Wow, Türkiye Tarik 62 Juta Turis! Indonesia & Turki Perkuat Kerja Sama Pariwisata, Bidik Halal Tourism

Indonesia dan Turki sepakat perkuat kerja sama pariwisata, termasuk pengembangan halal tourism dan healing tourism. Bagaimana potensi besar ini akan meningkatkan kunjungan wisatawan?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Wow, Türkiye Tarik 62 Juta Turis! Indonesia & Turki Perkuat Kerja Sama Pariwisata, Bidik Halal Tourism
Indonesia dan Turki sepakat perkuat kerja sama pariwisata, termasuk pengembangan halal tourism dan healing tourism. Bagaimana potensi besar ini akan meningkatkan kunjungan wisatawan? (Merdeka.com)

Menteri Pariwisata Indonesia, Widiyanti Putri Wardhana, baru-baru ini menyambut Duta Besar Turki untuk Indonesia, Talip Küçükcan, dalam sebuah pertemuan penting. Diskusi yang berlangsung pada Jumat, 20 September, di Jakarta ini berfokus pada upaya penguatan hubungan pariwisata antara kedua negara.

Pertemuan tersebut juga membahas potensi investasi serta berbagai inisiatif untuk meningkatkan sektor pariwisata. Kedua belah pihak berupaya memanfaatkan kekuatan dan pengalaman masing-masing negara guna mencapai tujuan bersama ini.

Indonesia dan Turki, yang memiliki ikatan sejarah dan budaya yang mendalam, melihat peluang besar dalam kerja sama ini. Mereka berharap dapat menarik lebih banyak wisatawan dan memperkuat ekonomi melalui sektor pariwisata.

Potensi Besar Halal Tourism dan Healing Tourism

Indonesia menunjukkan ketertarikannya pada keberhasilan Turki dalam sektor pariwisata, terutama dalam pengembangan destinasi baru dan pembukaan akses bandara internasional. Menteri Wardhana menyatakan, "Kami mengikuti dengan cermat keberhasilan Turki di sektor pariwisata, mencatat bahwa destinasi pariwisata baru telah diidentifikasi di Indonesia dan bandara internasional telah dibuka untuk menyediakan akses ke destinasi ini."

Indonesia juga berupaya mengembangkan peluang kerja sama di bidang ini, dengan menawarkan pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki dalam healing tourism. Potensi personel Indonesia yang terlatih di bidang ini dapat dimanfaatkan di Turki, sekaligus membuka peluang baru.

Selain itu, Indonesia juga menawarkan berbagai pilihan dalam halal tourism yang sangat kaya. Hal ini sejalan dengan nilai-nilai budaya yang dianut kedua negara dan dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Wardhana juga menekankan bahwa Turki dan Indonesia adalah sekutu dekat yang bekerja sama dalam berbagai forum internasional seperti PBB, OKI, MIKTA, dan D8. Ikatan sejarah dan nilai-nilai budaya yang kuat menjadi landasan kokoh untuk memperkuat sektor pariwisata.

Infrastruktur Pariwisata Turki dan Target Kunjungan

Duta Besar Küçükcan menjelaskan bahwa Turki memiliki infrastruktur pariwisata yang sangat kuat dan telah membuat kemajuan signifikan. Ini mencakup bidang transportasi, akomodasi, gastronomi, dan penempatan personel yang berkualitas.

Pada tahun 2024, Turki berhasil menarik 62 juta wisatawan, menghasilkan pendapatan sebesar 61 miliar dolar AS. Angka ini menunjukkan kapasitas dan daya tarik pariwisata Turki yang luar biasa di kancah global.

Data kunjungan menunjukkan bahwa 200.000 warga negara Indonesia mengunjungi Turki pada tahun 2024, sementara 50.000 warga Turki mengunjungi Indonesia di periode yang sama. Küçükcan menilai, dukungan terhadap halal tourism, yang mencerminkan nilai-nilai budaya bersama, akan sangat bermanfaat untuk meningkatkan angka-angka ini.

Ia menambahkan, "Kota-kota seperti Konya, Kayseri, Bursa, dan Mardin, selain Istanbul, juga dapat menarik minat warga Indonesia dalam wisata budaya." Hal ini membuka peluang diversifikasi destinasi bagi wisatawan Indonesia.

Kesehatan, Lingkungan, dan Rencana Kolaborasi Mendatang

Küçükcan juga menyoroti sistem dan institusi layanan kesehatan Turki yang menyediakan layanan berkualitas tinggi. Warga Indonesia dapat dengan aman menerima layanan diagnostik dan perawatan yang terjangkau dari fasilitas kesehatan swasta maupun publik di Turki.

Duta Besar menyatakan, "Mereka terbuka untuk proyek bersama guna mendukung wisata kesehatan." Ini menunjukkan potensi besar dalam pengembangan wisata medis antara kedua negara.

Selain itu, Duta Besar juga membahas proyek "Zero Waste" yang diinisiasi oleh Ibu Negara Emine Erdoğan. Proyek ini telah memberikan dampak positif, khususnya dalam hal transformasi hijau dan keberlanjutan dalam pariwisata.

Küçükcan menegaskan, "Inisiatif serupa juga akan berkontribusi positif terhadap pariwisata Indonesia, dan Turki akan dengan senang hati berbagi pengalaman 'Zero Waste'nya." Ini menawarkan peluang bagi Indonesia untuk belajar dari pengalaman Turki dalam pariwisata berkelanjutan.

Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak juga membahas peningkatan investasi timbal balik, permintaan Turkish Airlines untuk menggandakan jumlah penerbangan ke Jakarta, inisiasi program pertukaran antar lembaga pendidikan pariwisata, partisipasi sebagai tamu kehormatan di pameran pariwisata, serta perluasan dan pembaruan Memorandum of Understanding (MoU) tentang Kerja Sama Pariwisata yang telah ditandatangani pada tahun 1993.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi