Negara Paling Tertutup di Dunia Kini Mulai Membuka Diri, Ada Wisata 'Gerbang Neraka' yang Buat Penasaran
Undang-undang baru ini bertujuan untuk mempermudah akses masuk ke negara Asia Tengah yang selama ini dikenal dengan kebijakan imigrasi superketat.
Turkmenistan, salah satu negara paling tertutup di dunia, kini mulai membuka diri dengan langkah mengejutkan pemberlakuan visa elektronik bagi warga asing. Undang-undang baru ini bertujuan untuk mempermudah akses masuk ke negara Asia Tengah yang selama ini dikenal dengan kebijakan imigrasi superketat.
Melansir dari Yahoo News, sejak merdeka dari Uni Soviet pada 1991, Turkmenistan menerapkan aturan masuk yang sangat ketat bagi pengunjung asing. Proses visa mengharuskan calon wisatawan untuk mengajukan permohonan lengkap dengan surat undangan resmi dari dalam negeri, namun tetap banyak yang ditolak tanpa alasan jelas.
Kini, dengan kebijakan baru, warga asing cukup mengisi formulir daring yang lebih sederhana tanpa perlu surat dukungan apa pun. Langkah ini diyakini dapat memperlancar kunjungan bisnis dan membuka peluang besar bagi peningkatan jumlah wisatawan.
Presiden Serdar Berdymukhamedov akan menentukan lebih lanjut jenis-jenis visa elektronik yang tersedia, mekanisme penerbitan, serta masa berlakunya. Informasi ini dikonfirmasi melalui laporan resmi surat kabar pemerintah, Neutral Turkmenistan.
Perubahan kebijakan ini muncul di tengah keinginan Turkmenistan untuk lebih terlibat dalam kerja sama ekonomi regional. Negara ini, yang selama bertahun-tahun berada di bawah kepemimpinan otokratis dan sangat bergantung pada ekspor gas alam, baru-baru ini mengambil langkah besar di bidang energi.
Pada Maret lalu, ibu kota Ashgabat mulai mengeksekusi kesepakatan pertukaran gas dengan Turki, menandai pengiriman pertama gas ke arah barat melalui jalur yang melintasi Rusia.
Keunikan Wisata
Selain potensi ekonomi, Turkmenistan juga menyimpan keunikan wisata yang menantang rasa penasaran dunia, salah satunya adalah kawah gas menyala yang dikenal sebagai 'Gerbang Neraka'. Terletak sekitar 260 kilometer di utara Ashgabat, kawah ini telah terbakar selama beberapa dekade dan menjadi daya tarik utama bagi wisatawan yang berani menjelajah gurun Karakum.
Kawah itu sendiri terbentuk akibat kecelakaan pengeboran pada tahun 1971. Ketika tanah runtuh dan melepaskan gas beracun, para geolog memutuskan untuk membakarnya, berharap api akan padam dalam hitungan minggu.
Namun nyala api itu terus menyala hingga hari ini, menjadi simbol paradoks alam dan campur tangan manusia. Popularitasnya bahkan membuat mantan Presiden Gurbanguly Berdymukhamedov pernah terekam melaju dengan truk off-road mengelilingi kawah tersebut momen yang disiarkan oleh televisi pemerintah pada 2019.
Dengan kebijakan visa yang lebih ramah dan pesona alam yang unik, Turkmenistan tampaknya bersiap meninggalkan isolasi panjangnya dan menyambut dunia dengan wajah baru.
Bisakah ini menjadi awal babak baru bagi negeri yang selama ini tersembunyi dari sorotan internasional? Bagi Anda yang tertarik dengan negara tersebut, jika melihat dari beberapa aplikasi online travel agent, perjalanan dari Jakarta menuju Turkmenistan dibanderol mulai Rp15,1 juta hingga Rp21 juta dalam sekali jalan.