Operasi Pasar Besar-besaran, Mentan Sebut Harga Beras di 15 Provinsi Sudah Turun
Amran menyebut di Sulsel tersisa lima kabupaten/kota yang harga beras masih di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menyebut harga beras di 15 provinsi di Indonesia sudah mengalami penurunan. Penurunan harga tersebut, setelah Kementerian Pertanian bersama Pemerintah Daerah melakukan operasi pasar besar-besaran di seluruh Indonesia.
Usai menghadiri Rakernas Ikatan Apoteker Indonesia di Hotel Claro Makassar, Kamis (28/8), Mentan Amran mengatakan Kementan sudah menurunkan stok beras sebanyak 1,3 juta ton untuk dilakukannya operasi pasar besar-besaran. Mentan Amran menyebut hal itu dilakukan untuk menekan harga beras.
"Ini mungkin operasi pasar terbesar untuk menekan harga. Alhamdulillah kami pantau dari Bapanas (Badan Pangan Nasional) ada 10, ada mengatakan sudah 13, ada yang mengatakan 15 provinsi harganya (beras) sudah turun," ujarnya.
Keluhan Warga
Terkait keluhan warga Sulsel yang menyebut harga beras masih mahal, Amran berharap harga bisa turun. Apalagi, Pemprov Sulsel juga sudah melakukan operasi pasar untuk menstabilkan harga beras.
"Ini mudah-mudahan turun. Menurut laporan tadi, kami terima tadi pagi, itu juga sudah berangsur turun," kata dia.
Amran menyebut di Sulsel tersisa lima kabupaten/kota yang harga beras masih di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Salah satu daerah di Sulsel harga beras masih tinggi yakni Kota Makassar.
Operasi Pasar Terus Dilanjutkan
"Alhamdulillah, Sulsel yang di atas HET tinggal 5 kabupaten, dan 19 sudah di bawah HET. Yang (harga) agak di atas sedikit (Kabupaten) Selayar, Enrekang, Tana Toraja, dan Makassar," sebutnya.
Amran berharap operasi pasar besar-besaran yang dilakukan selama lima hari di Sulsel bisa menurunkan harga beras.
"Kalau operasi pasar 5 hari ke depan, saya yakin semua sudah di bawah HET," ucapnya.