasa Ramadhan 1447 Hijriah atau tahun 2026.
Inisiatif ini bertujuan ganda, yakni memberikan kemudahan bagi masyarakat. Warga dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau. Selain itu, mereka juga bisa mengurus berbagai administrasi pemerintahan dan kependudukan secara sekaligus.
Wakil Bupati Banyuasin, Netta Indian, menjelaskan bahwa program ini merupakan langkah strategis. Pelaksanaannya melibatkan berbagai dinas terkait serta organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya. Hal ini menunjukkan komitmen Pemkab dalam melayani kebutuhan dasar masyarakatnya.
Harga Terjangkau di Pasar Murah Banyuasin
Salah satu daya tarik utama dari kegiatan ini adalah ketersediaan kebutuhan pokok dengan harga yang sangat terjangkau. Masyarakat dapat membeli beras SPHP kemasan lima kilogram (kg) seharga Rp57.000 per kantong. Minyak goreng juga tersedia dengan harga Rp15.500 per liter.
Selain itu, komoditas penting lainnya seperti bawang merah ditawarkan seharga Rp28.000 per kg, cabai rawit Rp60.000 per kg, dan telur ayam Rp26.000 per kg. Harga-harga ini jauh lebih murah dibandingkan di pasaran umum, sehingga sangat membantu meringankan beban ekonomi masyarakat berpenghasilan rendah.
Program Pasar Murah Banyuasin ini secara langsung berkontribusi dalam menjaga daya beli masyarakat. Terutama di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok. Kehadiran program ini diharapkan dapat memastikan setiap keluarga memiliki akses terhadap pangan yang cukup dan bergizi selama bulan suci Ramadan.
Akses Pelayanan Publik yang Terintegrasi
Tidak hanya pasar murah, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pelayanan publik terpadu yang disediakan oleh berbagai OPD. Masyarakat dapat mengakses layanan dari Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta Dinas Dukcapil.
Selain itu, Dinas Perikanan dan UPTD Puskesmas juga turut serta dalam memberikan layanan. Keterlibatan berbagai instansi ini memungkinkan warga untuk mengurus berbagai keperluan administrasi dan kesehatan di satu lokasi. Hal ini tentu sangat efisien dan mempermudah masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu atau akses.
Integrasi layanan ini mencerminkan upaya Pemerintah Kabupaten Banyuasin dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Dengan adanya fasilitas terpadu, warga tidak perlu lagi mendatangi kantor dinas satu per satu. Ini merupakan bentuk inovasi pelayanan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Upaya Pengendalian Inflasi dan Stabilitas Harga Pangan
Wakil Bupati Netta Indian menegaskan bahwa pasar murah merupakan upaya pemerintah daerah untuk mengendalikan inflasi. Program ini juga bertujuan membantu masyarakat berpenghasilan rendah dalam memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
“Sebagai upaya menjaga stabilitas harga pangan dan pengendalian inflasi selama Ramadhan serta menghadapi Idul Fitri, kegiatan pasar murah diprogramkan beberapa kali di seluruh kecamatan,” ujar Wabup Netta Indian. Pernyataan ini menunjukkan komitmen Pemkab Banyuasin untuk menjaga stabilitas ekonomi daerah.
Melalui pelaksanaan pasar murah secara berkala di seluruh kecamatan, pemerintah berharap dapat menekan laju inflasi. Sekaligus memastikan ketersediaan pasokan pangan yang memadai. Inisiatif ini menjadi bagian integral dari strategi pemerintah daerah dalam menghadapi tantangan ekonomi, khususnya selama periode hari besar keagamaan.
Sumber: AntaraNews